Pemuda Ini Baru Tahu Sang Ibu Suka Bohong Demi Dia, Kini Punya Nasib Bagus & Bisa Bahagiakan Ibunda

Berikut curhatan pemuda saat tahu sang Ibu suka berbohong demi dia saat masih kecil.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Pemuda Ini Baru Tahu Sang Ibu Suka Bohong Demi Dia, Kini Punya Nasib Bagus & Bisa Bahagiakan Ibunda
Pemuda Ini Baru Tahu Sang Ibu Suka Bohong Demi Dia, Kini Punya Nasib Bagus & Bisa Bahagiakan Ibunda (Merdeka.com)

Sebuah video potret  seorang Ibu dengan tulisan 'Ibu, selama ini kau bohong', viral di media sosial.

Pemilik video tersebut mengungkapkan bahwa Ia baru tahu jika sang Ibu dulu suka berbohong. Namun, kebohongan-kebohongan sang Ibu rupanya demi kehidupan pemuda ini.

Lantas bagaimana curhatan pemuda saat tahu sang Ibu suka berbohong demi dia saat masih kecil? Melansir dari akun TikTok gosankee, Rabu (18/10), simak ulasan informasinya berikut ini.

Pemuda ini membagikan kisahnya yang sering kali dibohongi oleh sang ibu. Khususnya saat Ia masih kecil.

Pemuda ini membagikan kisahnya yang sering kali dibohongi oleh sang ibu. Khususnya saat Ia masih kecil. <br>
Dok. Istimewa

Kebohongan pertama yang ditulisnya adalah mengenai sang ayah. "Saat usiaku 6 tahun aku bertanya ke mana ayah? kau bilang pergi mengaji tapi kenapa ayah tak pernah kembali?," tulisnya.

Kebohongan pertama yang ditulisnya adalah mengenai sang ayah. "Saat usiaku 6 tahun aku bertanya ke mana ayah? kau bilang pergi mengaji tapi kenapa ayah tak pernah kembali?," tulisnya.<br>
Dok. Istimewa

"Ibu bilang bosan makan nasi dan memilih makan singkong, biar aku saja yang mana nasi. Ternyata beras kita habis," ujar pemuda ini menceritakan kebohongan kedua sang Ibu.

"Ibu bilang bosan makan nasi dan memilih makan singkong, biar aku saja yang mana nasi. Ternyata beras kita habis," ujar pemuda ini menceritakan kebohongan kedua sang Ibu. <br>
Dok. Istimewa

"Ibu bilang rendaman daun kopi dan klengkeng lebih enak saat aku minta teh. Ternyata kita tidak memiliki cukup uang untuk membelinya," tulisnya mengungkapkan kebohongan ketiga.

"Ibu bilang rendaman daun kopi dan klengkeng lebih enak saat aku minta teh. Ternyata kita tidak memiliki cukup uang untuk membelinya," tulisnya mengungkapkan kebohongan ketiga. <br>
Dok. Istimewa

"Ternyata Ibu menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupiku kakak, kakek dan nenek," ujarnya menjelaskan alasan di balik kebohongan sang Ibu.

"Ternyata Ibu menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupiku kakak, kakek dan nenek," ujarnya menjelaskan alasan di balik kebohongan sang Ibu.<br>
Dok. Istimewa

"Ibu bilang kita masih punya cukup uang ke dokter saat aku sakit. Ternyata Ibu terpaksa mencari pinjaman pada tetangga," paparnya.

"Ibu bilang kita masih punya cukup uang ke dokter saat aku sakit. Ternyata Ibu terpaksa mencari pinjaman pada tetangga," paparnya. <br>
Dok. Istimewa

"Ibu bilang Ibu cukup punya uang untuk membelikanku buku LKS. Ternyata Ibu menjual anting peninggalan ayah," tulis pemuda ini menceritakan kebohongan sang Ibu lainnya.

"Ibu bilang Ibu cukup punya uang untuk membelikanku buku LKS. Ternyata Ibu menjual anting peninggalan ayah," tulis pemuda ini menceritakan kebohongan sang Ibu lainnya. <br>
Dok. Istimewa

"Ibu bilang uang kita masih cukup untuk beli baju lebaran. Ternyata Ibu jual cincin pemberian ayah," ujarnya meneruskan.

"Ibu bilang uang kita masih cukup untuk beli baju lebaran. Ternyata Ibu jual cincin pemberian ayah," ujarnya meneruskan. <br>
Dok. Istimewa

"Saat ke pasar Ibu bilang jlan kaki lebih sehat sejauh 4 kilometer. Ternyata Ibu berusaha menghemat untuk mengurangi biaya ojek," papar pemuda ini.

"Saat ke pasar Ibu bilang jlan kaki lebih sehat sejauh 4 kilometer. Ternyata Ibu berusaha menghemat untuk mengurangi biaya ojek," papar pemuda ini. <br>
Dok. Istimewa

"Ibu bilang sepatuku masih muat, Ibu suruh aku memakai sepatu dilapisi plastik agar mudah masuk. Ternyata sepatuku kekecilan hingga kakiku lecet namun Ibu tidak punya uang untuk membelikanku yang baru," sambungnya.

"Ibu bilang sepatuku masih muat, Ibu suruh aku memakai sepatu dilapisi plastik agar mudah masuk. Ternyata sepatuku kekecilan hingga kakiku lecet namun Ibu tidak punya uang untuk membelikanku yang baru," sambungnya.<br>
Dok. Istimewa

Pemuda ini mengaku kini dirinya mengetahui kenapa sang Ibu menangis di belakangnya setiap kali berbohong kepadanya. "Kini aku tau kenapa setiap kali Ibu berbohong Ibu menangis di belakangku," ujarnya.

Pemuda ini mengaku kini dirinya mengetahui kenapa sang Ibu menangis di belakangnya setiap kali berbohong kepadanya. "Kini aku tau kenapa setiap kali Ibu berbohong Ibu menangis di belakangku," ujarnya. <br>
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Ia sangat berterima kasih kepada sang Ibu atas semua kebohongan-kebohongan yang terpaksa dilakukannya.

"Aku tahu kau berusaha menjaga hati dan perasaanku agar aku tak berkecil hati, tak rendah diri. Janjimu untuk menjaga dan memperjuangkanku agar bisa setara dengan mereka yang masih memiliki ayah telah kau tunaikan 🥺🙏," tutupnya.

TikTok gosankee

Rekomendasi