11 Kebiasaan Sepele di Rumah yang Bikin Tagihan Listrik Jebol, Segera Hindari

Kebiasaan sepele di rumah yang bikin tagihan listrik jebol, kenali dan hindari agar pengeluaran tetap hemat.

Selma Intania Hafidha
Oleh Selma Intania Hafidha - Reporter
11 Kebiasaan Sepele di Rumah yang Bikin Tagihan Listrik Jebol, Segera Hindari
Ilustrasi Stop Kontak. (Foto: Neven Krcmarek/Unsplash)

Kebiasaan sepele di rumah yang bikin tagihan listrik jebol sering kali tidak disadari karena terlihat biasa dilakukan setiap hari. Padahal, kebiasaan kecil tersebut dapat membuat konsumsi listrik meningkat dan berdampak pada besarnya biaya yang harus dibayarkan setiap bulan.

Banyak orang mengira tagihan listrik tinggi hanya disebabkan oleh penggunaan peralatan elektronik berdaya besar. Faktanya, ada berbagai kebiasaan sepele di rumah yang bikin tagihan listrik jebol meski terlihat tidak berpengaruh jika dilakukan secara terus-menerus.

Dengan mengetahui penyebabnya sejak dini, Anda bisa mulai mengubah pola penggunaan listrik di rumah menjadi lebih hemat. Beragam kebiasaan sepele di rumah yang bikin tagihan listrik jebol berikut ini layak dihindari agar pengeluaran bulanan lebih terkendali dan penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Berikut Merdeka.com merangkum dari berbagai sumber tentang kebiasaan sepele di rumah yang bikin tagihan listrik jebol, Kamis (23/7/2026).

1. Tidak Mencabut Pengisi Daya dari Stop Kontak

6 Cara Simpel Wujudkan Rumah yang Lebih Ramah Lingkungan
Ilustrasi mencabut perangkat dari stop kontak. (dok HutchRock/pixabay.com)

Membiarkan charger ponsel, laptop, atau perangkat elektronik lain tetap terpasang di stop kontak meski tidak digunakan dapat menyebabkan pemborosan listrik. Kondisi ini dikenal sebagai vampire energy atau daya siaga, yaitu listrik yang tetap mengalir meskipun perangkat tidak sedang dipakai. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menyumbang sekitar 10% dari total tagihan listrik rumah.

2. Membiarkan Alat Elektronik dalam Mode Siaga

Televisi, komputer, konsol game, hingga speaker tetap mengonsumsi listrik saat berada dalam mode standby. Meskipun jumlah dayanya kecil, penggunaan listrik dari beberapa perangkat secara bersamaan akan terus bertambah setiap hari. Sebaiknya matikan perangkat sepenuhnya atau cabut kabelnya jika tidak digunakan dalam waktu lama.

3. Mengisi Daya Ponsel atau Laptop Semalaman

Mengisi daya hingga semalaman memang terasa praktis, tetapi kebiasaan ini membuat listrik tetap terpakai meskipun baterai sudah penuh. Selain meningkatkan konsumsi energi, panas yang dihasilkan juga berpotensi mempercepat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang. Sebaiknya cabut charger setelah proses pengisian selesai.

4. Membiarkan Lampu Menyala saat Tidak Digunakan

Ilustrasi Lampu Bohlam
Ilustrasi Lampu Bohlam (Foto: Free-Photos/pixabay.com)

Menyalakan lampu di ruangan kosong atau pada siang hari ketika cahaya matahari masih cukup merupakan kebiasaan yang sering dianggap sepele. Padahal, penggunaan lampu yang tidak diperlukan akan menambah konsumsi listrik setiap hari. Biasakan mematikan lampu ketika meninggalkan ruangan agar penggunaan energi lebih efisien.

5. Masih Menggunakan Lampu Pijar

Lampu pijar dan beberapa jenis lampu lama membutuhkan daya listrik lebih besar dibandingkan lampu LED. Sebaliknya, lampu LED mampu menghemat energi hingga 50–90% dan memiliki usia pakai yang jauh lebih panjang, bahkan mencapai puluhan ribu jam. Mengganti lampu lama dengan LED menjadi salah satu cara sederhana untuk menekan tagihan listrik.

6. Menyetel AC Terlalu Dingin atau Menyalakannya Terus

Mengatur suhu AC di bawah 24–25 derajat Celsius membuat kompresor bekerja lebih keras sehingga konsumsi listrik meningkat. Begitu pula jika AC terus menyala saat ruangan kosong. Agar lebih hemat, gunakan suhu yang nyaman, manfaatkan fitur timer, dan matikan AC ketika tidak diperlukan.

7. Terlalu Sering Membuka Pintu Kulkas

Tips Ampuh Agar Kulkas Tetap Segar dan Tidak Bau
Ilustrasi Isi Kulkas. (Foto: Max Vakhtbovycn/Pexels)

Setiap kali pintu kulkas dibuka, udara dingin keluar dan suhu di dalam naik. Akibatnya, kompresor harus bekerja lebih lama untuk mengembalikan suhu ke kondisi semula. Bahkan, membuka kulkas selama sekitar 30 detik dapat membuat mesin bekerja hingga puluhan menit. Karena itu, usahakan mengambil semua kebutuhan sekaligus agar pintu kulkas tidak terlalu sering dibuka.

8. Membiarkan Rice Cooker Menyala Seharian

Mode penghangat (warm) pada rice cooker memang lebih hemat dibandingkan mode memasak, tetapi jika dibiarkan aktif sepanjang hari tetap akan mengonsumsi listrik. Bila nasi tidak akan segera dimakan, sebaiknya matikan rice cooker atau nyalakan kembali saat diperlukan agar pemakaian energi lebih efisien.

9. Mencuci Pakaian Sedikit demi Sedikit

Menjalankan mesin cuci untuk mencuci pakaian dalam jumlah sedikit membuat penggunaan listrik menjadi kurang efisien. Mesin tetap menggunakan daya yang hampir sama untuk memutar tabung dan memompa air meski beban cucian ringan. Sebaiknya kumpulkan pakaian hingga kapasitas yang sesuai sebelum mencuci agar lebih hemat listrik dan air.

10. Terlalu Sering Menggunakan Water Heater

Ilustrasi Water Heater
Ilustrasi Water Heater/ Dikreasikan AI

Pemanas air listrik membutuhkan daya yang cukup besar, terutama jika digunakan setiap hari dalam waktu lama atau untuk memanaskan air dalam jumlah banyak. Jika memakai water heater bertangki, panas yang hilang juga membuat alat bekerja lebih keras untuk menjaga suhu air tetap hangat. Gunakan seperlunya agar konsumsi listrik tidak membengkak.

11. Menggunakan Perangkat Elektronik yang Sudah Tua

Peralatan elektronik berusia lama umumnya tidak seefisien produk keluaran terbaru yang telah dilengkapi teknologi hemat energi. Kulkas, AC, mesin cuci, atau televisi lama biasanya memerlukan daya lebih besar untuk menghasilkan kinerja yang sama. Jika memungkinkan, mengganti perangkat lama dengan produk berlabel hemat energi dapat membantu menurunkan tagihan listrik dalam jangka panjang.

Tips Irit Listrik di Rumah

Ilustrasi Mencabut Kabel Peralatan Elektronik dari Stop Kontak/Gemini AI
Ilustrasi Mencabut Kabel Peralatan Elektronik dari Stop Kontak/Gemini AI

1. Manfaatkan Cahaya dan Sirkulasi Udara Alami

Buka jendela serta tirai pada pagi hingga sore hari agar cahaya matahari dan udara segar masuk ke dalam rumah. Cara ini dapat mengurangi penggunaan lampu maupun kipas angin di siang hari sehingga konsumsi listrik menjadi lebih hemat.

2. Pilih Peralatan Elektronik Hemat Energi

Saat membeli peralatan elektronik, pilih produk yang memiliki label hemat energi. Meskipun harganya mungkin sedikit lebih mahal, perangkat seperti AC, kulkas, dan mesin cuci yang hemat energi umumnya menggunakan daya lebih rendah sehingga dapat mengurangi tagihan listrik dalam jangka panjang.

3. Gunakan AC dengan Suhu Ideal

Atur suhu AC pada kisaran 24–26 derajat Celsius agar tetap nyaman tanpa membuat kompresor bekerja terlalu keras. Jangan lupa membersihkan filter AC secara berkala karena filter yang kotor dapat membuat konsumsi listrik menjadi lebih tinggi.

4. Cabut Perangkat Elektronik yang Tidak Digunakan

Biasakan mencabut charger, televisi, dispenser, atau perangkat elektronik lainnya dari stop kontak jika tidak digunakan. Langkah sederhana ini dapat mengurangi konsumsi listrik akibat daya siaga (standby power) yang sering kali tidak disadari.

5. Gunakan Peralatan Listrik Secara Efisien

Operasikan mesin cuci, setrika, atau rice cooker sesuai kebutuhan. Misalnya, kumpulkan pakaian sebelum mencuci dan setrika sekaligus dalam satu waktu agar penggunaan listrik lebih efisien dibandingkan menyalakan alat berulang kali.

6. Lakukan Perawatan Rutin Peralatan Elektronik

Peralatan elektronik yang bersih dan terawat umumnya bekerja lebih optimal serta membutuhkan daya yang lebih rendah. Bersihkan filter AC, kondensor kulkas, maupun komponen lainnya secara berkala agar kinerjanya tetap maksimal dan konsumsi listrik tidak meningkat.

Pertanyaan Seputar Kebiasaan Sepele di Rumah yang Bikin Tagihan Listrik Jebol

Apakah mencabut charger yang tidak digunakan benar-benar bisa menghemat listrik?

Ya. Charger yang tetap terpasang di stop kontak meski tidak digunakan masih dapat mengonsumsi daya listrik dalam jumlah kecil atau dikenal sebagai standby power. Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan ini dapat menambah tagihan listrik.

Mengapa membuka pintu kulkas terlalu sering membuat listrik lebih boros?

Saat pintu kulkas dibuka, udara dingin keluar dan suhu di dalam kulkas meningkat. Akibatnya, kompresor harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan kembali isi kulkas sehingga penggunaan listrik menjadi lebih tinggi.

Apakah membiarkan televisi dalam mode standby tetap memakai listrik?

Benar. Meskipun terlihat mati, televisi yang berada dalam mode standby tetap menggunakan daya listrik agar dapat menyala lebih cepat saat dinyalakan kembali. Karena itu, sebaiknya matikan perangkat sepenuhnya jika tidak digunakan.

Berapa suhu AC yang ideal agar lebih hemat listrik?

Suhu AC yang disarankan berada di kisaran 24–26 derajat Celsius. Pengaturan suhu tersebut umumnya sudah cukup nyaman sekaligus membantu mengurangi beban kerja kompresor sehingga konsumsi listrik lebih efisien.

Apa cara paling mudah untuk mengurangi tagihan listrik di rumah?

Mulailah dengan kebiasaan sederhana, seperti mematikan lampu saat meninggalkan ruangan, mencabut charger yang tidak digunakan, menggunakan lampu LED, menghindari mode standby pada perangkat elektronik, serta memakai peralatan listrik sesuai kebutuhan. Kebiasaan kecil ini dapat membantu menekan tagihan listrik setiap bulan.

Rekomendasi