Keset tebal terlihat kering di permukaan, tetapi bagian dalamnya masih basah dan menyimpan air. Sisa kelembapan yang tertahan di serat tebal ini jadi sumber bau apek dan jamur. Tips mengeringkan keset tebal agar bagian dalamnya tidak lembap jadi hal yang banyak dicari pemilik rumah, terutama saat musim hujan tiba.
Masalah ini sering muncul karena cara menjemur yang keliru. Keset hanya dibalik sebentar, lalu dianggap kering padahal bagian tengahnya masih menyimpan air dalam jumlah banyak. Jamur bisa tumbuh dalam waktu singkat jika kondisi ini dibiarkan terus-menerus. Kaki yang menginjak keset basah pun ikut lembap dan membawa bau ke seluruh ruangan.
Berikut ini adalah lima tips mengeringkan keset tebal agar bagian dalamnya tidak lembap yang telah dirangkum Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026). Ikuti tips-tips di bawah ini supaya karpet tidak bau apek dan berjamur.
Advertisement
1. Kibas dan Sikat Keset Sebelum Dijemur
Langkah pertama sebelum menjemur adalah mengeluarkan air dan kotoran yang menempel di serat keset tebal. Angkat keset dari lantai, lalu kibas beberapa kali dengan gerakan cukup kuat untuk melepas debu, pasir, dan sisa kotoran yang terselip di sela-sela benang. Proses ini membuat serat lebih renggang sehingga udara bisa masuk lebih dalam saat pengeringan berlangsung nanti.
Setelah dikibas, sikat permukaan keset dengan sikat berbulu kaku searah serat agar kotoran yang menempel kuat ikut terangkat. Sikat membantu mengangkat sisa debu yang tidak lepas hanya dengan dikibas, sekaligus membuka serat yang menggumpal akibat tekanan dari pijakan kaki setiap hari. Serat yang terbuka akan lebih cepat melepas air saat proses penjemuran dimulai.
Kalau keset basah karena tumpahan air atau bekas hujan, peras bagian yang bisa dilipat sebelum dijemur ke tempat terbuka. Air yang keluar lebih dulu akan mengurangi beban kelembapan yang harus diuapkan oleh sinar matahari dan angin, sehingga waktu pengeringan jadi lebih singkat dan bagian dalam keset tidak lama-lama menyimpan air.
Advertisement
2. Jemur dengan Posisi Berdiri dan Bagian Dalam Menghadap Matahari
Menjemur keset tebal secara rebah di lantai membuat bagian bawah tidak pernah terkena sinar matahari langsung sepanjang hari. Gantung keset pada tali jemuran atau pagar, lalu posisikan berdiri agar kedua permukaan terkena cahaya secara merata, bukan hanya satu sisi saja yang biasa menghadap ke atas setiap kali dijemur. Posisi berdiri juga mempercepat sirkulasi udara di sekitar keset.
Bagian dalam keset biasanya menyimpan air paling banyak karena posisinya menempel ke lantai setiap hari saat dipakai. Balik keset setiap beberapa jam agar bagian dalam juga mendapat paparan matahari langsung, bukan hanya permukaan atas yang biasa terlihat dari luar rumah oleh orang yang lewat. Pembalikan rutin ini mencegah satu sisi menjadi lebih cepat kering daripada sisi lainnya.
Pilih waktu jemur saat matahari sedang terik, biasanya pada rentang siang hari antara pukul sepuluh hingga pukul dua. Hindari menjemur keset di tempat teduh karena proses penguapan air akan berjalan jauh lebih lambat, sehingga bagian dalam tetap lembap meski sudah dijemur seharian penuh dari pagi sampai sore. Jam-jam tersebut memberi paparan panas paling maksimal dalam sehari.
Advertisement
3. Manfaatkan Kipas Angin saat Cuaca Mendung
Saat musim hujan atau cuaca mendung, sinar matahari tidak selalu tersedia untuk membantu proses pengeringan keset tebal di rumah. Letakkan keset di ruangan dengan ventilasi terbuka, lalu arahkan kipas angin langsung ke permukaan keset agar udara terus bergerak dan membawa kelembapan keluar dari serat bagian dalam. Cara ini efektif meski tanpa bantuan sinar matahari sama sekali.
Posisikan keset berdiri atau digantung tepat di depan kipas, bukan direbahkan begitu saja di lantai ruangan tertutup. Udara yang mengalir dari bawah ke atas membantu menembus serat tebal lebih merata dibanding keset yang hanya diletakkan datar di satu sisi ruangan yang kurang mendapat aliran udara segar. Posisi ini membuat proses pengeringan berjalan lebih cepat dan merata.
Nyalakan kipas selama beberapa jam secara berkala, lalu cek bagian dalam keset dengan memegangnya langsung menggunakan telapak tangan. Kalau masih terasa dingin dan berat, lanjutkan proses pengeringan karena tanda tersebut menunjukkan air masih tertahan di serat bagian dalam dan belum benar-benar menguap sepenuhnya. Ulangi pengecekan ini sampai seluruh bagian keset terasa benar-benar kering.
Advertisement
4. Jangan Melipat atau Menumpuk Keset saat Proses Pengeringan
Melipat keset yang masih basah membuat dua permukaan saling menempel dan menahan kelembapan di antara lipatan tersebut untuk waktu yang lama. Udara tidak bisa masuk ke bagian yang terlipat, sehingga area itu tetap basah meski bagian luar keset sudah terasa kering saat disentuh dengan tangan. Kondisi ini justru mempercepat tumbuhnya jamur di bagian yang tersembunyi.
Hindari juga menumpuk beberapa keset sekaligus dalam satu jemuran yang sama, meski ruang jemur terbatas di rumah. Tumpukan membuat sirkulasi udara di antara keset terhambat, dan keset yang berada di bagian bawah tumpukan hampir tidak mendapat paparan sinar matahari maupun angin sama sekali sepanjang hari. Jemur satu per satu meski prosesnya memakan waktu lebih lama.
Beri jarak antar-keset saat menjemur lebih dari satu buah sekaligus di area yang sama. Jarak ini memastikan setiap sisi keset mendapat aliran udara yang cukup, sehingga proses penguapan air berjalan merata dari ujung ke ujung tanpa ada bagian yang tertinggal basah lebih lama dari bagian lainnya. Jarak sekitar sepuluh sentimeter sudah cukup untuk menjaga aliran udara.
Advertisement
5. Simpan di Tempat Kering Setelah Proses Penjemuran Selesai
Setelah dijemur, jangan langsung meletakkan keset di lantai yang lembap atau area dekat sumber air seperti kamar mandi dan dapur. Permukaan lantai yang basah akan menyerap kembali kelembapan dari udara sekitar ke dalam serat keset yang baru saja kering, sehingga usaha menjemur sebelumnya jadi sia-sia. Pilih tempat yang kering dan punya sirkulasi udara baik.
Pastikan keset benar-benar kering sebelum digunakan kembali dengan cara meraba bagian dalamnya, bukan hanya permukaan atas yang mudah terlihat. Keset yang masih sedikit lembap sebaiknya dijemur ulang beberapa jam lagi agar tidak langsung lembap kembali setelah dipakai menginjak kaki yang basah atau berkeringat. Kebiasaan ini mencegah bau apek muncul kembali dalam waktu singkat.
Letakkan keset di area dengan sirkulasi udara baik saat tidak sedang dijemur, misalnya dekat pintu yang sering terbuka. Rutin jemur keset dua sampai tiga kali seminggu agar kelembapan tidak sempat menumpuk di bagian dalam serat, sehingga keset tetap nyaman dipakai dan bebas dari bau apek. Jadwal rutin ini lebih mudah dijalankan daripada menjemur hanya saat bau sudah tercium.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mengeringkan Keset Tebal
Berapa lama keset tebal kering sepenuhnya?
Keset tebal biasanya butuh satu sampai dua hari penuh di bawah sinar matahari langsung agar bagian dalamnya benar-benar kering, tergantung ketebalan bahan dan kondisi cuaca.
Apakah keset tebal boleh dijemur terbalik?
Boleh, bahkan dianjurkan. Menjemur keset dalam posisi terbalik membuat bagian bawah yang biasanya lebih lembap ikut terkena sinar matahari dan sirkulasi udara secara langsung.
Bagaimana cara mengeringkan keset tebal saat musim hujan?
Gunakan kipas angin yang diarahkan ke keset di ruangan dengan ventilasi terbuka, sehingga udara tetap bergerak dan membawa kelembapan keluar meski matahari tidak muncul.
Apa tanda keset tebal masih lembap di bagian dalam?
Keset yang masih lembap terasa dingin dan berat saat dipegang, serta muncul bau apek meski bagian permukaannya sudah terasa kering ketika disentuh.
Apakah keset tebal boleh dijemur setiap hari?
Menjemur rutin dua sampai tiga kali dalam seminggu sudah cukup menjaga keset tetap kering, tanpa perlu dilakukan setiap hari secara terus-menerus.