Pengacara Hotman Paris Hutapea membuat laporan terbuka kepada Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa melalui unggahan di media sosial pribadinya.
Laporan itu terkait aksi sejumlah pria yang mengaku sebagai anggota TNI dan melakukan intimidasi kepada beberapa orang di Bandung, Jawa Barat.
Melalui unggahannya, Hotman pun membagikan video dan menceritakan kronologi kejadian dari warga yang meminta bantuan padanya itu. Simak ulasan selengkapnya:
Advertisement
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Hotman Paris membagikan sebuah video amatir yang merekam beberapa orang yang ada di dalam mobil diintimidasi oleh sejumlah pria yang mengaku sebagai anggota TNI.
Melalui keterangannya, Hotman menyebut jika perekam video tersebut merupakan warga yang melaporkan seorang notaris asal Bandung ke Majelis Pengawas Notaris. Namun, terlapor diduga tak terima dan mengirimkan sejumlah pria yang mengaku sebagai TNI untuk mengintimidasi pelapor.
"Ada warga ke kopi Jhony yang bertemu dan mengadu ke Hotman Paris kalau ada Notaris Bandung yang sudah dilaporkan ke Majelis Pengawas Notaris, menggunakan Oknum TNI dari Bandung!," tulis Hotman dalam keterangannya.
Advertisement
Hotman mengatakan, jika pelapor mengaku diikuti oleh lima orang yang mengaku bagian dari TNI. Pelapor dihadang saat datang dan selesai melakukan persidangan di Kantor Kemenkumham Jalan Jakarta Nomor 27, Bandung, Jawa Barat. "Pelapor diawasi sampai selesai sidang kode etik notaris kemudian diikuti 5 orang yang mengaku dari Oknum TNI Bandung," kata Hotman.
Saat dimintai surat tugas, sejumlah pria itu enggan menunjukkannya dan justru menyebut jika daerah tersebut merupakan wilayah kekuasaannya. "Tidak perlu surat perintah tugas! Ini wilayah saya! Kalau tidak mau menuruti keinginan saya, Saya akan mendatangkan anggota saya lebih banyak!," kata pria yang mengaku anggota TNI.
Advertisement
Hotman pun menduga, jika hal itu sengaja dilakukan agar pelapor menghentikan upaya pelaporan notaris tersebut kepada Dewan Pengawas Notaris. Karena hal itu, Hotman pun disebut langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Panglima TNI Andika Perkasa. "Hotman sudah info pengaduan ini berikut nama kesatuan Oknum TNI tsb ke Panglima TNI. Mudah mudahan Menteri Hukum dan juga Ikatan Notaris memeriksa Oknum notaris yg memakai oknum TNI," pungkasnya.
Advertisement
Berikut videonya: