Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing dengan Mohammad Natsir. Sosoknya bahkan menjadi teladan sepanjang zaman. Hal ini lantaran Natsir dikenal sebagai sosok yang begitu teguh dan sederhana.
Natsir menjabat sebagai Menteri Penerangan tahun 1946 dan Perdana Menteri Indonesia tahun 1950-1951. Dengan dua jabatan mentereng itu, seharusnya Natsir bisa hidup mewah. Namun, hidupnya jauh dari kaya.
Saat itu Natsir hanya memiliki sebuah mobil De Soto yang sudah tua. Mobil itu susah payah dibelinya dengan menabung bertahun-tahun. Lantas bagaimana momen mahal Natsir bersama istri dan anak?
Melansir dari akun Instagram yusrilihzamhd, Senin (20/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Menteri Teladan Kemeja Bertambal
Kesederhanaan Natsir tercermin dalam berbagai hal. Kemeja lusuhnya yang cuma dua helai, jasnya yang bertambal dan sikapnya yang santun.
Para pegawai kementerian penerangan bahkan pernah urunan membelikan Natsir kemeja baru. Hal itu dilakukan agar Natsir tampak pantas sebagai menteri. Natsir memang teladan yang langka.
"Mengenang salah seorang mujahid Islam di negeri ini: Mohammad Natsir dan Istrinya Umi Nur Nahar," tulisnya dalam keterangan foto.
"Semoga Allah SWT merahmati keduanya," tutupnya.
Advertisement
Momen Mahal Natsir Bersama Istri & Anak
Bukan hanya Natsir, keluarganya pun juga hidup dalam kesederhanaan. Keluarga Natsir sempat kesulitan membeli rumah. Saat menjadi menteri bertahun-tahun mereka harus menumpang hidup di paviliun sahabat Natsir, Prawoto Mangkusaswito, di kampung Bali, Tanah Abang. Ketika pemerintahan RI pindah ke Yogyakarta, Nasir menumpang di paviliun milik keluarga Agus Salim.Baru tahun 1946 akhir, pemerintah kemudian memberikan rumah dinas untuk Natsir. Inilah untuk pertama kalinya keluarga Natsir tidak perlu menumpang lagi. Rumah itu berada di Jl Jawa, Jakarta Pusat.
"Mohammad Natsir, istri dan keluarganya," tulisnya dalam keterangan foto.
Advertisement
Mobil Sederhana
Dalam 'Seri Buku Tempo, Natsir, politik santun di antara dua rezim' dikisahkan suatu hari ada seorang tamu yang datang ke rumah Natsir. Tamu itu berniat memberikan sebuah mobil Chevrolet Impala. Pada tahun 1956 mungkin Chevrolet Impala itu sekelas Toyota Royal Saloon yang biasa digunakan pejabat RI saat ini.Anak-anak Natsir yang menguping pembicaraan tamu dan ayah mereka, sangat gembira. Terbayang betapa nikmatnya mengendarai Chevrolet Impala yang besar dan mewah itu. Tapi harapan mereka buyar. Natsir dengan halus menolak pemberian itu. Lemaslah mereka."Mobil itu bukan hak kita. Lagipula yang ada masih cukup," ujar Natsir menghibur anak-anaknya.
Saat itu Natsir masih menjadi pejabat negara. Dia masih menjadi Ketua Fraksi Masyumi. Kontras benar dengan gaya para pemimpin fraksi saat ini yang bergaya necis dan bermobil mentereng.