Sebuah kejadian di luar nalar terjadi di Banyuwangi Jawa Timur. Seorang pria yang sakit hati karena putus cinta melempar bom molotov ke rumah sang mantan.
Pria itu mengaku bahwa aksinya melempar bom molotov dilakukan karena terinspirasi dari perang Rusia dan Ukraina.
Akibat perbuatannya, pria tersebut kini harus menjalani hukuman. Simak ulasannya sebagai berikut.
Advertisement
Lempar Bom Molotov ke Rumah Mantan
Seorang pria asal Banyuwangi bernama Supriyadi nekat melakukan tindakan yang sangat membahayakan karena melempar bom molotov ke rumah sang mantan.
Selain melempar bom molotov ke rumah mantan, Supriyadi juga sempat membakar kursi di depan rumah dan sebagian teras rumah korban.
Bom molotov yang dilempar oleh Supriyadi ke rumah mantannya rupanya merupakan sebuah bom yang dirakitnya sendiri dari botol anggur merah yang diberi sumbu dari dakorn.
Advertisement
Sakit Hati karena Putus Cinta
Aksi pelemparan bom molotov yang membahayakan nyawa itu dilakukan Supriyadi bukan tanpa alasan. Ia melempar bom tersebut karena ia mengaku sakit hati karena putus setelah pacaran selama tujuh bulan.
Pacar Supriyadi yang berstatus janda dua anak tersebut memutuskan hubungan dengannya dan menolak ketika diajak untuk balikan.
Aksi pelemparan itu dilakukan pada sekitar pukul 03.30 WIB dengan sebuah bom yang berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.
Advertisement
Mengaku Belajar dari Perang Rusia dan Ukraina
Pria berusia 27 tahun itu melakukan pelemparan bom molotov ke rumah sang mantan rupanya merupakan hasil belajar dari perang yang terjadi antara perang Rusia dan Ukraina.
Hal itu ia akui sendiri ketika ditanya oleh wartawan di sebuah pers konferens dan didampingi oleh Polisi.
“Belajar dari mana buat bom molotov?” tanya wartawan.
“Dari perang Rusia dan Ukraina, pak,” jawab Supriyadi.
Advertisement
1 Bom Tidak Meledak
Dari dua bom yang dilemparkan oleh Supriyadi hanya satu yang berhasil meledak sehingga membakar kursi rumah korban sedangkan satu bom lagi gagal.
”Ternyata ada dua bom molotov yang dirakit oleh pelaku, satu bom dari botol anggur merah dan satu bom lagi dari botol minuman energy M-150 satu bom molotov tidak meledak dan tergeletak di TKP,” terang Humas Polresta Banyuwangi, Iptu Agus Winarno.