Advertisement
Seorang wanita cantik membagikan caranya untuk bisa tinggal di Madinah.
Diketahui, ia awalnya adalah seorang pramugari. Rasa ketertarikan pada Madinah dimulai sejak ia mengantarkan para jemaah dalam penerbangan haji.
Begitu ingin tinggal di sana, wanita ini bahkan rela pensiun dini dari pekerjaannya.
Bukan hal yang mudah bagi dia untuk merealisasikan semua itu. Penuh ujian berliku, begini kisah selengkapnya.
Instagram/anggirospidia
Advertisement
Advertisement
Pensiun Dini jadi Pramugari dan Hijrah
Anggi Rospidia, adalah sosok wanita cantik yang memilih untuk pensiun dini dari pekerjaannya sebagai pramugari. Bukan hal yang mudah, keputusan itu sempat ditentang oleh keluarganya sendiri.
Berbekal niat dan kesungguhan untuk berhijrah, Sang Pencipta memudahkan segala jalan yang ditempuh Anggi. Kini ia mengubah penampilannya dengan mengenakan hijab.
“Aku memutuskan pensiun dini dari pekerjaanku sebagai pramugari di maskapai penerbangan Indonesia tahun 2020, prosesnya enggak mudah. Karena ada pertentangan dari keluargaku sendiri,” papar dia dalam unggahan video Instagram @anggirospidia.
Advertisement
Advertisement
Menikah dengan Suami yang Bekerja di Saudi Arabia
Sembari menunggu segala proses pensiun dininya selesai, Anggi menikah dengan pria yang diketahui bekerja di Saudi Arabia. Di tahun 2021, mereka menjalani hubungan jarak jauh untuk sementara waktu.
Advertisement
“Karena SK pensiun dini aku belum keluar saat itu. Dan akhirnya di Januari 2022 aku resmi tidak lagi bekerja sebagai pramugari,” imbuh dia.
Anggi beranggapan menikah dengan pria yang dicintainya itu juga menjadi bentuk jalur undangannya untuk tinggal di Madinah.
“Aku sudah jatuh cinta sekali dengan Madinah sejak pertama kali datang melaksanakan tugas terbang membawa jamaah Haji di tahun 2017,” cerita Anggi.
Dari situlah, wanita cantik ini kian menguatkan doa-doanya agar bisa tinggal di Madinah. Tak disangka, Sang Pencipta menganugerahkan impiannya jadi kenyataan.
Advertisement
Instagram/anggirsopidia
Advertisement
“Aku akui, proses dan perjalannya tidak mudah dan berliku. Ya inilah keyakinanku, bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, maka aku berdoa dengan sepenuh keyakinanku tak ada keraguan,”
pungkas Anggi menutup ceritanya.