Sebuah potret lawas yang memperlihatkan kekuatan ABRI pada tahun 1966 sukses mencuri perhatian. Tak hanya itu, momen tersebut juga dibarengi dengan pembubaran Partai Komunis Indonesia.
Terlihat pula sambutan masyarakat terhadap keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Lantas bagaimana potret lawas momen keluarnya Supersemar dan pembubaran PKI serta menampilkan kekuatan ABRI?
Melansir dari akun Instagram arsip_indonesia dikutip dari Buku 'Fajar Orde Baru', Senin (13/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Dijelaskan dalam unggahan, Soeharto mendapatkan mandat langsung untuk bergerak cepat membubarkan PKI. Pembubaran tersebut dilakukan sehari setelah keluarnya Supersemar.
"Sehari setelah keluarnya Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret)," tulisnya dalam keterangan foto.
"Letnan Jenderal Soeharto selaku orang yang mendapatkan mandat langsung bergerak cepat dengan membubarkan PKI," lanjutnya.
Advertisement
Soeharto melihat pangkal masalah dari kekacauan negara ada pada PKI. Terlebih setelah tragedi kelam G30S/PKI. Rakyat Indonesia pun juga ingin pemerintah membubarkan partai komunis tersebut.
"Letjen Soeharto melihat pangkal masalah dari kekacauan nasional ada pada PKI setelah tragedi G30S/PKI. Rakyat ingin pemerintah membubarkan PKI," tambahnya.
Advertisement
Soeharto turut melanggengkan keinginan rakyat. Sebelumnya, Presiden Soekarno bersikeras tidak ingin membubarkan PKI.
"Letjen Soeharto pun turut melanggengkan keinginan rakyat itu, karena sebelumnya Presiden Sukarno bersikeras tak mau membubarkan PKI," tutupnya.