Lulusan S1 Pilih Jadi Penjual Bakso, Diremehkan Saudara Kini Jadi Pengusaha Sukses

Lulusan S1 Pilih Jadi Penjual Bakso, Diremehkan Saudara Kini Jadi Pengusaha Sukses

Khulafa Pinta Winastya
Oleh Khulafa Pinta Winastya - Reporter
Lulusan S1 Pilih Jadi Penjual Bakso, Diremehkan Saudara Kini Jadi Pengusaha Sukses
Kisah Pengusaha Bakso Sukses. Youtube/money fighter ©2022 Merdeka.com

Usai lulus menjadi seorang sarjana, kebanyakan orang biasanya akan memilih untuk terus bekerja sebagai pegawai kantoran dengan penampilan rapi.

Namun, hal berbeda justru dipilih oleh pria bernama Shata Diva. Sempat memiliki pekerjaan mapan sebagai pegawai bank, ia justru lebih memilih untuk resign untuk berjualan bakso.

Sempat diremehkan oleh lingkungan dan saudara, ia berhasil membuktikan bahwa pilihannya untuk memilih berjualan adalah sesuatu yang tepat. Simak ulasannya:

Melalui video di kanal Youtube money fighter, Shata Diva menceritakan perjalanannya membuka usaha produksi cilok dan bakso. Memulai bisnisnya enam tahun lalu tepatnya pada tahun 2016, Shata berhasil membawa bisnisnya itu terus berkembang.

Sebelum memulai bisnis tersebut, Shata menyebut jika dirinya sebelumnya sempat bekerja di sebuah bank syariah sebagai karyawan tetap. Bisa dibilang, kehidupannya dulu sebenarnya sudah cukup stabil dengan pekerjaannya saat itu.

Namun, ia justru memutuskan resign dari pekerjaannya dan memilih untuk memulai usaha berjualan bakso. Perlahan, Shata pun terus mengembangkan bisnisnya itu hingga saat ini.

Keputusannya untuk resign dan memilih membuka usaha sendiri ternyata tak mendapat respon baik dari orang-orang di sekelilingnya. Ketika menyebut akan memulai bisnis jualan cilok dan bakso, Shata justru kerap diremehkan. "Awal saya direndahkan itu pada saat saya memutuskan resign dari kerjaan saya di perbankan. Karena dulu saya sudah karyawan tetap sudah punya tunjangan, gaji tetap, ya tentu image nya lebih bagus lah karena kita kerja itu rapih kan," kata Shata."Begitu saya resign putuskan usaha cilok yang hujatan itu mulai datang bahkan dari saudara sendiri. Dia bilang 'Loh kok seorang sarjana mau sih jualan cilok' gitu," tambahnya.

Setelah diremehkan, Shata pun mengaku bertekad akan berusaha keras membuat bisnisnya besar dan sukses. Setelah kurang lebih enam tahun berjalan, saat ini Shata sudah memiliki sekitar 700 unit boad cilok dan bakso dari brand miliknya yang tersebar di seluruh Jabodetabek.Di awal usahanya, Shata menyebut dirinya hanya bisa menghabiskan 2 kilo saja adonan cilok dan bakso. Namun kini, setiap harinya rumah produksinya bisa menghabiskan sampai 600 kilo adonan per hari.

"Awal itu kita dari 2 kilo lalu naik ke 5 kilo lalu naik ke 16 kilo, naik lagi 30 kilo sampai sekarang alhamdulillah sudah lebih dari 450 kilo sehari. Bahkan kalau ada permintaan yang melonjak kita bisa sampai 600 kilo sehari," ungkapnya. Dalam video, Shata menyebut jika keputusannya untuk lebih memilih membuka usaha sendiri adalah hal yang sangat tepat. Sebab, dengan cara itu ia menyebut bisa lebih banyak membantu orang lain.

Rekomendasi