Penyebab kencing darah pada lansia perlu untuk diketahui dan diwaspadai. Kencing darah dikenal juga dengan hematuria dalam istilah medis. Meski umumnya tidak berbahaya, kondisi ini disebut bisa menjadi tanda dari penyakit serius. Mulai dari saluran kemih, ginjal, hingga kanker prostat.
Urine yang normal seharusnya tidak mengandung darah sedikit pun, kecuali pada wanita yang sedang menstruasi. Namun, pengidap hematuria menyebabkan urine mereka menjadi berwarna merah atau sedikit kecokelatan.
Hematuria biasanya tidak terasa sakit. Namun, jika darah berupa gumpalan, saluran kemih dapat tersumbat sehingga menimbulkan rasa sakit. Lalu, apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mencegahnya? Simak ulasan selengkapnya dilansir dari Alodokter dan berbagai sumber, Senin (18/7/2022):
Advertisement
Penyebab Kencing Berdarah
Ginjal pada tubuh manusia bertugas untuk menyaring cairan untuk mencegah kebocoran darah atau protein ke dalam urine. Namun, pada penderita hematuria justru terjadi
kebocoran pada salah satu saluran kemih. Bisa ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra yang menyebabkan arah bocor ke dalam urine. Adanya kebocoran tersebut bisa disebabkan karena beberapa kondisi, seperti:
- Infeksi saluran kemih (ISK)
- Batu saluran kemih dan batu ginjal
- Penyakit ginjal, seperti peradangan pada ginjal (glomerulonefritis) atau akibat penyakit diabetes (nefropati diabetik)
- Pembesaran kelenjar prostat
- Kanker ginjal, kanker kandung kemih, atau kanker prostat
- Kelainan darah, seperti hemofilia dan anemia sel sabit
- Obat-obatan, seperti penisilin, aspirin, dan warfarin
Faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya hematuria adalah:
- Merokok
- Terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri
- Terpapar bahan kimia tertentu
- Terpapar radiasi
- Berusia di atas 50 tahun, terutama pada pria
- Berolahraga terlalu berat, seperti berlari maraton
- Memiliki keluarga yang menderita hematuria
Advertisement
Gejala Hematuria
Hematuria terbagi menjadi dua, yaitu microscopic hematuria dan gross hematuria. Pada microscopic hematuria, penderita tidak bisa melihat darah dalam urine. Sementara penderita gross hematuria mereka dapat melihat warna urinenya kemerahan atau kecokelatan akibat adanya darah. Adapun gejala lain yang bisa dilihat saat seseorang menderita hematuria, seperti:
- Nyeri perut bagian bawah
- Sering buang air kecil atau sulit buang air kecil
- Nyeri pinggang
- Mual dan muntah
- Demam
Hematuria umumnya tidak terasa sakit. Namun, jika darah berupa gumpalan, saluran kemih dapat tersumbat sehingga menimbulkan rasa sakit. Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya, lakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami kencing berdarah.
Advertisement
Cara Mencegahnya
Penyebab dari hematuria sendiri cukup beragam, sehingga sulit untuk melakukan langkah pencegahan pastinya. Namun secara umum, beberapa tindakan pencegahan berikut ini dapat dilakukan untuk menghindari penyakit penyebab hematuria:1. Menjaga berat badan tetap ideal
2. Berolahraga rutin
3. Mengonsumsi makanan dengan gizi lengkap dan seimbang
4. Membatasi konsumsi makanan asin
5. Berkonsultasi ke dokter terlebih dulu bila ingin mengonsumsi suplemen
6. Minum air putih yang cukup
7. Tidak menahan buang air kecil
8. Membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual
9. Tidak merokok