Polusi udara menjadi salah satu masalah atau isu yang cukup penting bagi dunia. Apalagi polusi udara masih terus terjadi hingga saat ini. Polusi udara sendiri bisa terjadi karena faktor alami ataupun akibat ulah tangan manusia. Di antara beberapa bentuk polusi udara, kabut asap sering kali terjadi di sejumlah wilayah tempat tinggal.
Faktor penyebab kabut asap ini kebanyakan akibat adanya campur tangan manusia. Meskipun tidak jarang pula, fenomena alam menjadi faktor penyebab kabut asap terjadi. Efek samping dari kabut asap pun sangat dirasakan oleh manusia. Bahkan makhluk hidup lainnya yang berada di muka bumi. Efek samping tersebut di antaranya mengganggu jarak pandang dan mampu menghalangi sinar matahari.
Tak hanya itu saja, kabut asap juga akan berdampak bagi kesehatan tubuh. Karenanya, sudah sepantasnya sebagai manusia untuk mengetahui faktor penyebab kabut asap dan efeknya. Diharapkan nantinya manusia bisa lebih sadar untuk selalu menjaga kelestarian alam. Lantas apa saja faktor penyebab kabut asap dan efeknya bagi kesehatan?
Melansir dari berbagai sumber, Rabu (23/3), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
Kebakaran Hutan
Faktor penyebab kabut asap yang pertama adalah akibat kebakaran hutan. Ini merupakan penyebab kabut asap yang sering terjadi. Umumnya, kebakaran hutan dapat terjadi karena adanya suhu tinggi dari gelombang panas. Fenomena ini bisa karena faktor alami maupun ulah tangan manusia.
Kabut asap dari pepohonan yang terbakar ini nantinya akan membentuk asap tebal. Fenomena kebakaran hutan ini sangat berbahaya baik bagi lingkungan maupun manusia sekitar. Hal ini karena kebakaran hutan dapat terjadi di beberapa titik sekaligus.
Oleh karena itu, sudah sepantasnya manusia menyadari efek buruk dari kebakaran hutan. Mereka harus bisa menjaga dan melestarikan lingkungan alam tersebut. Manusia juga harus menghindari melakukan pembakaran hutan secara illegal untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu. Sebab, kebakaran hutan bisa merugikan manusia itu sendiri dan makhluk hidup lainnya.
Advertisement
Gunung Meletus
Faktor penyebab kabut asap yang yang kedua adalah gunung meletus. Ini merupakan fenomena yang sering terjadi di Indonesia. Ketika gunung api mengalami proses erupsi, secara alami akan terbentuk kabut asap. Hal tersebut dapat terjadi karena adanya komposisi asap dan sejumlah partikel yang ada di dalam gunung meletus. Perpaduan komposisi itu kemudian akan bereaksi dengan sinar matahari dan oksigen. Sehingga akan menjadi kabut asap.
Pembakaran Batu Bara
Faktor penyebab kabut asap yang ketiga adalah akibat dari pembakaran batu bara. Seperti lainnya, ini juga menjadi salah satu penyebab yang sering terjadi. Khususnya di daerah-daerah yang memiliki begitu banyak perusahaan batu bara. Selain itu, biasanya hal ini terjadi di era awal kemajuan industri. Di mana mesin dan peralatan berat lainnya akan dijalankan menggunakan bahan bakar batu bara.
Advertisement
Asap Kendaraan Bermotor
Faktor penyebab kabut asap berikutnya adalah akibat dari asap kendaraan bermotor. Di Indonesia sendiri, penyebab kabut asap yang berasal dari asap kendaraan bermotor ini kerap terjadi. Mirisnya, ada beberapa orang yang mengabaikan kandungan bahan kimia berbahaya pada asap kendaraan bermotor. Kandungan bahan kimia tersebut meliputi nitrogen oksida, karbon monoksida hingga hidrokarbon. Selain itu juga ada berbagai bahan lainnya yang mudah menguap.Saat bahan-ahan kimia ini bertemu dengan sinar matahari, maka akan terjadi reaksi kimiawi yang mengubahnya menjadi kabut asap. Kabut asap yang berasal dari kendaraan bermotor ini umumnya sering kali ditemukan di beberapa negara dengan populasi kendaraan bermotor yang besar. Tak terkecuali di Indonesia.
Advertisement
Efek Bagi Kesehatan
Melansir dari Alodokter, manusia harus tetap waspada terhadap bahaya dari kabut asap. Apalagi bagi mereka yang memang tinggal di wilayah yang kerap kali terpapar kabut asap. Terdapat beberapa efek samping atau bahaya dari kabut asap bagi kesehatan tubuh. Berikut efek bahayanya:a. Batuk & Iritasi Tenggorokan
Dalam jangka pendek, kabut asap mampu membuat seseorang yang terpapar mengalami batuk dan iritasi tenggorokan. Biasanya keluhan ini akan berlangsung selama beberapa jam. Namun, keluhan bisa semakin parah jika tetap terpapar kabut asap dalan jangka panjang.b. Iritasi Mata
Kabut asap juga bisa menyebabkan seseorang mengalami iritasi pada matanya. Sebab, di dalam kabut asap terkandung debu dan zat iritatif. Karenanya, jangan lupa untuk menggunakan kaca mata ketoka berada di luar rumah dan sediakan obat tetes mata.c. Iritasi & Peradangan Kulit
Kabut asap mampu menimbulkan iritasi serta peradangan pada jaringan kulit. Sebuah penelitian menunjukkan, kabut asap mampu meningkatkan risiko jerawat, penuaan diri, kanker kulit hingga memperburuk gejala eksim dan psoriasis.
Advertisement
d. Tingkatkan Risiko Gangguan Paru-Paru
Sebuah penelitian menunjukkan, dalam jangka panjang kabut asap mampu meningkatkan risiko terjadi gangguan pada paru-paru. Misalnya seperti emfisema dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, kabut asap juga mampu memperburuk kondisi pasien asma dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).e. Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Dalam jangka pendek, kabut asap mampu menyebabkan seseorang terkena hipertensi dan stroke. Sedangkan dalam jangka panjang, mampu meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner dan penumpukan plak pada pembuluh darah (arteriosklerosis). Diduga hal tersebut berkaitan dengan proses peradangan yang muncul akibat paparan partikel berbahaya dalam kabut asap.f. Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Mirisnya, kabut asap mampu meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker paru-paru. Walaupun mereka bukan lah seorang perokok aktif. Sebab, kabut asap juga mengandung banyak partikel bersifat karsinogen. Partikel tersebut mampu menyebabkan munculnya kanker dalam tubuh.