Sosok Pendiri Bhayangkari Organisasi Istri Polisi, Ternyata Bukan Wanita Sembarangan

Lena Mokoginta menjadi salah satu penggagas organisasi yang lahir kala itu dan bertahan hingga detik ini. Siapa sangka, Lena ini bukanlah sosok wanita sembarangan.

Billy Adytya Kurniawan
Oleh Billy Adytya Kurniawan - Reporter
Sosok Pendiri Bhayangkari Organisasi Istri Polisi, Ternyata Bukan Wanita Sembarangan
Sosok Pendiri Bhayangkari Organisasi Istri Polisi, Ternyata Bukan Wanita Sembarangan. TikTok/storykawanua©2023 Merdeka.com

Bhayangkari merupakan organisasi istri dari para anggota Polri. Bhayangkari resmi didirikan pada tanggal 17 Agustus 1949 lalu di Yogyakarta oleh Hadidjah Lena Mokoginta Soekanto.

Lena Mokoginta menjadi salah satu penggagas organisasi yang lahir kala itu dan bertahan hingga detik ini. Siapa sangka, Lena ini bukanlah sosok wanita sembarangan.

Lantas siapa sebenarnya wanita yang berhasil mengukir sejarah dan amat berjasa di satuan Polri tersebut? Simak ulasan selengkapnya berikut, Senin (15/5).

Istri Kapolri Pertama

Lena Mokoginta merupakan salah seorang penggagas serta pendiri organisasi istri para anggota Polri, Bhayangkari. Selain itu, wanita kelahiran Kotabangon, Sulawesi ini bukanlah sosok sembarangan.

Seperti dijelaskan dalam unggahan akun Tiktok @storykawanua, Lena merupakan istri kapolri pertama, Soekanto Tjokrodiatmodjo. Wanita anggun ini berasal dari Sulawesi utara.

"Lena Mokoginta lahir pada tanggal 23 Mei 1912 di Kotabangon, Kotamobagu, Sulawesi Utara," jelas dalam keterangan video yang berhasil dikutip.

Putri Perdana Menteri dan Keturunan dari Raja

Melansir dari video tersebut, bahwa menurut buku catatan sejarah Sulawesi Utara (1982), Lena merupakan putri dari seorang Jogugu (Perdana Menteri) Kerajaan Bolaang Mongondow, A.P Mokoginta. TIbunya ternyata adalah putri sulung dari Raja Bolaang Mongondow.

Semasa muda, Lena juga dikenal sebagai sosok yang berpendidikan dan berprestasi. Tak sembarangan, dia menempuh pendidikan di sebuah sekolah terpandang pada zaman itu.

Memiliki orang tua bukan dari kalangan sembarangan membuat istri kapolri pertama itu harus berpindah-pindah sekolah.

Sekolah di MULO

Lena bersekolah di HIS Kotamobagu dan melanjutkan ke MULO di Tondano, Sulawesi Utara. Setelah enam bulan menempuh pendidikan di sana, ia kembali pindah ke MULO Pasar Baru.

Sementara, saat Lena menginjak jenjang kelas dua, Lena pindah ke Christelijke MULO di Gang Menjangan. Lena harus berpindah-pindah sekolah lantaran mengikuti wilayah penugasan sang orang tua.

"Lena harus berpindah-pindah sekolah seperti ini karena pada tahun 1926 orang tua Lena harus berangkat ke Jakarta dan meninggalkan Bolaang Mongondow. Meski di tempat baru, Lena aktif untuk berorganisasi dan di sinilah mengenal Soenarti hingga akhirnya mengenal Soekanto suaminya," jelas keterangan dalam unggahan.

Video Lengkap

Terungkapnya sosok Lena Mokoginta pendiri organisasi Bhayangkari itu ada dalam sebuah video yang begitu menarik simpati lantaran berisi banyak pengetahuan.

Berikut adalah video selengkapnya.

@storykawanua WANITA HEBAT DARI SULUT, PAHLAWAN TANPA TANDA JASA #bhayangkariindonesia #bhayangkari #polri #polriindonesia #kotamobagu #bolaangmongondow #bolmong #sulawesiutara #sulut #kapolri #kapolriindonesia #tondano #menjangan #jakarta #sulut_manado #bolmongraya #kotamobagu_story #fyp ♬ Ibu Kita Kartini (Angklung) - Yona
Rekomendasi