Analisis Mengapa Houthi Yaman Tak Takut pada AS & Israel: Punya 1 'Senjata Pusaka' Tak Dimiliki Pihak Lain

Houthi Yaman menunjukkan ketidaktakutan terhadap AS dan Israel berkat dukungan Iran, ideologi kuat, dan kemampuan militer yang meningkat.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Analisis Mengapa Houthi Yaman Tak Takut pada AS & Israel: Punya 1 'Senjata Pusaka' Tak Dimiliki Pihak Lain
Analisis Mengapa Houthi Yaman Tak Takut pada AS & Israel: Punya 1 'Senjata Pusaka' Tak Dimiliki Pihak Lain (Merdeka.com)

Houthi Yaman tak takut serta begitu berani melawan Amerika Serikat dan Israel. Hal ini ditunjukkan Houthi Yaman semenjak Israel melakukan genosida di Gaza, Palestina.

Berbeda dengan negara-negara Arab yang tak bisa apa-apa atas pembantaian yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina di Gaza, Houthi Yaman justru bertindak kongkret tak cuma sekadar mengutuk.

Sebagai bentuk solidaritasnya terhadap warga Palestina di Gaza, Houthi Yaman melancarkan operasi di Laut Merah. Mereka melarang kapal-kapal Israel atau yang memiliki hubungan dengan Israel melintas.

Jika membandel, rudal Houthi Yaman bakal langsung meluncur dan menghancurkan kapal tersebut. Sikap tegas Houthi Yaman membuat Amerika Serikat naik darah.

Negeri Paman Sam pun melancarkan serangan ke wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. Beberapa hari terakhir, AS di bawah Donald Trump terus menerus melancarkan serangan udara yang mengakibatkan hancurnya sejumlah infrastruktur dan korban jiwa.

Namun bukannya takut dan menyerah, Houthi Yaman justru melawan balik. Mereka menyerang kapal induk AS dan Israel dengan rudal-rudal yang mereka miliki.

Apa faktor yang menyebabkan Houthi Yaman begitu bernyali besar melawan AS dan Israel yang notabene memiliki persenjataan canggih jauh di atas Houthi Yaman? Simak ulasannya, Jumat (28/3/20250).

Pengalaman Perang yang Panjang & Taktik Gerilya

Keputusan Terbaru Milisi Houthi: Taktik Zigzag di Yaman
After the release of a ship crew and war detainees, the Houthi militia kidnapped more UN personnel. All humanitarian UN support in the war-torn country is halted. Can the population survive without international help? © 2025 merdeka.com

Houthi telah bertahun-tahun berperang melawan koalisi pimpinan Arab Saudi dan UEA dalam konflik Yaman. Mereka terbukti mampu bertahan dan bahkan melancarkan serangan balik meskipun menghadapi serangan udara besar-besaran.

Tentu saja ini memberi mereka kepercayaan diri dalam menghadapi musuh yang lebih besar. Selain itu, Strategi perang gerilya yang diterapkan oleh Houthi sangat efektif dalam menghadapi kekuatan militer yang lebih besar.

Medan di Yaman yang sulit dan kompleks tentu saja bakal membuat Amerika Serikat berpikir ulang untuk melakukan serangan darat. Negeri pendukung Israel itu kemungkinan besar hanya akan melakukan serangan lewat udara tanpa menerjunkan pasukan darat ke Yaman.

Hal ini tentu juga memberi kepercayaan diri lebih bagi Houthi Yaman. Sebab, mereka begitu menguasai medan jika seandainya AS menurunkan pasukan darat.

Houthi telah menunjukkan kemampuan mereka dengan melancarkan serangan menggunakan drone kamikaze dan rudal balistik, meskipun kekuatan militer mereka jauh lebih kecil dibandingkan AS dan Israel.

Ideologi dan Motivasi Houthi

Parade pasukan Houthi yang siap bertempur di Gaza
Pejuang yang baru direkrut dan bergabung dengan pasukan militer Houthi mengikuti parade pasukan militer yang siap dikirim berperang untuk mendukung Palestina di Jalur Gaza di Sanaa, Yaman (2/12/2023). REUTERS/Khaled Abdullah

Ideologi yang kuat dan motivasi untuk melawan penindasan AS dan Israel menjadi faktor penting dalam keberanian Houthi. 'Senjata pusaka' ini menjadi salah satu kunci utama dalam sebuah perang. Sebab tak semua pihak memiliki faktor yang sangat berpengaruh kepada militansi dalam peperangan ini.

Houthi Yaman melihat konflik ini sebagai perang suci, yang memberikan mereka ketahanan mental dan kesediaan untuk menghadapi risiko yang tinggi. Beberapa poin penting mengenai ideologi Houthi adalah:

  1. Keyakinan bahwa mereka berjuang untuk keadilan dan melawan penindasan AS dan Israel.
  2. Solidaritas terhadap Palestina sebagai alasan moral untuk melawan.
  3. Kepercayaan bahwa perjuangan mereka adalah bagian dari perintah agama.

"Tentu saja kalkulasi keimanan berbeda dengan kalkulasi materi. Sekuat apapun AS, mereka tidak lebih kuat dari Allah SWT," kata pejabat senior Houthi, Mohammed Al-Bukhaiti dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu.

Yasser al-Houri, Sekretaris Dewan Politik Tertinggi Yaman, menyatakan bahwa membela Palestina adalah sama dengan membela diri mereka sendiri dan umat Islam.

"Bangsa dan angkatan bersenjata Yaman menganggap membela Palestina sama halnya membela diri mereka sendiri dan Umat Islam," ungkapnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa ideologi dan motivasi Houthi bukan hanya sekadar politik, tetapi juga berkaitan dengan keyakinan agama dan moral.

Dinamika Geopolitik dan Dukungan Rakyat

Houthi Yaman Nyatakan Perang dengan Israel, Luncurkan Rudal Balistik dan Drone Tempur
Pasukan Houthi © 2023 merdeka.com

Banyak negara dan kelompok di dunia Islam yang mendukung perjuangan Houthi karena mereka membela Palestina. Hal ini memberi mereka legitimasi dan semangat lebih dalam melawan AS dan Israel

Pejabat Houthi, Yahya Saree, menegaskan bahwa Houthi akan terus menghadapi agresi Amerika dan melawan eskalasi dengan eskalasi.

"Houthi terus mencegah navigasi Israel di perairan strategis di lepas pantai Yaman dan akan melaksanakan operasi melawan musuh Israel hingga agresi berhenti dan blokade di Jalur Gaza dicabut," ujarnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Houthi tidak hanya berfokus pada pertempuran lokal, tetapi juga berusaha untuk mempengaruhi dinamika regional.

Dukungan Iran

Parade pasukan Houthi yang siap bertempur di Gaza
Pejuang yang baru direkrut dan bergabung dengan pasukan militer Houthi mengikuti parade pasukan militer yang siap dikirim berperang untuk mendukung Palestina di Jalur Gaza di Sanaa, Yaman (2/12/2023). REUTERS/Khaled Abdullah

Houthi Yaman diyakini menerima dukungan signifikan dari Iran, yang memberikan mereka kepercayaan diri untuk menghadapi kekuatan militer AS dan Israel. Dukungan ini mencakup:

  1. Pendanaan untuk operasional militer Houthi.
  2. Pelatihan militer yang meningkatkan kemampuan tempur mereka.
  3. Penyediaan persenjataan modern yang memungkinkan Houthi untuk melancarkan serangan yang efektif.

Pejabat Houthi, Mohammed Al-Bukhaiti, menegaskan bahwa semua operasi militer mereka hanya ditujukan pada target-target Israel. Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, ia menyatakan;

"Operasi militer kami hanya menargetkan entitas Zionis, dan oleh karena itu, agresi Amerika ini tidak dapat dibenarkan."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Houthi merasa memiliki legitimasi dalam perjuangan mereka melawan Israel, yang dianggap sebagai penindas.

Kegagalan AS dalam Menekan Houthi

Donald Turmp pantau langsung serangan militer AS ke Houthi Yaman
Presiden AS Donald Trump menyaksikan serangan militer yang dilancarkan terhadap Houthi Yaman yang bersekutu dengan Iran atas serangan kelompok tersebut terhadap pengiriman barang di Laut Merah, di lokasi yang tidak disebutkan dalam gambar selebaran ini yang dirilis pada tanggal 15 Maret 2025. ©White House/Handout via REUTERS

Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa pada 2024 lalu telah menyerang wilayah Yaman yang dikuasai Houthi. Hal itu sebagai upaya untuk melumpuhkan Houthi karena melancarkan operasi terhadap kapal-kapal Israel dan yang terkait Israel di laut merah.

Namun, operasi militer barat di era Biden itu tetap saja tak menghentikan Houthi Yaman buat melancarkan operasi di Laut Merah. Kapal-kapal terkait zionis tetap dibumi hanguskan saat melawati laut bersejarah itu.

Hal ini tentu juga berlaku pada saat ini. Meski AS di bawah kepemimpinan Donald Trump terus membombardir wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, tetap saja Houthi tidak menyerah dan justru membalas serangan itu dengan menyerang kapal induk AS dan wilayah Israel menggunakan rudal.

Hal ini memperkuat keyakinan mereka bahwa mereka bisa bertahan dan bahkan menang dalam jangka panjang.

Rekomendasi