Video detik-detik merekam momen saat helikopter Israel ketakutan dan memilih melarikan diri usai ditembaki oleh para pejuang Hamas, pasukan Brigade Al-Qassam, dibagikan melalui unggahan di akun X @Rd_fas1.
Dalam keterangan unggahan, disebutkan jika helikopter Israel awalnya akan melalukan evakuasi pasukannya yang terluka di wilayah Jabalia, Gaza utara. Para pejuang Hamas pun lalu mengambil kesempatan itu untuk melakukan penyerangan.
"Untuk pertama kalinya, Brigade Al-Qassam menembaki helikopter Zionis yang mendarat untuk mengevakuasi tentara yang tewas dan terluka dari Jabalia," tulis keterangan unggahan di akun X @Rd_fas1.
Dalam video, terlihat beberapa pejuang Hamas bersembunyi dari balik reruntuhan bangunan rumah-rumah warga. Mereka lalu menyerang helikopter Israel yang mendekat menggunakan rudal dan tembakan secara terus menerus.
Tak menyangka akan mendapat serangan masif dari para mujahidin, helikopter Israel pun tampak kewalahan dan memutuskan langsung kabur terbirit-birit meninggalkan wilayah Palestina.
"Tembakan perlawanan yang hebat menghalangi tentara pendudukan untuk mengevakuasi jenazah korban tewas dan terluka di Jabalia hari ini," tulis keterangan unggahan lainnya.
Sejak serangan pertama pada 7 Oktober 2023, Israel masih terus menggempur Palestina hingga saat ini. Serangan sempat berhenti sebentar setelah gencatan senjata sementara, namun hal itu tidak berlangsung lama.
Israel bahkan melakukan serangan mematikan terhadap warga sipil di sekitar titik distribusi bantuan di Jalur Gaza pada Selasa, (3/6/2025) lalu. Kejadian tersebut bahkan disebut PBB sebagai salah satu kejahatan perang.
Blokade Israel yang sudah berlangsung hampir tiga bulan juga menyebabkan krisis pangan akut di Gaza. Harga bahan makanan melonjak hingga 1.400%, dan lebih dari 65.000 anak-anak mengalami malnutrisi akut.
Organisasi Pangan Dunia (WFP) melaporkan kehabisan stok bantuan makanan pada akhir April 2025. Hal itu tentu memperparah kondisi kelaparan di wilayah tersebut. Korban pun terus berjatuhan setiap harinya.
Setidaknya lebih dari 54 ribu warga Palestina tewas dalam genosida Israel sejak Oktober 2023 di Gaza. Kematian yang telah diverifikasi sejauh ini menunjukkan bahwa hampir 70 persen adalah wanita dan anak-anak.
Advertisement