Gangguan kepribadian dependen adalah kondisi di mana seseorang memiliki kecemasan berlebih dan tak beralasan yang membuat mereka merasa tidak dapat melakukan beberapa hal sendirian.
Biasanya, orang dengan gangguan kepribadian ini akan selalu merasa perlu diperhatikan dan sangat cemas jika ditinggalkan atau dipisahkan dari seseorang yang ia anggap penting dalam hidupnya.
Orang yang mengidap gangguan kepribadian dependen biasanya terlihat pasif dan tidak percaya akan kemampuan dirinya. Hal tersebut tentu berdampak pada kemampuan mereka dalam menjalani hidup, terutama dalam bersosialisasi dan bekerja.
Orang yang memiliki gangguan kepribadian dependen juga rentan mengalami depresi, fobia, dan penyimpangan perilaku. Salah satunya penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Lalu, apa penyebabnya? Simak ulasan selengkapnya:
Advertisement
Penyebab Gangguan Kepribadia Dependen
Melansir dari laman hellosehat, disebutkan jika sampai saat ini belum diketahui pasti apa penyebab utama seseorang mengalami gangguan ini. Namun, para ahli berpendapat jika hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi biopsikososial penderita.
Pertama, kepribadian terbentuk dari bagaimana interaksi penderita dalam keluarga dan pertemanan masa kecilnya. Kemudian ada faktor psikologis berkaitan dengan bagaimana suatu lingkungan sosial, terutama keluarga, membentuk pola pikir seseorang dalam menghadapi suatu masalah.
Namun, genetik juga disebut bisa juga memengaruhi kecenderungan seseorang memiliki kepribadian dependen. Sebab genetik juga memiliki andil dalam membentuk kepribadian seseorang.
Selain itu beberapa jenis pengalaman juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan kepribadian dependen, di antaranya:
- Trauma akibat ditinggalkan seseorang
- Mengalami tindakan kekerasan
- Berada di dalam hubungan yang abusif dalam waktu lama
- Trauma masa kecil
- Pola asuh orang tua yang otoriter
Advertisement
Gejala Seseorang Alami Gangguan Kepribadian Dependen
Seperti yang sudah disebutkan di atas, jika seseorang apat dikatakan mengalami gangguan kepribadian dependen saat ia memiliki ketergantungan berlebih terhadap orang lain.Namun, kondisi ini cederung lebih mudah dikenali saat memasuki usia dewasa awal. Tanda dari gangguan kepribadian dependen akan cenderung sulit dikenali jika penderitanya masih dalam usia anak-anak atau remaja.Adapun beberapa tanda umum saat seseorang mengalami kondisi ini, seperti:1. Kesulitan mengambil keputusan Pengidap gangguan ini biasanya cenderung akan terus meminta nasihat dan merasa perlu seseorang untuk meyakinkan akan pilihan yang dibuatnya.2. Sulit menunjukan rasa tidak setujuKarena mereka cemas akan kehilangan bantuan dan pengakuan dari orang lain maka orang dengan gangguan ini biasanya cenderung akan bersikap sulit mengungkapkan rasa tidak setujunya. 3. Kurang inisiatif Selalu menunggu orang lain untuk memintanya melakukan sesuatu hal dan merasa tidak nyaman untuk melakukan sesuatu atas sukarela.4. Merasa tidak nyaman saat sendiri Penderita gangguan ini biasany cenderung mengalami ketakutan abnormal bahwa ia tidak akan bisa melakukan sesuatu hal sendirian.
Kesendirian juga dapat membuat penderita gangguan ini mengalami rasa gugup, cemas, merasa tidak berdaya hingga memicu panic attack.5. Sulit memulai sesuatu pekerjaan sendiri Ciri ini cenderung disebabkan ketidakyakinan akan kemampuannya dibandingkan oleh rasa malas dan kurangnya motivasi6. Selalu mencari ikatan dengan orang lain Penderita gangguan dependen cenderung akan selalu mencari ikatan dengan orang lain. Terutama ketika putus dari suatu hubungan, karena memiliki pandangan bahwa suatu hubungan merupakan sumber dari perhatian dan bantuan.
Advertisement
Bagaimana Cara Atasinya
Sama seperti gangguan kepribadian lain, kondisi ini juga membutuhkan bantuan ahli profesional untuk memastikannya. Gangguan kepribadian dependen cenderung bertahan dalam waktu yang lama namun dapat mengalami penurunan intensitas seiring dengan bertambahnya usia. Menurut sebuah laporan dalam Graduate Journal of Counseling Psychology tahun 2009, diagnosis gangguan kepribadian ini lebih banyak ditemukan pada perempuan ketimbang laki-laki, meskipun ada penelitian lainnya yang menunjukkan prevalensi yang sama.Lelaki dikatakan lebih tinggi kemungkinannya untuk mengenali dan mengakui sifat atau perilaku ketergantungan terhadap orang lain ini. Penanganan sedini dapat membantu mencegah perkembangan gangguan ini menjadi komplikasi. Mengutip Cleveland Clinic dan Healthline, komplikasi yang bisa muncul dari gangguan dependen yang tidak ditangani adalah gangguan kecemasan, depresi, fobia tertentu, serta penyalahgunaan zat.
Advertisement
Terapi yang Dilakukan
Terapi dalam mengatasi gangguan kepribadian dependen cenderung tidak menggunakan obat namun melalui psikoterapi dengan metode terapi bicara.
Ini juga disarankan untuk tidak dilakukan dalam jangka waktu lama.
Sebab, bisa saja memicu ketergantungan. Tujuannya untuk menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersosialisasi dan membantu penderita memahami kondisinya. Untuk mencegah gangguan ini menurun pada anak, hindari pola asuh yang otoriter. Utamakan untuk membangun lingkungan keluarga yang mendorong kemampuan interpersonal dan sosial anak.