Durian menjadi salah satu buah yang digemari masyarakat. Walaupun sebagian orang tidak suka karena aromanya yang tajam, tetapi pamor durian cukup tinggi.
Musang King menjadi salah satu varietas unggul bahkan harganya paling menguras kantong karena rasanya yang cenderung creamy dibandingkan varietas lain. Apalagi, varietas ini berasal dari Malaysia.
Musang King pun ramai diburu pembeli saat Ramadan. Ia disantap saat berbuka. Saking larisnya, stoknya di sebuah depot durian di Petaling Jaya, Malaysia, langsung habis satu jam setelah waktu berbuka. Penasaran, berikut ulasannya.
Advertisement
Berburu Durian
Ini seperti yang disampaikan Komjen Pol (Purn) Susno Duadji melalui akun Instagramnya saat berburu durian.
"Di sini banyak macam durian, ada Musang King (seharga) 68 ringgit sekitar 250 ribu per kilo," ucapnya, melansir akun Instagram @susno_duadji.
Dirinya menerangkan, di depot tersebut juga menyediakan berbagai jenis durian lain, seperti XO seharga 30 ringgit.
"Enak juga, ya. Manis juga, ya. Ini pun sudah habis-habisan," jelasnya.
"Durian Musang King walaupun tidak musim, selalu ada. Tapi, tidak banyak. Demikian juga durian XO," sambungnya.
Advertisement
Beli Durian dengan Cara Ditimbang
Di tempat tersebut, terang Susno, durian dibeli dengan cara ditimbang per kilo dan bisa makan di tempat.
"Sekaligus juga minum air kelapa. Biasanya ada manggis," ucapnya. Depot durian tersebut jaraknya sekitar 30 menit dari Ibu Kota Malaysia, Kuala Lumpur.
Lebih jauh, Susno menerangkan, di Indonesia juga banyak durian. Pun dengan berbagai varietasnya, seperti Musang King dan tembaga.
"Yang memperhatikan di Indonesia bahwa petani durian belum sejahtera. Karena apa persoalannya? Adalah marketing. Marketingnya harus dibangun seperti ini," terangnya.
"Kalau di sini, 68 ringgit per kilo kalau satu durian. Itu 2 kilo berarti satu durian itu bisa Rp500 ribu. Di Singapura, 68 ringgit ini di situ 68 dolar, tinggal kalikan Rp10 ribu berarti durian itu bisa Rp680 ribu," imbuhnya.
Advertisement
Jualan Durian Harus Menarik
Sedangkan di Indonesia, lanjutnya, harga durian bervariatif, dari Rp7.500 hingga Rp100 ribu. Namun, perlu dibuat semenarik mungkin harganya agar petani senang menanam durian sehingga sejahtera.
"Kalau pemerintah sudah ikut campur, dibuat stasiun tempat makan durian. Apalagi, kita penduduk banyak dan kebanyakan orang kita makan durian pergi ke Singapura, pergi ke Kuala Lumpur. Di tempat kita banyak, ada di makan di pinggir jalanan, harus disediakan seperti restoran, ada tempat cuci tangan, ada meja, dan sebagainya, protokol kesehatan, lengkap," katannya.