Menjelang laga Timnas Indonesia kontra China pada matchday kesembilan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 di SUGBK, 5 Juni mendatang, pelatih China Branko Ivankovic menyenggol Timnas Indonesia.
Ivankovic menilai menilai Timnas Indonesia bisa menjadi tim yang diperhitungkan karena banyaknya pemain naturalisasi.
“Kami harus bermain dengan 100 persen kemampuan. Indonesia mungkin bukan tim kuat secara tradisional, tapi dengan skuat naturalisasi mereka menjadi lawan yang sulit dihadapi,” ujar Ivankovic dikutip dari Sohu, Rabu (21/5).
Ucapan Ivankovic tentu dapat menjadi bumerang bagi dirinya seperti yang dilakukan oleh Dragan Talajic dan Timnas Bahrain.
Apalagi posisinya saat ini sedang dalam situasi yang kurang menguntungkan dan disebut rawan dipecat akibat hasil buruk yang diperoleh bersama The Dragon.
Ivankovic ternyata juga punya cerita buruk dengan Timnas Indonesia kala menjadi pelatih Oman di Piala Asia 2023 lalu. Ia sempat membawa Indonesia lolos ke babak 16 besar sekaligus mendapat kabar pemecatan dari Federasi Sepak Bola Oman. Seperti apa ulasannya? Simak informasi berikut.
Advertisement
Profil Branko Ivankovic
Branko Ivankovic merupakan seorang pelatih asal Kroasia yang saat ini memegang jabatan sebagai pelatih Timnas China sejak 2024 lalu.
Pelatih berusia 71 tahun tersebut pernah berkarier bersama klub lokal Varteks sejak 1979-1990 sebelum akhirnya memutuskan pensiun dan melanjutkan karier kepelatihan.
Sepanjang kariernya sebagai pelatih, Ivankovic telah malang melintang ke beberapa tim baik klub hingga negara.
Ivankovic memulai dengan melatih sejumlah klub di Kroasia seperti Varteks (1991-1995), Segesta (1995-1996), dan Rijeka (1996-1998). Kariernya memuncak usai ditunjuk sebagai asisten pelatih Timnas Kroasia (1998-1999).
Sukses bersama Kroasia, ia dikontrak klub asal Jerman Hannover 96 pada tahun 1999 dan hanya semusim menukangi klub tersebut.
Setelah dari Jerman, Ivankovic dikontrak Timnas Iran dan memegang jabatan sebagai asisten pelatih, pelatih Iran U-23 dan Timnas Iran sejak 2001-2006.
Sempat kembali ke Kroasia tahun 2006 bersama Dinamo Zagreb, ia kembali ke Asia bersama klub China Shandong Luneng pada tahun 2009.
Setelahnya ia cukup banyak berkarier di timur tengah dengan menukangi Al Ettifaq (2011-2012), Al Wahda (2012-2013), Persepolis (2015-2019), Al Ahli (2019) dan Timnas Oman (2020-2024) sebelum dikontrak Federasi Sepak Bola China (CFA) di awal tahun 2024.
Advertisement
Pernah Untungkan Indonesia di Piala Asia 2023
Branko Ivankovic pernah menguntungkan Timnas Indonesia pada Piala Asia 2023 saat ia melatih Timnas Oman. Pasalnya, ia gagal menang atas Kirgistan di laga penentuan usai hanya bermain imbang 1-1.
Pada saat itu Oman yang memerlukan kemenangan untuk lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2023 setelah di dua laga awal harus takluk dari Thailand 0-2 dan imbang dari Arab Saudi 0-0.
Kemenangan akan membawa mereka lolos ke babak selanjutnya lewat jalur peringkat tiga terbaik.
Sempat unggul lewat gol Muhsen Al-Ghassani, Oman harus gigit jari usai gol Joel Kojo di menit ke-80 memupuskan harapan mereka meraih tiga poin.
Tepat pada Jumat, 26 Januari 2024 Federasi Sepak Bola Oman (OFA) memutuskan untuk memecat Branko Ivankovic karena dianggap gagal membawa Oman melaju ke babak 16 besar Piala Asia 2023.
Advertisement
Banjir Kritik Publik China
Sejak akhir Februari 2024, Ivankovic mengemban jabatan pelatih Timnas China. Meski begitu, perannya tidak mendapat banyak dukungan dari suporter China.
Selain itu, pada Oktober 2024 lalu ia disebut kurang harmonis dengan para asisten dan pemainnya. Ivankovic disebut tidak mampu memenej ruang ganti hingga membuat para pemain China menolak panggilan.
Posisinya sempat terancam hingga diambang pemecatan saat pertemuan pertama dengan Indonesia pada Oktober 2024 lalu. Media Soha menyebut, Ivankovic layak dipecat jika gagal menang atas Indonesia akibat konflik yang terjadi di ruang ganti.
“Konflik internal terjadi sebelum Timnas China menghadapi Indonesia. Pelatih Ivankovic akan disingkirkan jika tidak menang di laga mendatang,” tulis Soha.
Selain itu, tak sedikit media China yang mengkritik gaya bermain Ivankovic yang dianggap membosankan dan sering membuat eksperimen.
Ivankovic dianggap tidak mahir dalam memilih pemain yang diproyeksikan ke dalam skuad Timnas China. Tak hanya itu, beberapa pemain sengaja ia mainkan di posisi yang tidak seharusnya.