Tak sedikit lulusan Akademi Polisi (Akpol) sukses berkarier di kepolisian. Mereka bahkan mempunyai pangkat dan jabatan yang tinggi di lembaga Korps Bhayangkara.
Seperti lulusan Akpol tahun 1988 berikut ini. Sebagian di antaranya memiliki karier cemerlang di kepolisian.
Bahkan ada juga yang pernah menempati posisi puncak yakni sebagai Kapolri. Berikut ulasannya, Kamis (28/4).
Advertisement
Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Boy Rafli Amar lulusan Akpol 1988. Usai tamat Akpol, Boy yang kala itu berpangkat Letda polisi (Ipda) mulai meniti karier di kepolisian.
Tak disangka pada tahun 1991 dia naik pangkat menjadi Lettu (Iptu). Sejak saat itu, Boy sering ditugaskan ke luar negeri.
Perlahan-lahan karier perwira tinggi polri yang berpengalaman di bidang reserse mulai naik. Bahkan berbagai jabatan strategis pernah didudukinya, di antaranya;
- Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri
- Karopenmas Divhumas Polri
- Kapolda Banten
- Kadivhumas Polri
- Kapolda Papua
- Wakalemdiklat Polri
Kini Boy dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Advertisement
Jenderal Idham Azis lulusan Akpol 1988 yang berhasil menjadi orang satu di kepolisian yaitu sebagai Kapolri. Pria kelahiran 30 Januari 1963 ini ditunjuk Kapolri untuk menggantikan Jenderal Tito Karnavian.
Karier Idham di kepolisian sangat cemerlang. Apalagi pengalamannya di bidang reserse menjadi nilai tambah untuk kariernya.
Dia pernah mendapatkan penghargaan dari Kapolri yang saat itu dijabat oleh Jenderal Sutanto atas prestasinya melumpuhkan teroris Dr Azahari. Sejak saat itu, kariernya mulai naik hingga sempat dipercaya menjadi Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim).
Sebelumnya, posisi-posisi penting yang pernah didudukinya ialah;
- Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri (25—03—2013)
- Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (03—10—2014)
- Inspektur Wilayah II Inspektorat Wilayah Umum Polri (28—02—2016)
- Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri (23—09—2016)
- Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (20—07—2017)
Advertisement
Lulusan terbaik Akpol 1988 diraih oleh Komjen Rycko Amelza Dahniel. Sepak terjang jenderal bintang tiga ini tak perlu diragukan lagi di korps Bhayangkara. Sama seperti teman seangkatannya Idham Azis, Rycko termasuk ke dalam tim Bareskrim yang berhasil melumpuhkan teroris Dr Azahari.
Sehingga saat itu dia pun anugerahi kenaikan pangkat luar biasa. Karier Rycko di kepolisian bisa dibilang moncer. Selain jabatan strategis, dia juga pernah menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Kini, Rycko menjabat sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri. Posisi-posisi penting yang pernah didudukinya antara lain;
- Wakapolda Jabar
- Gubernur PTIK/Kepala STIK Lemdikpol
- Kapolda Sumut
- Gubernur Akpol
- Kapolda Jawa Tengah
- Kabaintlekam Polri
Advertisement
Karier cemerlang Akpol angkatan 1988 didapatkan juga oleh Komjen Gatot Eddy Pramono. Usai menempuh pendidikan, Gatot mulai meniti karier di kepolisian.
Selama berkarier di institusi penegak hukum, Gatot begitu apik menyelesaikan kasus-kasus yang ditangani. Salah satunya Pencurian dengan kekerasan lintas provinsi kelompok John Tamba pada tahun 2011.
Kini sang jenderal bintang tiga itu dipercaya sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Sebelumnya, berbagai posisi penting pernah didudukinya diantaranya;
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan[5] (2016)
Staf Ahli Sosial Ekonomi Kapolri (2017)
Asisten Perencanaan dan Anggaran Kapolri (2018)
Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya (2019)
Advertisement
Kursi Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri saat ini diduduki oleh Irjen Firman Santyabudi. Firman salah satu jenderal bintang dua lulusan Akpol 1988 yang kariernya sangat cemerlang.
Putra Mantan Panglima ABRI Try Sutrisno ini sempat menduduki beberapa jabatan penting di kepolisian. Dia pernah menjabat sebagai Wadir Lantas Polda Metro Jaya. Pada tahun 2008, Firman diangkat menjadi Kepala SPN Lido, Polda Metro Jaya.
Setahun kemudian, ia ditunjuk menjadi Kapolres Metro Jaksel pada 2009. Hanya beberapa bulan menjabat Kapolres, Firman dipercaya mengemban tugas sebagai Kasubdit Jianmas Ditlantas Babinkam Polri.
Setelah dua tahun berjalan, Irjen Firman Satya Budi dipromosi menjadi Dirlantas Polda Sumsel pada 2011.
Irjen Firman Santyabudi lalu diangkat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Korlantas Polri pada 2012. Selang setahun, ia kembali dipindah menjadi Kabagrenops Robinops Sops Polri dan Karodalaops Sops Polri pada 2013.
Irjen Firman Santyabudi kemudian diperbantukan ke PPATK. Di sana ia menjadi Direktur Kerjasama dan Humas PPATK pada 2014 dan Deputi Bidang Pemberantasan PPATK pada 2017.
Sebelum akhirnya ditarik kembali ke Korps Bhayangkara untuk mengisi jabatan sebavai Kapolda Jambi pada 2020. Tak lama, Irjen Firman Santyabudi diangkat sebagai Asisten Logistik Kapolri di tahun yang sama.