Cara Mengatasi Tanaman Dalam pot yang Akarnya Keluar dari Lubang Bawah, Tanaman Tetap Sehat

Akar yang menyembul dari lubang pot sering jadi tanda tanaman root-bound. Kenali penyebab dan solusinya, mulai dari repotting hingga pemangkasan akar yang tepat.

Fitriyani Puspa Samodra
Cara Mengatasi Tanaman Dalam pot yang Akarnya Keluar dari Lubang Bawah, Tanaman Tetap Sehat
cara mengatasi tanaman dalam pot yang akarnya keluar dari lubang bawah (AI generated)

Tanaman yang akarnya keluar dari lubang bawah pot sering membuat pemiliknya khawatir. Padahal, kondisi tersebut tidak selalu berarti tanaman sedang sakit. Dalam banyak kasus, cara mengatasi tanaman dalam pot yang akarnya keluar dari lubang bawah cukup sederhana, asalkan penyebabnya dikenali terlebih dahulu.

Akar yang menyembul dari lubang drainase umumnya menunjukkan bahwa ruang tumbuh di dalam pot mulai terbatas. Tanaman yang terus berkembang akan mencari ruang, air, dan nutrisi baru sehingga sebagian akar akhirnya keluar melalui celah yang tersedia.

Meski begitu, akar yang dibiarkan terlalu lama berada di luar pot dapat mengering, rusak, atau semakin kusut. Karena itu, kondisi akar sebaiknya diperiksa sebelum memutuskan apakah tanaman cukup dipangkas, perlu diganti media, atau harus dipindahkan ke pot yang lebih besar, Kamis (17/9/2026).

Mengapa Akar Tanaman Bisa Keluar dari Lubang Bawah Pot?

Mengapa Tanaman Perlu Dipindahkan ke Pot yang Lebih Besar?
Mengapa Tanaman Perlu Dipindahkan ke Pot yang Lebih Besar? (AI generated)

Menurut Epic Gardening, akar yang keluar melalui lubang drainase merupakan salah satu tanda tanaman mulai mengalami rootbound, yaitu kondisi ketika sistem perakaran sudah memenuhi ruang di dalam wadah. Akar yang tidak lagi menemukan ruang cukup akan mencari celah baru, termasuk lubang di bagian bawah pot.

Namun, tidak semua akar yang keluar merupakan tanda masalah. Jenis tanaman juga berpengaruh. Tanaman dengan akar tunggang cenderung tumbuh memanjang ke bawah, sedangkan tanaman dengan akar serabut dapat membentuk jaringan akar yang lebih menyebar. Beberapa tanaman juga memang memiliki karakter akar yang mudah menjalar keluar dari media.

Ukuran pot menjadi faktor penting lainnya. Pot yang terlalu kecil akan lebih cepat dipenuhi akar, terutama pada tanaman yang tumbuh cepat. Sebaliknya, menggunakan pot yang terlalu besar juga tidak selalu menjadi solusi karena media yang terlalu banyak dapat menahan kelembapan lebih lama dan meningkatkan risiko masalah pada akar.

Karena itu, akar yang keluar dari lubang drainase sebaiknya dilihat bersama tanda lain. Pertumbuhan tanaman yang melambat, daun mudah menguning atau gugur, air langsung mengalir keluar saat disiram, serta akar yang sudah membentuk gumpalan padat merupakan beberapa kondisi yang patut diperhatikan.

1. Periksa Kondisi Akar Sebelum Bertindak

Langkah pertama adalah jangan langsung menarik akar yang keluar dari lubang pot. Akar yang sudah masuk ke lubang drainase dapat menempel cukup kuat. Jika ditarik paksa, bagian akar di dalam pot bisa ikut rusak.

Letakkan pot di tempat yang terang, kemudian perhatikan seberapa banyak akar yang keluar. Jika hanya satu atau dua ujung akar yang tampak dan tanaman masih tumbuh dengan baik, masalahnya mungkin belum mendesak.

Sebaliknya, jika banyak akar memenuhi lubang drainase, melingkar di dasar pot, atau bahkan sudah membentuk lapisan padat di dalam pot, tanaman kemungkinan membutuhkan ruang lebih besar. Epic Gardening menyarankan memperhatikan kondisi akar dan ukuran tanaman sebelum menentukan tindakan.

Pemeriksaan ini juga membantu membedakan antara akar yang memang menjadi karakter tanaman dan akar yang keluar karena ruang pot sudah terlalu sempit.

2. Pangkas Ujung Akar yang Keluar Jika Masih Sedikit

Jika akar hanya keluar sedikit dan tanaman belum menunjukkan tanda-tanda kekurangan ruang, ujung akar dapat dipangkas. Cara ini terutama berguna sebagai solusi sementara.

Gunakan gunting atau pisau tanaman yang bersih dan tajam. Potong bagian akar yang sudah keluar dari lubang secara hati-hati, tanpa menarik atau merusak akar yang masih berada di dalam media.

Menurut Epic Gardening, pemangkasan ujung akar dapat membantu menjaga akar tetap berada di dalam wadah. Namun, tindakan tersebut bukan solusi permanen. Akar kemungkinan akan kembali tumbuh melalui lubang drainase setelah beberapa waktu.

Karena itu, metode ini lebih cocok untuk tanaman yang belum terlalu penuh akar atau ketika pemindahan pot belum dapat dilakukan. Jangan menjadikan pemangkasan akar sebagai kebiasaan tanpa mempertimbangkan jenis tanaman dan kondisi keseluruhannya.

3. Pindahkan Tanaman ke Pot yang Sedikit Lebih Besar

10 Tips Memindahkan Tanaman ke Pot agar Tidak Layu, Salah Sedikit Bisa Mati
Tips memindahkan tanaman ke pot agar tidak layu. [Foto: Gemini]

Jika akar sudah banyak keluar dan memenuhi ruang di dalam pot, mengganti wadah menjadi pilihan yang lebih tepat. Proses ini dikenal sebagai up-potting, yakni memindahkan tanaman ke pot yang lebih besar agar akar memiliki ruang baru untuk berkembang.

Pilih pot yang ukurannya sedikit lebih besar daripada pot sebelumnya. Epic Gardening merekomendasikan wadah yang memiliki tambahan ruang sekitar 2–3 inci pada kedalaman dan lebarnya dibandingkan ukuran bola akar, dengan tetap menyesuaikan karakter tanaman.

Jangan langsung memilih pot berukuran sangat besar. Media dalam pot yang terlalu besar dapat menyimpan air lebih banyak daripada yang mampu digunakan akar. Kondisi tersebut justru dapat menciptakan lingkungan yang terlalu basah.

Saat memindahkan tanaman, keluarkan bola akar secara perlahan. Jika akar terlihat melingkar rapat di bagian luar, longgarkan dengan lembut. Akar yang sudah sangat padat dapat dirapikan sebelum tanaman ditempatkan di pot baru.

Setelah itu, tambahkan media tanam segar di sekeliling bola akar hingga tanaman berada pada kedalaman yang sesuai. Siram secukupnya dan letakkan tanaman kembali di lokasi yang sesuai dengan kebutuhan cahayanya.

4. Ganti Media Jika Tanah Sudah Terlalu Padat

Akar yang keluar dari pot tidak selalu disebabkan oleh ukuran wadah. Planet Houseplant menjelaskan bahwa media yang terlalu padat dapat membuat akar kesulitan menembus tanah. Akibatnya, akar bisa mencari jalur lain yang lebih mudah, termasuk menuju bagian luar pot.

Kondisi ini dapat terjadi ketika media sudah lama digunakan, mengalami pemadatan, atau kehilangan struktur yang sebelumnya memungkinkan udara dan air bergerak dengan baik.

Saat melakukan repotting, periksa tekstur media. Jika tanah menggumpal keras dan sulit ditembus air, pertimbangkan untuk menggantinya dengan media yang sesuai dengan kebutuhan tanaman.

Untuk tanaman tertentu, bahan berpori seperti perlit atau kulit kayu dapat membantu menciptakan struktur media yang lebih longgar. Namun, komposisi media tetap harus disesuaikan dengan jenis tanaman karena kebutuhan kaktus, sukulen, tanaman tropis, sayuran, dan anggrek tentu berbeda.

5. Pastikan Penyiraman Membasahi Media Secara Merata

Cara penyiraman juga dapat memengaruhi arah pertumbuhan akar. Planet Houseplant menjelaskan bahwa media yang terlalu kering atau sulit menyerap air dapat membuat akar tidak berkembang secara merata di dalam pot.

Ketika waktunya menyiram, pastikan air dapat membasahi media secara menyeluruh, bukan hanya membasahi lapisan permukaan. Pot dengan lubang drainase tetap diperlukan agar kelebihan air dapat keluar.

Namun, hal ini bukan berarti tanaman harus terus-menerus berada dalam media basah. Penyiraman terlalu sering dapat membuat media kekurangan ruang udara dan meningkatkan risiko gangguan pada akar.

Jadi, perhatikan kebutuhan masing-masing tanaman. Kaktus dan sukulen, misalnya, memiliki kebutuhan air yang berbeda dari tanaman tropis yang menyukai kelembapan lebih tinggi.

6. Perhatikan Posisi Pot dan Suhu di Sekitarnya

Ilustrasi pot tanaman hias.
Ilustrasi pot tanaman hias. (c) Freepik

Planet Houseplant juga mencatat bahwa permukaan yang terlalu panas dapat membuat media di dalam pot menjadi sangat kering. Dalam kondisi tertentu, akar dapat tumbuh menjauh dari bagian media yang tidak nyaman.

Hal ini patut diperhatikan pada pot yang diletakkan di atas permukaan yang menyerap panas, terutama ketika tanaman berada di area yang terkena sinar matahari kuat sepanjang hari.

Jika pot terasa sangat panas, pindahkan ke lokasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan tanaman. Untuk tanaman yang tetap membutuhkan cahaya terang, berikan pencahayaan yang cukup tanpa membuat wadah dan media mengalami panas berlebihan.

Di iklim tropis seperti Indonesia, kondisi ini dapat menjadi pertimbangan terutama pada tanaman dalam pot yang diletakkan di teras, balkon, atau permukaan semen yang terkena matahari langsung.

7. Lakukan Root Pruning Saat Tanaman Sudah Sangat Penuh Akar

Pada tanaman yang sudah benar-benar memenuhi pot, pemangkasan akar dapat dilakukan bersamaan dengan penggantian media. Teknik ini berbeda dengan sekadar memotong ujung akar yang keluar dari lubang drainase.

Tanaman dikeluarkan dari pot, kemudian bola akar diperiksa. Akar yang melingkar terlalu padat dapat dilonggarkan secara hati-hati, sementara bagian akar yang sudah berlebihan dapat dipangkas menggunakan alat bersih.

Epic Gardening menyebut teknik ini dapat digunakan pada tanaman tertentu, termasuk bonsai dan beberapa tanaman pot yang sudah cukup matang. Namun, tidak semua tanaman tahan terhadap pemangkasan akar.

Karena itu, jangan memangkas akar secara agresif hanya karena melihat akar keluar dari lubang. Tanaman yang sensitif sebaiknya ditangani lebih hati-hati dan dipindahkan dengan gangguan seminimal mungkin.

8. Kenali Tanaman yang Memang Memiliki Akar Keluar dari Media

Tidak semua akar yang terlihat harus dipotong. Ini penting terutama ketika merawat tanaman epifit seperti beberapa jenis anggrek.

Planet Houseplant menjelaskan bahwa Phalaenopsis memiliki akar yang memang dapat tumbuh ke berbagai arah dan berfungsi untuk melekat serta memperoleh kelembapan dari lingkungan. Karena itu, akar yang terlihat di luar media tidak otomatis menunjukkan tanaman harus dimasukkan seluruhnya ke dalam tanah.

Pada tanaman seperti ini, memotong akar sehat hanya karena terlihat keluar dapat justru menghilangkan bagian tanaman yang masih berfungsi.

Jadi, sebelum menerapkan cara mengatasi tanaman dalam pot yang akarnya keluar dari lubang bawah, kenali terlebih dahulu jenis tanamannya. Solusi yang tepat untuk tanaman berakar serabut belum tentu sesuai untuk tanaman berakar tunggang, sukulen, bonsai, atau anggrek.

Kapan Tanaman Perlu Segera Dipindahkan ke Pot Baru?

Kapan Tanaman Perlu Dipindah ke Pot yang Lebih Besar?
Tanaman Menghasilkan Banyak Anakan/ Kapan Tanaman Perlu Dipindah ke Pot yang Lebih Besar? (AI generated)

Tidak ada satu patokan yang berlaku untuk semua tanaman. Namun, kombinasi beberapa tanda dapat menjadi petunjuk kuat bahwa tanaman membutuhkan wadah baru.

Perhatikan apakah akar sudah memenuhi bagian bawah pot, pertumbuhan tanaman melambat, air mengalir terlalu cepat melalui lubang drainase, atau media menjadi sangat padat. Jika beberapa tanda tersebut muncul bersamaan, repotting biasanya lebih masuk akal daripada sekadar memotong akar yang keluar.

Waktu pemindahan juga perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lingkungan. Epic Gardening menyebut awal musim pertumbuhan sebagai waktu yang umum untuk melakukan repotting pada banyak tanaman, tetapi tanaman tropis dan tanaman dalam ruangan dapat memiliki kebutuhan yang berbeda.

Setelah dipindahkan, jangan langsung memberikan perlakuan ekstrem seperti pemupukan berlebihan. Berikan waktu bagi tanaman untuk beradaptasi dengan wadah dan media barunya.

Pertanyaan Seputar Pot Tanaman

1. Apakah akar yang keluar dari lubang pot harus dipotong?

Tidak selalu. Jika hanya sedikit dan tanaman sehat, akar dapat dibiarkan atau dipangkas dengan hati-hati. Jika akar sudah sangat banyak dan memenuhi pot, sebaiknya pertimbangkan repotting.

2. Apakah akar keluar dari pot berarti tanaman kekurangan air?

Belum tentu. Akar keluar dapat disebabkan oleh ruang pot yang terbatas, karakter sistem perakaran, media yang terlalu padat, atau kondisi lingkungan. Periksa kondisi tanaman secara keseluruhan sebelum menyimpulkan penyebabnya.

3. Bolehkah langsung mengganti pot dengan ukuran yang jauh lebih besar?

Sebaiknya tidak. Pot yang terlalu besar dapat menampung media dan air lebih banyak sehingga bagian yang belum ditempati akar berpotensi tetap lembap. Pilih ukuran yang sedikit lebih besar dan sesuai dengan bola akar.

4. Bagaimana jika akar sudah terlanjur masuk jauh ke lubang drainase?

Jangan menariknya dengan paksa. Jika akar sulit dikeluarkan, pot dapat diperiksa dari bagian bawah dan akar yang sudah berada di luar dapat dipangkas menggunakan alat bersih sebelum tanaman dipindahkan.

5. Apakah akar anggrek yang keluar dari pot perlu dimasukkan kembali?

Tidak selalu. Pada Phalaenopsis, akar yang tumbuh keluar dari media merupakan bagian dari karakter pertumbuhannya. Selama akar dan tanaman terlihat sehat, akar tersebut tidak perlu dipaksa masuk ke dalam pot.

 

 

Rekomendasi