Seorang perempuan lanjut usia berumur 65 tahun harus berjibaku melawan sulitnya hidup karena merawat anaknya yang koma. Perempuan itu bernama Husna dan sang anak adalah Chandra Usmansyah.
Husna merawat Chandra dengan sepenuh hati, karena sang anak sampai sekarang hanya bisa berbaring di atas tempat tidurnya. Ironisnya, sebelum Chandra mengalami masalah kesehatan yang kronis, dahulu, ia adalah tulang punggung keluarga.
Husna setiap hari harus berjualan nasi uduk di depan rumahnya dengan pemasukan yang tidak seberapa untuk merawat anak kesayangannya. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut.
Advertisement
Kisah Haru Perempuan Lansia Rawat Anaknya yang Sakit
Momen itu diunggah dalam sebuah video di channel Youtube Abi Fatimah Fahira. Penyebab Chandra mengalami sakit stroke adalah karena terjatuh di kamar mandi kantor dan mengalami koma selama 17 hari.
Setelah itu, menurut keterangan, dalam kondisi koma, Chandra kemudian dipulangkan oleh rumah sakit dan dirawat oleh sang ibu di rumahnya. Sampai sekarang, Chandra masih belum bisa sembuh dari sakitnya.
“Awalnya pendarahan otak, terjatuh ke kamar mandi kantor dan dibawa temannya ke rumah. Setelah itu dinyatakan stroke, dan tidak bisa bangun. Sempat koma di rumah sakit 17 hari dan sampai hari ini dibawa dari rumah sakit dalam keadaan koma sampai rumah,” ucap pemilik channel Abi Fatimah fahira.
Sang ibu, Husna, yang sudah lanjut usia rela merawat anaknya dengan usaha yang seadanya yaitu dengan berjualan nasi uduk. Husna mengaku setiap hari hanya mendapatkan uang sebanyak Rp150 ribu.
Nasi uduk yang dijual oleh Husna hanya dihargai Rp5 ribu. Keuntungan yang didapatkan dalam satu hari hanyalah sebesar Rp50 ribu. Uang tersebut kemudian habis hanya untuk membeli pampers untuk Chandra yang tidak bisa beranjak dari kasurnya.
“Modal Rp100 ribu, untungnya Rp50 ribu. Iya buat beli pampers,” ucap Husna.
Advertisement
Sang Adik Keluar dari Pekerjaan
Selain ibunda yang berjuang mencari uang, sang adik yang bernama Azizi juga sampai rela keluar dari pekerjaannya demi mengurus sang kakak. Azizi mengatakan jika sang kakak adalah prioritasnya.
“Dia prioritas. Dulunya abang adalah tulang punggung,” ucap Azizi.
Sementara itu, menurut keterangan Husna, ia tidak mampu membawa anaknya pergi ke rumah sakit karena tidak memiliki biaya untuk memanggil ambulans. Meskipun gratis, menurut Husna, ia tetap harus memberikan uang rokok kepada sopir sebagai bentuk imbalan.
“Iya kan kita kasihan ya, nunggu. Saya ngasih buat uang rokok, soalnya kan nunggu, lama,” ucap ibu Husna.
Di akhir, pemilik channel Abi Fatimah fahira kemudian memberikan bantuan kepada keluarga Husna yang kesulitan dalam keuangan. Ia memberikan uang sebesar Rp10 juta untuk biaya pengobatan anaknya, Chandra.
“Mau tolong keluarga ibu, mungkin tidak bisa jangka panjang tapi insyaAllah ini bisa membantu meringankan. Terlebih dahulu, berobat beliau ya. Tolong diterima,” ucap pemilik channel.
“Coba dibuka di bawah sarungnya, ini ada uang Rp10 juta,” pungkasnya.
Mengetahui mendapatkan uang sebanyak itu, Husna dan Chandra pun tidak bisa menahan rasa haru dan senangnya. Mereka pun menangis dan tidak henti-henti mengucap syukur.