Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Satu Keluarga Rela Tinggal di Hutan tanpa Listrik, Karena Tanah Kelahiran

Satu Keluarga Rela Tinggal di Hutan tanpa Listrik, Karena Tanah Kelahiran Potret Satu Keluarga Tinggal di Tengah Hutan. Youtube/Petualangan Alam Desaku ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah video membagikan potret satu keluarga yang tinggal terisolasi di tengah hutan tanpa listrik, dibagikan di kanal Youtube Petualangan Alam Desaku.

Saat ditemui, seorang pria bernama Supena mengaku memilih untuk tetap tinggal di tempat itu bersama anak dan putri bungsunya karena enggan meninggalkan tanah kelahirannya.

Padahal, tetangganya yang lain semuanya telah memilih hijrah ke tempat yang lebih ramai penduduk. Simak informasi selengkapnya:

Keluarga Tinggal di Tengah Hutan

Melansir dari unggahan di kanal Youtube Petualangan Alam Desaku, membagikan video merekam potret satu keluarga yang tinggal di tengah hutan.

Dalam keterangan video, diketahui jika kampung Palasari tersebut terletak di Desa Sukakerti, Cisalah, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Untuk menuju ke kampung Palasari, mereka harus melewati jalanan kecil yang menanjak melewati hutan-hutan.

potret satu keluarga tinggal di tengah hutan

Youtube/Petualangan Alam Desaku ©2021 Merdeka.com

Tersisa Satu Keluarga yang Tinggal

Disebutkan, bahwa area kampung itu awalnya dihuni oleh beberapa orang dalam 7 rumah. Namun, kini tinggal satu keluarga yang bertahan di tempat tersebut. "Jadi di kampung ini hanya ada 7 rumah tapi sekarang tinggal 1 yang 6 sudah hijrah karena enggak kuat, karena di sini enggak ada listrik kan," kata perekam video. Di kampung Palasari kini tersisa satu keluarga saja yang bertahan hidup di tempat tersebut dengan keadaan tanpa listrik dan dikelilingi 6 rumah kosong lainnya.

potret satu keluarga tinggal di tengah hutan

Youtube/Petualangan Alam Desaku ©2021 Merdeka.com

Enggan Pindah Dari Tempat Tersebut

potret satu keluarga tinggal di tengah hutan

Youtube/Petualangan Alam Desaku ©2021 Merdeka.com

Meski berada di tengah hutan dan terisolasi dari warga lain, Supena bersama dengan anak dan putri bungsunya mengatakan enggan pindah dari tempat tersebut. Sebab, ia mengaku berat harus meninggalkan tanah kelahirannya. "Kenapa bapak bertahan di sini pak? kenapa bapak enggak ikut pindah kok hanya tinggal seorang diri?," tanya perekam video. "Karena kalau saya meninggalkan daerah ini rasanya berat, saya dilahirkan di sini," jawabnya.

Punya Anak yang Sudah Pindah dari Tempat Tersebut

potret satu keluarga tinggal di tengah hutan

Youtube/Petualangan Alam Desaku ©2021 Merdeka.com

Supena mengatakan, jika ia sebenarnya memiliki lima orang anak. Empat diantaranya sudah pergi dari kampung tersebut dan memilih tinggal di luar kampung bersama keluarga masing-masing. Namun, ia mengaku tetap engga jika disuruh untuk pindah dari rumahnya itu. Sehari-harinya, Supena bekerja membuat gula aren untuk bertahan hidup. Untuk membeli kebutuhan, ia mengakui jika dirinya harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Namun, hal tersebut dikatakan tak menjadi masalah untuk Supena dan keluarganya.

(mdk/khu)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP