Cara Membuat Rumah Tidak Mudah Bau Apek Saat Musim Hujan, Trik Sederhana Ini Patut Dicoba

Cegah bau apek saat musim hujan dengan cara sederhana, mulai dari menjaga ventilasi hingga mengatasi kelembapan rumah.

Andre Kurniawan Kristi
Cara Membuat Rumah Tidak Mudah Bau Apek Saat Musim Hujan, Trik Sederhana Ini Patut Dicoba
membuka jendela (AI Generated)

Rumah yang sering tertutup saat musim hujan biasanya lebih mudah mengalami bau apek. Kondisi udara yang lembap, sirkulasi udara yang kurang lancar, pakaian basah yang menumpuk, hingga dinding yang rembes dapat menjadi penyebab munculnya aroma tidak sedap di dalam ruangan.

Masalah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan penghuni, tetapi juga bisa menjadi tanda adanya pertumbuhan jamur dan lumut akibat kelembapan berlebih. Karena itu, menjaga rumah tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik menjadi langkah penting agar ruangan terasa lebih segar meskipun hujan turun hampir setiap hari.

Berikut beberapa cara membuat rumah tidak mudah bau apek saat musim hujan yang bisa diterapkan tanpa harus melakukan renovasi besar.

1. Buka Jendela Saat Hujan Berhenti

Jendela Casement dengan Bukaan Keluar
Model Jendela Anti Tempias Air Hujan (AI Generated)

Membuka jendela menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi kelembapan di dalam rumah. Udara yang terus terperangkap di dalam ruangan dapat membuat kondisi rumah terasa pengap dan memicu munculnya bau apek, terutama jika ventilasi tidak berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, manfaatkan waktu ketika hujan berhenti untuk membuka jendela dan pintu agar udara di dalam rumah bisa berganti dengan udara luar.

Namun, perhatikan kondisi cuaca sebelum membuka jendela. Hindari membiarkan jendela terbuka ketika hujan deras atau angin membawa percikan air ke dalam rumah karena hal tersebut justru dapat membuat lantai, dinding, dan perabot semakin lembap. Jika memungkinkan, buka jendela yang berada di sisi berbeda agar terjadi aliran udara silang yang membantu mempercepat pergantian udara.

2. Gunakan Kipas Angin untuk Memperlancar Sirkulasi Udara

Ketika udara di luar terlalu lembap atau hujan turun sepanjang hari, membuka jendela mungkin bukan pilihan yang tepat. Sebagai alternatif, gunakan kipas angin untuk membantu menggerakkan udara di dalam ruangan. Pergerakan udara dapat membantu mengurangi area yang pengap dan mempercepat pengeringan permukaan yang sedikit basah, terutama di ruangan yang tidak memiliki banyak ventilasi.

Letakkan kipas angin di area yang memiliki sirkulasi udara cukup baik dan arahkan alirannya ke bagian ruangan yang terasa pengap. Sesekali pindahkan posisi kipas agar udara tidak hanya berputar di satu titik. Pastikan pula tidak ada genangan air atau sumber kelembapan yang dibiarkan begitu saja karena kipas angin tidak dapat menggantikan fungsi pengering udara maupun memperbaiki kebocoran.

3. Jangan Menumpuk Pakaian Basah di Dalam Rumah

Segera Cuci Pakaian Olahraga Usai Dipakai
Jangan tumpuk pakaian kotor usai olahraga, segera cuci agar tak timbulkan bau. (Foto: Goodhousekeeping.com)

Pakaian basah yang menumpuk merupakan salah satu sumber bau apek yang sering tidak disadari saat musim hujan. Pakaian yang belum kering sempurna dapat mengeluarkan aroma tidak sedap, terutama jika dibiarkan bertumpuk di keranjang cucian atau mesin cuci dalam waktu lama. Kondisi tersebut juga dapat membuat kelembapan ruangan meningkat sehingga aroma apek lebih mudah menyebar ke area sekitarnya.

Sebaiknya, segera pindahkan pakaian yang sudah dicuci ke tempat pengeringan dengan sirkulasi udara yang baik. Jika harus menjemur di dalam rumah, berikan jarak antarpakaian agar udara dapat mengalir di antara serat kain. Hindari menggantung terlalu banyak pakaian dalam satu ruangan kecil karena udara lembap dari cucian akan terperangkap dan membuat proses pengeringan semakin lama.

4. Letakkan Penyerap Kelembapan di Sudut Ruangan

Penyerap kelembapan dapat membantu menjaga kondisi ruangan tetap kering, khususnya pada area yang jarang terkena sinar matahari dan memiliki sirkulasi udara terbatas. Produk penyerap kelembapan biasanya menggunakan bahan seperti kalsium klorida atau silika gel yang dapat membantu mengikat uap air di udara. Kamu bisa meletakkannya di sudut kamar, lemari pakaian, bawah tempat tidur, atau area penyimpanan yang cenderung pengap.

Pilih produk sesuai ukuran ruangan dan perhatikan petunjuk penggunaannya agar hasilnya lebih optimal. Jangan lupa memeriksa wadah penyerap kelembapan secara berkala karena beberapa produk akan menampung cairan setelah menyerap uap air. Jika wadah sudah penuh, segera ganti atau buang isinya sesuai petunjuk produsen agar tidak tumpah dan menambah masalah kelembapan di rumah.

5. Bersihkan Karpet, Sofa, dan Gorden Secara Berkala

Cara Membersihkan Karpet Tanpa Penyedot Debu. AI
Cara Membersihkan Karpet Tanpa Penyedot Debu. AI

Karpet, sofa, dan gorden termasuk perlengkapan rumah yang mudah menyerap kelembapan serta menyimpan debu. Ketika musim hujan berlangsung, bahan kain tersebut bisa menjadi tempat menumpuknya kotoran dan mikroorganisme yang memicu aroma tidak sedap. Jika dibiarkan terlalu lama, bau apek dapat bertahan meskipun lantai dan permukaan perabot lainnya sudah dibersihkan.

Untuk mengatasinya, bersihkan karpet dan sofa secara berkala menggunakan penyedot debu agar debu serta kotoran tidak menumpuk. Gorden juga perlu dicuci sesuai petunjuk perawatan bahannya, terutama jika sudah terasa lembap atau mengeluarkan aroma tidak sedap. Setelah dibersihkan, pastikan semua perlengkapan benar-benar kering sebelum digunakan kembali agar tidak menjadi sumber bau apek.

6. Pastikan Tidak Ada Kebocoran pada Atap dan Dinding

Bau apek yang terus muncul meskipun rumah sudah rutin dibersihkan bisa berasal dari kebocoran atap atau rembesan air pada dinding. Air hujan yang masuk melalui celah atap, sambungan jendela, maupun retakan dinding dapat membuat bagian bangunan terus-menerus lembap. Jika kondisi ini dibiarkan, permukaan dinding berisiko ditumbuhi jamur yang dapat menghasilkan noda dan aroma pengap.

Periksa bagian plafon, sudut dinding, sekitar jendela, serta area yang berbatasan langsung dengan kamar mandi atau dapur. Perhatikan apakah terdapat noda kekuningan, cat menggelembung, permukaan mengelupas, atau bercak kehitaman yang menandakan kemungkinan pertumbuhan jamur. Jika menemukan kebocoran, perbaiki sumber masuknya air terlebih dahulu sebelum mengecat ulang atau menutup bagian yang rusak.

7. Hindari Menyimpan Barang Terlalu Menempel pada Dinding

Menempatkan lemari, rak, dan perabot berukuran besar terlalu rapat dengan dinding dapat membuat sirkulasi udara di bagian belakangnya terhambat. Area tersebut akhirnya menjadi lebih sulit kering ketika terkena kelembapan dari udara atau rembesan air. Akibatnya, jamur dapat tumbuh tanpa terlihat dan menghasilkan bau apek yang perlahan menyebar ke seluruh ruangan.

Untuk mengurangi risiko tersebut, berikan sedikit jarak antara perabot dan dinding agar udara tetap bisa mengalir. Sesekali geser lemari atau rak untuk memeriksa kondisi bagian belakangnya, terutama jika rumah memiliki dinding yang mudah lembap. Selain itu, hindari menyimpan kardus, tumpukan kertas, dan pakaian yang tidak terpakai di sudut ruangan karena benda-benda tersebut dapat menyerap kelembapan dan menyimpan aroma tidak sedap.

8. Bersihkan Saluran Air dan Area Kamar Mandi

Tips Saluran Air Agar Tidak Dimasuki Tikus
Tips Saluran Air Agar Tidak Dimasuki Tikus (Foto: Gemini)

Saluran air yang kotor, lantai kamar mandi yang selalu basah, dan sisa kotoran di area pembuangan dapat menjadi sumber bau tidak sedap saat musim hujan. Kelembapan yang tinggi membuat kamar mandi lebih sulit kering, sehingga aroma pengap dapat bertahan lebih lama. Jika ventilasi kamar mandi kurang baik, bau tersebut juga bisa menyebar ke kamar tidur atau ruang keluarga.

Bersihkan lubang pembuangan air secara rutin untuk menghilangkan rambut, sisa sabun, dan kotoran yang menumpuk. Setelah mandi, gunakan alat pendorong air untuk mengarahkan genangan menuju saluran pembuangan, kemudian biarkan ventilasi atau kipas pembuangan bekerja agar ruangan lebih cepat kering. Periksa pula perangkap air pada saluran pembuangan karena bagian tersebut membantu menghambat masuknya gas dan bau dari saluran limbah.

9. Gunakan Dehumidifier Jika Kelembapan Terlalu Tinggi

Jika rumah sering terasa lembap meskipun sudah memiliki ventilasi yang cukup, penggunaan dehumidifier bisa menjadi solusi tambahan. Perangkat ini bekerja dengan mengurangi kandungan uap air di udara sehingga membantu menciptakan kondisi ruangan yang lebih kering. Alat tersebut cocok digunakan di kamar tidur, ruang keluarga, atau area penyimpanan yang sulit mendapatkan paparan sinar matahari.

Agar penggunaannya lebih efektif, letakkan dehumidifier di ruangan yang paling sering mengalami masalah kelembapan dan ikuti petunjuk pengaturan dari produsen. Jika memiliki higrometer, kamu bisa memantau tingkat kelembapan relatif di dalam rumah. Kisaran 30–50 persen umumnya disarankan untuk kenyamanan dan pengendalian jamur, sementara kelembapan yang terus berada di atas 60 persen perlu mendapat perhatian lebih.

10. Bersihkan dan Keringkan Lemari Pakaian Secara Rutin

Tips Menjaga Pakaian di Lemari Tetap Wangi, Bebas dari Bau Apek Mengganggu
Ilustrasi lemari pakaian. (c) Craig Adderley/Pexels.com

Lemari pakaian menjadi salah satu tempat yang rentan mengalami bau apek ketika musim hujan karena ruang penyimpanannya tertutup dan tidak banyak mendapatkan pergantian udara. Pakaian yang belum benar-benar kering, kondisi lemari yang lembap, serta penumpukan barang dapat membuat aroma tidak sedap semakin kuat. Bahkan, jamur bisa muncul pada bagian belakang lemari atau permukaan pakaian jika kelembapan berlangsung dalam waktu lama.

Untuk mencegahnya, keluarkan pakaian yang jarang digunakan dan bersihkan bagian dalam lemari menggunakan kain kering. Buka pintu lemari sesekali ketika kondisi udara di dalam rumah cukup kering agar terjadi pergantian udara. Kamu juga bisa menambahkan penyerap kelembapan khusus lemari dan memastikan pakaian yang disimpan benar-benar kering sebelum dilipat atau digantung.

11. Manfaatkan Bahan Alami untuk Membantu Menyegarkan Ruangan

Bahan alami seperti kulit jeruk kering, kayu manis, dan bunga kering dapat dimanfaatkan untuk memberikan aroma yang lebih menyenangkan di dalam rumah. Kamu bisa menempatkannya dalam wadah terbuka sebagai pengharum alami di ruang keluarga atau kamar tidur. Aroma dari bahan-bahan tersebut dapat membantu membuat suasana rumah terasa lebih segar ketika cuaca sedang mendung dan udara terasa pengap.

Namun, bahan alami tersebut hanya berfungsi sebagai pewangi dan bukan penghilang kelembapan atau pembasmi jamur. Pastikan bahan yang digunakan benar-benar kering sebelum diletakkan di dalam ruangan agar tidak justru menjadi tempat tumbuhnya jamur. Jika aroma apek masih tercium, cari sumber kelembapannya terlebih dahulu daripada hanya menutupinya dengan pengharum ruangan.

12. Bersihkan Jamur Sejak Pertama Kali Muncul

cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi
cara menghilangkan jamur di dinding kamar mandi (Pexels/Sejio)

Bercak jamur pada dinding, plafon, atau sudut ruangan sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama karena pertumbuhannya dapat semakin meluas ketika kelembapan rumah tinggi. Selain menimbulkan bau apek, jamur juga dapat memicu reaksi alergi dan gangguan pernapasan pada sebagian orang. Karena itu, segera periksa area yang memiliki noda kehitaman, kehijauan, atau permukaan yang terlihat berbulu.

Untuk area jamur yang kecil, gunakan metode pembersihan yang sesuai dengan jenis permukaan dan petunjuk produk pembersih. Kenakan sarung tangan serta pelindung pernapasan, dan pastikan ruangan memiliki ventilasi yang memadai. Jangan mencampurkan pemutih dengan cuka, amonia, atau bahan pembersih lainnya karena dapat menghasilkan gas berbahaya. Jika pertumbuhan jamur meluas, berulang, atau berasal dari bagian dalam dinding, pertimbangkan meminta bantuan tenaga profesional.

Tips Tambahan agar Rumah Tetap Segar Selama Musim Hujan

Selain melakukan beberapa cara di atas, ada kebiasaan sederhana yang bisa membantu menjaga kondisi rumah tetap nyaman selama musim hujan, antara lain:

  • Segera lap lantai yang terkena cipratan air hujan agar tidak meninggalkan kelembapan.
  • Gunakan keset penyerap air di dekat pintu masuk untuk mengurangi air yang terbawa alas kaki.
  • Jangan memasukkan sepatu atau sandal basah langsung ke dalam rak tertutup.
  • Buang sampah organik setiap hari agar tidak menimbulkan aroma menyengat.
  • Periksa bagian bawah wastafel dan area dapur untuk memastikan tidak ada kebocoran.
  • Hindari menutup seluruh ventilasi rumah sepanjang hari jika kondisi udara luar memungkinkan untuk pertukaran udara.
  • Gunakan alat pengukur kelembapan agar kondisi ruangan lebih mudah dipantau.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah mengatasi sumber kelembapan, bukan sekadar menghilangkan aromanya. Rumah yang memiliki sirkulasi udara baik, bebas kebocoran, dan rutin dibersihkan akan lebih mudah terhindar dari bau apek meskipun intensitas hujan sedang tinggi.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Membuat Rumah Tidak Bau Apek Saat Musim Hujan

1. Apa penyebab rumah bau apek saat musim hujan?

Rumah bau apek biasanya disebabkan oleh kelembapan tinggi, sirkulasi udara buruk, pakaian basah yang menumpuk, serta pertumbuhan jamur dan lumut.

2. Bagaimana cara menghilangkan bau apek di dalam rumah?

Bersihkan sumber bau, keringkan area yang lembap, perbaiki kebocoran, dan tingkatkan sirkulasi udara menggunakan jendela atau kipas angin.

3. Apakah kopi bisa menyerap bau apek di rumah?

Bubuk kopi kering dapat membantu menyerap sebagian aroma tidak sedap, tetapi tidak mengatasi sumber kelembapan atau pertumbuhan jamur.

4. Berapa tingkat kelembapan ideal di dalam rumah?

Kelembapan relatif sekitar 30–50 persen umumnya nyaman dan membantu mengendalikan pertumbuhan jamur. Usahakan tidak membiarkannya terus-menerus di atas 60 persen.

5. Bagaimana cara mencegah lemari pakaian bau apek saat musim hujan?

Simpan pakaian dalam kondisi benar-benar kering, bersihkan lemari secara rutin, buka pintunya sesekali, dan gunakan penyerap kelembapan khusus lemari.

Rekomendasi