Tak Dibayar Malah Dipecat, ini Curhatan Guru Cantik Dipersulit jadi Relawan di Papua

Aksi nekat seorang wanita cantik yang rela mengajar di sebuah sekolah dasar di pedalaman Papua seketika jadi perbincangan. Rela tak dibayar, dia justru dipecat.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Tak Dibayar Malah Dipecat, ini Curhatan Guru Cantik Dipersulit jadi Relawan di Papua
ini Curhatan Guru Cantik Dipersulit jadi Relawan di Papua. TikTok @biancajolie9 ©2022 Merdeka.com

Aksi nekat seorang wanita cantik yang rela mengajar di sebuah sekolah dasar di pedalaman Papua seketika jadi perbincangan. Rela tak dibayar, dia justru dipecat.

Untuk kembali ke sekolah yang sama, ada serangkaian proses. Baginya, hal tersebut merupakan sesuatu yang justru menyulitkan bagi relawan seperti dirinya.

Lantas, bagaimana ungkapan isi hati dari sosok guru cantik bernama Bianca itu? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Tumpahkan Isi Hati

Bianca merupakan gambaran dari sosok wanita tangguh yang seolah tak kenal dengan rasa takut. Dengan tekad kuatnya, Bianca melangkah seorang diri menjadi relawan mengajar di pedalaman Papua.

Aksi nekat Bianca tersebut rupanya tak hanya disorot. Dia bahkan turut menginspirasi generasi muda untuk ikut terjun langsung selayaknya apa yang dilakoninya.

Kendati jadi inspirasi, Bianca mengungkap sejumlah hal yang menjadi isi hatinya semasa menjadi relawan. Bianca menceritakan, segala sesuatu yang menimpa dirinya kala berada di Papua menjadi tanggungan sendiri. Hal itu pun menjadi peringatan.

"Silakan saja ya kalau mau ikut mengajar di pedalaman Papua. Kan juga untuk mencerdaskan bangsa juga, silakan saja," ungkapnya dalam salah satu video pada akun TikTok @biancajolie9.

"Cuma di sini saya mau menekankan, saya tidak dibantu pemerintah atau yayasan mana pun. Jadi apa-apa itu ditanggung sendiri. Oke? Jadi kalau ada apa-apa jangan bawa-bawa saya," imbuhnya.

Beri Dukungan ke Pemuda yang Niat jadi Relawan

Kendati demikian, Bianca turut mengapresiasi niat baik para pengikutnya yang memiliki tekad untuk meneruskan perjuangannya.

Selain itu, Bianca pun memberi dukungan. Bianca memggaris bawahi, siapa pun yang hendak ke pedalaman Papua wajib memiliki mental serta fisik kuat.

"Saya saja bawa diri sendiri masih susah, ya. Apalagi ke tempat-tempat seperti itu. Ya pada intinya kalau mental kalian sudah kuat, silakan saja," dukungnya.

Uang Habis, Kini Kembali ke Kampung Halaman

Bianca menceritakan salah satu hal yang menjadi tanggungan bagi dirinya sendiri kendati dia rela mengajar tak dibayar. Masalah keuangan misalnya.

Lantaran dana habis, Bianca pun berinisiatif untuk kembali sejenak ke kampung halaman. Tak lain, Bianca bertekad untuk mengumpulkan modal dan melanjutkan perjuangannya kembali menjadi seorang relawan di pedalaman Papua.

"Tidak ada melarang saya ke Papua, itu tidak ada. Saya pulang itu karena keuangan saya habis. Jadi saya cari uang. Seperti yang diketahui, biaya untuk tinggal di sana dan terbang ke sana itu tinggi," ungkapnya.

Meski masalah keuangan menjadi perkara yang tak mudah, namun Bianca percaya keajaiban. Segala sesuatu termasuk rezeki bakal diatur Tuhan, asal memiliki niat mulia.

"Nyampe sana, saya percaya lah rezeki itu gak kemana. Benar ga?" terangnya.

Dipersulit untuk Kembali ke Sekolah

Selain masalah keuangan, ada perkara lain yang menjadi keluh kesah wanita cantik tersebut. Dia mengaku ada sejumlah syarat yang harus dipenuhinya jika mau kembali mengajar di SD di pedalaman Papua tempatnya mengajar sebelum dipecat.

Syarat-syarat persuratan yang harus dipenuhi itu dinilainya justru mempersulit. Padahal dirinya adalah seorang relawan guru yang tak dibayar.

"Dan untuk mengajar lagi ke sekolahan yang sama itu ya cuma diminta surat-surat yang menurut saya surat-surat itu lumayan ribet," ceritanya.

"Untuk seorang relawan yang tidak digaji sepeserpun, itu cukup ribet. Ya?" tukasnya.

Bianca hanya dapat berharap, niat baiknya tersebut tak mendapat banyak hambatan. Kini, Bianca diketahui tengah menunggu waktu yang tepat untuk mengabdi ke Tanah Papua kembali.

Rela Tak Digaji, jadi Guru di Pedalaman

Sebelumnya, kisah inspriatif dari sosok Bianca tersebut viral di media sosial. Mengenakan pakaian rapi dengan rambut panjang, wanita tersebut tak melenggang di kantor-kantor bersuhu dingin serta bekerja di balik meja. Dia justru nekat mengabdi menjadi guru di salah satu daerah di pedalaman Papua.

Berbagai momen mengajarnya pun seringkali diunggah pada akun TikTok miliknya tersebut. Seperti momen saat dia mengajar siswa dalam jumlah yang memprihatinkan. Untuk total siswa kelas 1 hingga 6 yang hadir, jumlahnya nampak tak banyak.

"Ini anak-anaknya. Yang masuk cuma segini dari kelas 1 sampai kelas 6. Sedikit sekali," ungkapnya.

Tak mengenakan mobil atau pun kendaraan umum. Guru inspiratif tersebut justru rela berjalan kaki bersama murid. Mereka nampak antusias untuk berangkat ke sekolah bersama-sama. Banyak senyuman dan tawa riang dari bocah yang kala itu menjadi anak didiknya.

Banjir Dukungan

Aksi nekat sang guru cantik yang lantas viral di media sosial itu menuai banyak simpati dari publik. Tak sedikit yang menilai jika wanita itu patut diapresiasi. Doa serta dukungan pun mengalir baginya.

"Semoga dilancarkan semua urusannya kak," tulis akun @Astuti yopi

"Semoga ibu guru Bianca Zolie dapat kembali mengajar lagi di tanah papua. Sebab anak-anak Papua sangat-sangat membutuhkan ilmu dari ibu guru yang cantik ini," tulis akun @bangleon972

"Semoga dimudahkan dalam segala hal ya Bu guruu," tulis akun @sefriani84

"Tetap semangat ibu Guru, anak Papua sangat membutuhkan ibu di sana," tulis akun @charleslawolo.

Rekomendasi