4 Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil, Ketahui Pula Jumlah yang Dibutuhkan

Ada beragam manfaat asam folat untuk ibu hamil lainnya yang bisa diketahui.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
4 Manfaat Asam Folat untuk Ibu Hamil, Ketahui Pula Jumlah yang Dibutuhkan
Makanan yang Mengandung Asam Folat. gastrolife.ie

Ada berbagai macam manfaat asam folat untuk ibu hamil. Sebagian ibu hamil tentu sudah mengetahui peranan penting asam folat pada kehamilan. Saking pentingnya, asam folat baik dikonsumsi sebelum dan selama masa kehamilan. Hal ini lantaran asam folat mampu membantu mencegah bayi terlahir cacat pada otak dan saraf.

Bagi ibu hamil, total jumlah asupan asam folat yang direkomendasikan adalah sekitar 600 mikrogram (mcg) per hari. Sedangkan untuk ibu hamil yang pernah melahirkan bayi dengan cacar tabung saraf, jumlah asupan asam folat yang direkomendasikan perlu ditingkatkan hingga sebanyak 4.000 mikrogram (mcg) per hari.

Asam folat sendiri merupakan bentuk sintesis dari folat dan vitamin B khususnya vitamin B9 yang ada pada sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan tertentu. Asam folat dapat ditemukan dalam vitamin dan makanan yang diperkaya, misalnya sereal, roti dan pasta.

Asam folat ini berperan penting membantu tabung saraf bayi berkembang menjadi otak dan sumsum tulang belakang. Selain itu juga berperan penting dalam produksi sel darah merah. Bukan hanya itu, ada beragam manfaat asam folat untuk ibu hamil lainnya yang bisa diketahui.

Melansir dari berbagai sumber, Kamis (28/7), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Cegah Cacat Tabung Saraf

Melansir dari Alodokter, manfaat asam folat untuk ibu hamil yang pertama adalah membantu mencegah cacat tabung saraf. Perlu diketahui, asam folat memiliki peranan penting dalam berkembangnya tabung saraf bayi dengan baik. Asam folat ini juga membantu mengcegah bayi terlahir dengan risiko terkena cacat tabung saraf seperti spina bifida dan anensefali.

Spina bifida adalah kelainan yang dapat membuat bayi mempunyai selah pada saraf tulang belakang dan tulang belakang itu sendiri. Bayi yang menderita kondisi ini akan memiliki risiko mengalami sejumlah komplikasi. Mulai dari masalah tumbuh kembang, kesulitan berjalan, infeksi otak dan saraf tulang belakang hingga kecacatan permanen.

Sementara itu, anensefali merupakan kondisi di mana bayi terlahir tanpa tulang tengkorak dan otak. Pada umumnya, bayi yang menderita anensefali akan meninggal dunia setelah dilahirkan. Bukan hanya spina bifida dan anensefali saja yang berkaitan dengan tabung saraf. Beberapa peneliti mengemukakan asam folat mampu mencegah bayi terlahir dengan penyakit jantung bawaan dan bibir sumbing.

2. Cegah Anemia

Manfaat asam folat untuk ibu hamil yang kedua adalah membantu mencegah anemia. Anemia atau kurang darah merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering dialami oleh ibu hamil. Bukan hanya di Indonesia saja, melainkan juga di seluruh dunia. Meski terdengar sepele, namun jangan pernah menganggap remeh anemia. Menderita anemia ketika hamil mampu menyebabkan sejumlah komplikasi selama kehamilan. Parahnya, anemia selama hamil dapat berpotensi mengancam nyawa ibu maupun bayi. Karenanya, asam folat sangat dianjurkan untuk dikonsumsi sebelum dan selama masa kehamilan. Khususnya bagi para ibu hamil yang perlu mendapatkan asupan asam folat dan zat besi yang cukup setiap harinya.

3. Cegah Keguguran

Manfaat asam folat untuk ibu hamil yang ketiga yaitu membantu mencegah keguguran. Memenuhi asupan asam folat harian sebelum dan selama hamil diyakini dapat mencegah terjadinya keguguran. Keguguran adalah kematian janin atau hilangnya kehamilan pada saat usia kehamilan masih tergolong muda. Biasanya terjadi pada kehamilan di usia kurang dari 20 minggu. Tidak hanya keguguran, asam folat juga diyakini mampu menurunkan risiko terjadinya sejumlah masalah selama kehamilan. Misalnya seperti gangguan pertumbuhan janin dalam kandungan dan kelahiran prematur.

4. Turunkan Risiko Preeklamsia

Manfaat asam folat untuk ibu hamil ke empat adalah membantu menurunkan risiko preeklamsia. Beberapa penelitian menunjukkan, ibu hamil yang memperoleh asupan asam folat cukup sejak trimester kedua memiliki risiko mengalami preeklamsia lebih kecil. Preeklamsia ini merupakan komplikasi kehamilan yang ditandai dengan adanya peningkatkan tekanan darah. Selain itu juga adanya peningakatan kadar protein dalam urine dan terjadi bengkak di sejumlah area tubuh. Ibu hamil yang menderita preeklamsia akan meningkatkan risiko mengalami eklamsia atau kejang. Di mana kondisi tersebut berbahaya terlebih saat hamil. Preeklamsia juga mampu meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan kurang.

Jumlah Asam Folat yang Dibutuhkan

Melansir dari halodoc, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan pada ibu untuk memulai mengonsumsi 400 mkg asam folat setidaknya satu bulan sebelum dan selama kehamilan setiap hari. CDC juga merekomendasikan semua wanita usia subur untuk mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mkg per hari. Asupan asam folat dapat diperoleh secara alami melalui makanan bergizi. Bahkan makanan bergizi tidak hanya mengandung asam folat saja, melainkan juga sejumlah nutrisi penting lainnya. Mulai dari serat, vitamin A, vitamin C dan kalsium.Adapun beberapa sumber makanan yang mengandung asam folat terbaik yang bisa dimasukkan ke dalam menu makanan ibu hamil setiap harinya adalah sebagai berikut:

  • Sayuran berdaun hijau tua, dalam 1 cangkir bayam matang terdapat 263 mkg folat.
  • Brokoli, dalam 1 cangkir brokoli matang yang dicincang terdapat 168 mkg folat.
  • Asparagus, dalam 1 cangkir asparagus terdapat 268 mkg folat.
  • Alpukat, dalam 1 cangkir alpukat iris terdapat 120 mkg folat.
  • Bit, dalam 1 cangkir buah bit terdapat 136 mkg folat.
  • Jeruk, dalam 3/4 cangkir jeruk terdapat 35 mkg folat.
Rekomendasi