HUT PDIP baru saja diselenggarakan di JIEXpo Kemayoran, Jakarta pada Selasa (10/1) kemarin. Megawati selaku Ketum memberi pidato politik di hadapan kader dan sejumlah tamu undangan.
Di sela-selanya, Presiden RI ke-5 tersebut turut memperkenalkan cucu. Keduanya direstui terjun ke politik.
Seperti apa momennya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Advertisement
Megawati Lega di HUT PDIP ke-50
Pandemi Covid-19 yang melanda RI pada tahun 2019 silam membuat sejumlah aktivitas publik dibatasi. Tak ada kerumunan hingga pertemuan dalam jumlah besar.
Tak terkecuali dengan perayaan HUT PDIP. Semua anggota diketahui turut merayakan hari jadi PDIP secara virtual beberapa tahun belakangan.
Setelah terlepas dari pandemi Covid membuat Megawati Soekarnoputri merasa lega. Salah satunya lantaran dapat bertatap muka dengan para anggota hingga kader dari partai yang identik berwarna merah tersebut.
"Saya tidak muncul bertatap muka seperti ini sudah hampir 3 tahunan, jadi saya ingin tahu pasukan saya ini masih ada apa tidak. Ternyata Alhamdulillah," ungkap Mega pada pidato politiknya.
Advertisement
Kenalkan Cucu
Membahas berbagai hal, Mega tak ketinggalan turut memperkenalkan sosok anggota keluarga di depan para hadirin. Kedua sosok tersebut ialah cucu yang merupakan buah hati dari Ketua DPR sekaligus putri Megawati, Puan Maharani.
"Itu ada dua cucu saya, ayo berdiri coba nih ayo jangan malu sayang. Nih tuh, ini putra putrinya Mbak Puan," ungkapnya.
Disebut Mega, kedua cucunya yang hadir dalam pakaian serba merah hingga hitam tersebut penasaran. Keduanya secara lebih lanjut ingin memahami dunia politik dari kacamata partai yang dipimpin sang nenek.
"Mereka kenapa mau ikut? Karena katanya mau tahu ah, kalau masuk politik itu gimana," imbuhnya.
Advertisement
Restui Cucu Terjun ke Politik
Di sela-sela perkenalan tersebut, Mega mengungkap salah satu percakapan dengan sang cucu. Diungkapnya, kedua putra putri Puan itu berterus terang ingin terjun ke dunia politik bak sang ibu beserta nenek tercinta.
Salah satunya pun turut melempar pertanyaan mengenai izin. Sang cucu secara langsung menyampaikan izin mengenai kehendaknya yang ingin masuk dan berkiprah di dunia politik.
"Mumu kalau saya mau masuk politik boleh enggak?" tiru Mega.
Tak butuh waktu lama untuk berpikir, Mega pun memberi jawaban pasti di hadapan banyak anggota partai kala itu. Bukan menggunakan ungkapan atau ucapan, Mega hanya memberi isyarat. Seketika, Mega langsung memperagakan dua jempol tanda setuju.
Advertisement
Mega Beri Pesan Menohok
Terlepas dari hal tersebut, dalam pidato politiknya Mega secara langsung meminta para kadernya agar lebih menggunakan emosional dalam melihat kondisi rakyat yang kesulitan. Menurut pandangannya, masih banyak rakyat yang membutuhkan bantuan partai seperti mereka yang tinggal di kolong jembatan.
"Kalau kita menengok rakyat, sebenarnya kita punya apa sih? lihat gitu loh, banyak masih yang berada di bawah dalam ukuran sisi ekonomi," kata Megawati dalam pidato HUT ke-50 PDIP, seperti dikutip dari siaran daring.
Megawati lantas meminta para kader PDIP menempatkan mereka yakni rakyat yang tinggal di kolong jembatan ditaruh di tempat yang layak dan wajar. Dia mengaku, fenomena seperti itu ada di Ibu Kota Negara, Jakarta.
Karenanya, Megawati mengaku kesal, mengapa para kader PDIP di DKI Jakarta tidak memperhatikan hal tersebut.
"Di Jakarta tuh banyak loh, ayo angkat tangan dari DKI, kurang kelihatan! ayo berdiri dan angkat tangan! hayo lihat kesengsaraan yang masih ada di ibu kota Republik Indonesia ini!," seru Megawati.
"Coba dong, apa kalian tidak punya perasaan ya, rasa iba ya? hah?!," geram Megawati.