Iran Vs AS Kembali Memanas: Kemampuan Pertahanan Termasuk Program Rudal Bukan Bahan Negosiasi!

Iran juga memperingatkan bahwa kebijakan tekanan dari AS, termasuk blokade di Selat Hormuz, dapat merusak proses perundingan yang sedang berlangsung.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Iran Vs AS Kembali Memanas: Kemampuan Pertahanan Termasuk Program Rudal Bukan Bahan Negosiasi!
Rudal-rudal Iran (aoav.org.uk)

Perbedaan pendapat terkait program nuklir Iran masih menjadi hambatan utama dalam upaya mencapai kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat. Seorang sumber senior Iran kepada Reuters, Senin, menyebutkan bahwa sejumlah isu krusial belum menemukan titik temu, meski kedua negara tengah berpacu mencapai kesepakatan menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dua minggu.

Sumber tersebut menegaskan bahwa aspek pertahanan Iran tidak akan menjadi bahan negosiasi. "Kemampuan pertahanan" Teheran, termasuk program rudalnya, tidak terbuka untuk negosiasi dengan Amerika Serikat.

Iran juga memperingatkan bahwa kebijakan tekanan dari AS, termasuk blokade di Selat Hormuz, dapat merusak proses perundingan yang sedang berlangsung.

"Berlanjutnya blokade AS di Selat Hormuz akan merusak perundingan perdamaian," kata sumber tersebut dikutip dari Middle East Eye, Senin (20/4/2026).

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital perdagangan energi dunia, sehingga setiap eskalasi di kawasan tersebut berpotensi memicu dampak global.

Trump Ancam Serangan Jika Gagal Sepakat

Perang Lawan Iran Makin Panas, Donald Trump Bakal Kirim 10.000 Tentara Darat AS ke Timur Tengah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Agustus 2024. (Dok. AP/Julia Nikhinson) © 2026 Liputan6.com

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya siap mengambil langkah militer jika negosiasi tidak membuahkan hasil. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di dalam pesawat dalam perjalanan kembali ke Washington usai kunjungan ke negara bagian Arizona.

Ia menegaskan bahwa opsi pengeboman tetap terbuka apabila kesepakatan gagal dicapai.

Menanggapi kemungkinan keterkaitan antara kesepakatan Iran dengan situasi di Lebanon, Trump menyebut tidak ada hubungan langsung, meski mengakui adanya kaitan secara psikologis.

“Secara nyata tidak saling terkait, tetapi kita bisa mengatakan ada keterkaitan secara psikologis. Kami akan membantu Lebanon,” ujarnya dikutip dari Anadolu Ajansi.

Isu Pemindahan Uranium dan Tekanan Baru

Trump juga menyinggung wacana pemindahan uranium yang telah diperkaya di Iran. Ia menyatakan bahwa AS ingin bekerja sama dengan Iran untuk membawa seluruh material tersebut ke wilayahnya.

“Kami akan pergi ke Iran, bekerja sama dengan mereka, dan membawa 100 persen itu ke Amerika Serikat. Jika kami tidak mencapai kesepakatan, kami akan melakukannya dengan cara yang sangat berbeda, tidak dengan cara yang bersahabat,” katanya.

Gencatan Senjata Belum Pasti Diperpanjang

Jepang dan Australia Ogah Kirim Kapal ke Selat Hormuz Meski Diminta Trump
Dua perahu tradisional berlayar melewati sebuah kapal kontainer besar di Selat Hormuz, Jumat, 19 Mei 2023. (AP/Jon Gambrell) © 2026 Liputan6.com

Terkait masa gencatan senjata, Trump mengisyaratkan bahwa perpanjangan belum tentu dilakukan jika tidak ada kemajuan dalam negosiasi.

“Mungkin saya tidak akan memperpanjangnya, tetapi (di Hormuz) blokade kami terus berlanjut. Artinya Anda berada di bawah blokade dan, sayangnya, kami harus mulai melakukan pengeboman lagi,” ujarnya.

Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih jauh dari mereda, dengan risiko eskalasi yang tetap tinggi di tengah mandeknya jalur diplomasi.

Rekomendasi