Nasib malang harus dialami seorang pria asal Padang bernama Hendri. Sejak pandemi Covid-19 melanda banyak ujian hidup yang harus ia tempuh.
Mulai dari usaha yang bangkrut hingga istri meninggal dunia. Namun, ia tak putus asa.
Ada usaha yang terus dilakukannya demi keberlanjutan hidup keempat putra putrinya. Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Bang Mpin, Kamis (10/2).
Advertisement
Jual Nasi Padang Keliling
Bermodalkan satu unit sepeda motor usang dan kotak nasi, Hendri melaju, menyusuri jalanan. Ia berharap dagangannya yang berupa nasi padang bakal laku keras.
Setiap hari, Hendri kedapatan menjajakan dagangannya di kawasan Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berjualan nasi padang keliling menggunakan motor telah dilakoninya selama dua tahun terakhir.
"Udah lama, dua tahun," ungkapnya.
Meski kotak nasi yang dijajakannya terlihat cukup sempit, namun Hendri mampu berjualan dengan luar biasa. Bahkan, ia mampu menyediakan hingga 10 menu makanan.
Advertisement
Restoran Bangkrut
Cara berjualannya yang unik tersebut bermula dari musibah yang menimpa Hendri. Pandemi membuat usahanya terpaksa gulung tikar.
Hendri yang semula memiliki dua warung nasi padang kini sirna. Ia tak lagi mampu mengelola dua warung nasi padang lantaran anjloknya pendapatan saat itu.
"Ternyata, bapaknya itu punya dua tempat makan nasi padang," cerita sang pemilik video usai berbincang dengan Hendri.
"Cuma pas awal pandemi bangkrut, mereka sepi, pembeliannya anjlok drastis jadi dari punya warung makan dua tempat akhirnya jualan pakai motor," sambungnya.
Advertisement
Istri Meninggal Dunia
Kondisi pun mulai ideal. Meski bangkrut dan tak lagi memiliki dua warung makan, Hendri pun tetap dapat menjajakan dagangan dengan cara berkeliling.
Nahas, ada musibah lain yang rupanya menanti Hendri. Tak berselang lama, sang istri tercinta meninggal dunia.
"Setelah itu, udah bisa dagang lagi pakai motor, sekitar 3 bulan kemudian istrinya meninggal. Karena sakit di usia 38 tahun," ungkap sang pemilik video.
Sang istri meninggalkan Hendri dengan keempat putra putri mereka yang masih membutuhkan bimbingan. Bahkan, sang buah hati yang ketiga dan keempat pun masih berusia 10 bulan.
"Dan bapaknya punya anak empat. Yang pertama SMA, yang kedua SMP, yang ketiga dan keempat ini kembar usiany masih 10 bulan," terangnya.