Dibalik Segudang Prestasi, Ini Kenakalan Ibu Kombes Heni Tania Saat Kecil

Di balik segudang prestasi yang diraihnya, Heni Tania juga memiliki momen kenakalan saat kecil.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Dibalik Segudang Prestasi, Ini Kenakalan Ibu Kombes Heni Tania Saat Kecil
Potret Mesra Heni Tania Dengan Pak Kombes. Instagram henitania Β©2022 Merdeka.com

Sosok Heni Tania memang tidak pernah luput dari perhatian publik. Sebagai istri dari Komisaris Besar Polisi (Kombes) Slamet Riyadi, kehidupan Heni Tania sering kali menjadi sorotan.

Bukan hanya cantik, Heni Tania dikenal sebagai sosok yang memiliki segudang prestasi. Namun di balik segudang prestasi yang diraihnya, Heni Tania juga memiliki momen kenakalan saat kecil.

Melansir dari akun Instagram henitania, Rabu (21/9), simak ulasan informasinya berikut ini.

Melalui Instagram Stories miliknya, Heni Tania mengungkapkan salah satu fakta yang tidak banyak orang tahu. Di masa kecilnya, Heni Tania ternyata penah menjadi anak bandel. Bahkan dia mengatakan saat itu sedang bandel sebandel-bandelnya.

"Pokoknya masa kecil saya itu bandel sebandel bandelnya πŸ˜…," kata Heni Tania tertulis dalam Instagram Stories.

"Tukang berantem βœ…πŸ₯΅ Suka manjat pohon βœ…πŸ’ Suka main di kali sampai kena beling βœ…πŸ₯΄ Suka bolos ngaji βœ…πŸ˜…," ungkapnya.

Kenakalan itu terjadi saat dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Saat sudah besar, Heni Tania menjadi jagoan yang suka memenangkan perlombaan."Tapi itu dulu ya pas SD πŸ˜› Gedenya jadi jagoan suka menang lomba πŸ†," ujarnya."Kata pepatah... Mending pernah jadi anak nakal daripada pernah jadi anak baik," sambungnya."Sampai sini paham kan? πŸ˜‚," tutupnya.

Heni Tania memang dikenal selalu tampil memesona dan cantik. Rupanya penampilan ini memang sudah terpancar sejak Ia masih belia.Saat mengenyam pendidikan SMA, Heni sudah tergabung sebagai anggota marching band. Bahkan saat masih duduk di kelas 3, Ia sempat mengikuti seleksi nasional dan terpilih mewakili Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

"(Tahun) 1998 mas. Saya kelas 3 SMA. Seleksi mas. Sekali seumur hidup itu. Marching band dari Pamekasan Jawa Timur. Saingan se-Indonesia. Baru tembus 1998. Lucky me," jawab Heni Tania dalam pesan tertulis kepada merdeka.com, Jumat (20/5).

Bukan sembarangan, Heni bertugas sebagai dirijen atau konduktor di drumband. Di mana Ia lah yang memimpin pasukan marching band tersebut.Hebatnya lagi, Heni Tania juga pernah tercatat terpilih menjadi dirijen terbaik di Jawa Timur kala itu. Apalagi selama masih di sekolah, Ia terbilang aktif untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau ekskul.

"Aktif di ekskul. Saya dirigen/conductor terbaik jatim. Kalau sekolah kan nggak boleh organisasi. Ekskul kalau dulu," terangnya.

Tidak berhenti di situ, Heni bahkan pernah menunjukkan aksinya bersama tim marching band di Istana Negara. Tepatnya usai dirinya mengikuti seleksi se-Indonesia.Ia terpilih mewakili Kabupaten Pamekasan untuk tampil. Kala itu Heni Tania masih kelas 3 SMA atau sebelum dirinya dipinang oleh sang Polisi berpangkat Komisaris Besar.

"Marching band SMA 1 pamekasan jawa timur. Saya sudah nginjek istana jauh sebelum jadi istri kombes πŸ˜‚πŸ˜‚ Bukan cuma tamu. Tapi unjuk gelar marching band," pungkasnya.

Segudang prestasi pun diraih oleh Heni Tania. Berbagai momen dirinya menerima piala penghargaan pun terdokumentasikan. Seperti pada salah satu unggahannya di Instagram.Dalam foto tersebut terlihat kompilasi foto dirinya saat menerima piala penghargaan. Mulai dari SMP, SMA hingga sudah menjadi seorang istri.

"Menjadi tua itu pasti. Tapi spirit hidup harus tetap muda. β€œStay young at heart, kind in spirit & enjoy your life.β€œ (Dari atas kebawah: Konductor Terbaik lomba paduan suara piala gubernur, Juara 1 lomba PBB piala Kajari, Sosial Award Menteri Sosial RI)," tulisnya dalam keterangan foto.

Rekomendasi