Musim hujan sering kali membawa tantangan tersendiri bagi pemilik rumah, terutama untuk area teras. Kelembapan yang tinggi menjadi pemicu utama pertumbuhan jamur, yang tidak hanya merusak estetika tetapi juga dapat mengurangi fungsionalitas ruang terbuka ini.
Oleh karena itu, pemilihan material penutup teras yang tepat menjadi sangat krusial untuk menjaga area ini tetap bersih dan terawat sepanjang tahun. Memilih material yang tahan terhadap kelembapan dan jamur adalah langkah awal yang cerdas.
Dengan kombinasi material yang sesuai dan kebiasaan pembersihan yang baik, teras rumah Anda bisa tetap menjadi tempat yang nyaman dan indah, bahkan di tengah guyuran hujan. Berikut pilihan material penutup teras yang tidak mudah berjamur saat musim hujan, Merdeka.com, Jumat (23/10/2026).
Advertisement
1. uPVC (Unplasticized Polyvinyl Chloride)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380786/original/006967200_1792738540-Untitled.jpg)
uPVC menjadi pilihan penutup teras yang tahan terhadap kelembapan dan perubahan cuaca. Material ini tidak menyerap air sehingga tidak mudah mengalami pelapukan akibat hujan. Permukaannya juga relatif mudah dibersihkan dari debu dan kotoran yang dapat memicu pertumbuhan jamur.
Selain itu, uPVC memiliki bobot ringan, tahan korosi, dan tersedia dalam desain berongga yang membantu meredam suara hujan. Dengan pemasangan yang tepat, material ini cocok digunakan sebagai atap kanopi teras.
Advertisement
2. Polycarbonate
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380787/original/013473800_1792738540-q.jpg)
Polycarbonate merupakan material penutup teras yang ringan, kuat, dan tersedia dalam berbagai pilihan warna serta tingkat transparansi. Bahan ini memungkinkan cahaya alami masuk sehingga teras tetap terang meskipun menggunakan kanopi. Polycarbonate juga tidak mudah berkarat dan memiliki permukaan yang relatif mudah dibersihkan.
Agar lebih tahan terhadap cuaca, pilih produk dengan lapisan pelindung ultraviolet (UV). Pemasangan dengan kemiringan yang sesuai membantu air hujan mengalir lancar sehingga mengurangi risiko genangan dan penumpukan kotoran.
Advertisement
3. Galvalum
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380788/original/019760400_1792738540-Untitled1.jpg)
Galvalum terbuat dari baja yang dilapisi campuran aluminium dan seng untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Material ini cocok digunakan sebagai atap teras karena tidak menyerap air dan mampu menghadapi paparan hujan maupun panas matahari. Permukaannya juga relatif mudah dibersihkan sehingga kotoran tidak mudah menumpuk.
Meski demikian, lapisan pelindung galvalum tetap perlu dijaga agar tidak tergores atau rusak. Pastikan sambungan dan bagian pemotongan terlindungi dengan baik untuk membantu mencegah karat.
Advertisement
4. Baja Ringan
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380789/original/025902300_1792738540-hl1.jpg)
Baja ringan sering digunakan sebagai rangka kanopi karena bobotnya ringan, kuat, dan relatif mudah dipasang. Material ini biasanya dilengkapi lapisan pelindung untuk membantu menghambat korosi akibat paparan kelembapan.
Baja ringan sendiri bukan material yang sepenuhnya bebas dari karat, terutama jika lapisannya rusak atau air menggenang pada sambungan. Agar teras lebih tahan terhadap cuaca, gunakan rangka baja ringan berkualitas dan padukan dengan penutup atap yang sesuai, seperti polycarbonate, galvalum, atau uPVC.
Advertisement
5. WPC (Wood Plastic Composite) Decking
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380790/original/032203100_1792738540-Untitled2.jpg)
WPC decking merupakan material komposit yang terbuat dari campuran serat kayu dan plastik. Bahan ini dapat digunakan untuk melapisi lantai teras karena lebih tahan terhadap kelembapan dibandingkan kayu alami pada umumnya. WPC juga tidak mudah lapuk dan cenderung lebih tahan terhadap serangan rayap.
Meski demikian, kotoran dan air yang terjebak di antara papan tetap dapat memicu pertumbuhan jamur pada permukaan. Karena itu, pastikan pemasangannya memiliki drainase yang baik dan lakukan pembersihan secara berkala.
Advertisement
6. Kaca Tempered
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380791/original/038815900_1792738540-14f681fc-d3ea-4483-9422-79392a55e85e.jpg)
Kaca tempered dapat menjadi pilihan penutup kanopi teras bagi kamu yang menyukai tampilan modern dan elegan. Permukaannya tidak menyerap air sehingga relatif mudah dibersihkan dari debu, noda, dan kotoran. Material ini juga tidak mudah berkarat atau lapuk akibat kelembapan.
Namun, kaca dapat menjadi licin dan memperlihatkan noda air setelah hujan, sehingga pembersihan tetap diperlukan. Gunakan kaca dengan spesifikasi yang sesuai untuk kanopi, serta pastikan rangka, ketebalan kaca, dan sistem pemasangannya dirancang oleh tenaga profesional.
Advertisement
7. Fiberglass
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380792/original/043741800_1792738540-Untitled3.jpg)
Fiberglass merupakan material penutup teras yang relatif ringan, tidak mudah berkarat, dan tersedia dalam pilihan transparan maupun berwarna. Bahan ini dapat membantu melindungi area teras dari hujan tanpa membuat ruangan sepenuhnya gelap. Beberapa produk dilengkapi lapisan pelindung UV untuk membantu mengurangi dampak paparan sinar matahari.
Agar tidak mudah ditumbuhi lumut atau jamur pada permukaannya, pilih produk berkualitas dan pastikan air hujan tidak menggenang. Pembersihan berkala juga diperlukan untuk menghilangkan debu serta kotoran yang menempel.
Advertisement
8. Conwood
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380793/original/048744400_1792738540-Untitlede.jpg)
Conwood merupakan material berbahan dasar semen yang dirancang menyerupai tampilan kayu alami. Material ini dapat digunakan untuk elemen dekoratif teras, termasuk plafon atau bagian penutup tertentu, sesuai spesifikasi produknya.
Dibandingkan kayu alami, Conwood tidak mudah lapuk akibat rayap dan memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai kondisi cuaca jika dipasang dengan benar. Namun, material ini bukan berarti sepenuhnya kebal terhadap jamur. Permukaan yang terus-menerus lembap tetap berisiko ditumbuhi jamur, terutama jika ventilasi dan sistem drainase kurang memadai.
Advertisement
9. Tirai Outdoor
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9291847/original/088455900_1783578910-c1ec7313-3893-4308-9354-29d7c3464826.jpg)
Tirai outdoor, seperti roller blinds, monsoon blinds, tirai bambu, dan tirai PVC transparan, dapat membantu mengurangi tampias hujan pada teras. Beberapa jenis menggunakan bahan sintetis yang tahan air dan dirancang untuk penggunaan luar ruangan. Tirai ini juga fleksibel karena bisa dibuka atau digulung ketika tidak diperlukan.
Agar tidak mudah berjamur, pilih bahan yang sesuai untuk area outdoor, pastikan tirai dapat dikeringkan setelah terkena hujan, dan hindari menggulungnya saat masih basah. Perawatan tetap bergantung pada jenis bahan yang digunakan.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Material Penutup Teras untuk Musim Hujan
Apa saja material penutup teras yang tidak mudah berjamur saat musim hujan?
Beberapa pilihannya adalah uPVC, polycarbonate, galvalum, baja ringan, WPC decking, kaca tempered, fiberglass, Conwood, dan tirai outdoor. Ketahanan terhadap jamur bergantung pada jenis material, pemasangan, serta perawatannya.
Mengapa material penutup teras perlu tahan terhadap kelembapan?
Kelembapan tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan lumut, terutama pada permukaan yang kotor dan sulit kering. Material yang tahan air dan mudah dibersihkan membantu menjaga teras tetap bersih serta terawat.
Material apa yang cocok untuk kanopi teras saat musim hujan?
uPVC, polycarbonate, dan galvalum bisa menjadi pilihan karena relatif tahan terhadap cuaca dan tidak mudah lapuk akibat air. Pilih material sesuai kebutuhan, lalu pastikan kemiringan atap dan saluran air berfungsi dengan baik.
Bagaimana cara mencegah jamur pada penutup teras saat musim hujan?
Bersihkan penutup teras secara rutin, pastikan air hujan tidak menggenang, dan jaga sirkulasi udara tetap baik. Jika menggunakan tirai outdoor, keringkan sebelum digulung agar kelembapan tidak terperangkap dan memicu pertumbuhan jamur.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380785/original/000425700_1792738540-6832114a-243f-4849-87d4-fdd2d060a300.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473373/original/045323500_1768437046-Vertikal_Garden_Bambu_di_Balkon.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380690/original/094340700_1792732199-Gemini_Generated_Image_vme9avvme9avvme9.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380683/original/007335000_1792731204-Gemini_Generated_Image_dig7badig7badig7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380637/original/066555300_1792728935-11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9380547/original/017194800_1792723871-02933fbd-52ff-414b-8514-3acff03c4fa2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2882269/original/040843200_1565833965-bush-262722_1920.jpg)