Bagi umat Islam, bulan rajab adalah salah satu bulan yang istimewa. Bulan rajab 1443 Hijriah telah ditetapkan jatuh pada 3 Februari 2022. Setiap bulan rajab tiba, para muslim dan muslimah dianjurkan untuk senantiasa meningkatkan amal dan ibadahnya.
Salah satunya yaitu menjalani puasa sunnah rajab. Sebagian umat Islam percaya, mengerjakan puasa rajab akan mendatangkan kemuliaan. Sehingga bacaan niat puasa rajab banyak dicari oleh para muslim dan muslimah.
BACA JUGA: Doa Berbuka Puasa Sunnah Serta Puasa Ramadhan
Hal itu lantaran bulan rajab ini mempunyai begitu banyak keistimewaan yang mampu mendatangkan kebaikan. Melansir dari NU Online, bulan rajab merupakan salah satu bulan haram yang berarti bulan dimuliakan. Selain bulan rajab, setidaknya ada tiga bulan haram lainnya di luar Ramadan. Yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram.
Lantas bagaimana bacaan niat puasa rajab berserta arti dan tata caranya? Melansir dari NU Online, Kamis (3/2), simak ulasan informasinya berikut ini.
BACA JUGA: Doa niat puasa rajab, Arab latin beserta artinya
Advertisement
Adapun bacaan niat puasa rajab dapat diucapkan saat malam hari adalah sebagai berikut:
NAWAITU SHOUMA GHADIN AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALA
Artinya:
"Aku berniat puasa sunah Rajab besok hari karena Allah Taala."
Akan tetapi, umat Islam masih bisa mengucapkan niat puasa rajab keesokan harinya bila benar-benar lupa. Asalkan belum mengonsumsi apapun baik minuman dan makanan yang bisa membatalkan puasa. Berikut bacaan niat puasa rajab yang dapat dilafalkan pagi harinya sebelum waktu zuhur tiba:
NAWAITU SHOUMA HAZAL YAUMI AN ADA-I SUNNATI ROJABA LILLAHI TAALA
Artinya:
"Aku berniat puasa sunah Rajab hari ini karena Allah Taala."
Advertisement
Setelah mengetahui bacaan niat puasa rajab, ada baiknya memahami tata caranya juga. Sejumlah amalan-amalan bulan Rajab seperti diketahui dapat dikerjakan oleh umat Islam. Salah satunya yaitu menjalani ibadah puasa. Ternyata ada sejumlah pendapat terkait puasa bulan rajab.Pertanyaan terkait hukum puasa Rajab pernah ditanyakan Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair,"Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak puasa," (HR Muslim).Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi, hukum dari puasa di bulan Rajab yaitu sunnah. Pendapat tersebut juga dilandasi pada hukum puasa itu sendiri. Di mana boleh dilakukan kecuali hari-hari tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.Umat Islam dapat memilih banyaknya waktu puasa sunnah rajab ini. Mulai dari puasa sunnah 1 hari, puasa sunnah 7 hari, puasa sunnah 10 hari hingga puasa sunnah 15 hari.
Advertisement
1. Dapat Kemuliaan
Sejumlah sahabat ridhwanullahi alaihim menyatakan makruh puasa Rajab sebulan penuh agar tidak menyerupai Bulan Ramadan. Namun jika seseorang mau berpuasa beberapa hari di Bulan Rajab dan tidak berpuasa beberapa hari, maka itu tidak makruh. 2. Jembatan Masuk Surga
Setiap muslim yang mengerjakan ibadah puasa rajab akan memperoleh kemuliaan di sisi Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis, yang artinya:"Anas bin Malik, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda: Sesungguhnya di Surga ada suatu sungai bernama rajab, warnanya lebih putih dari susu, rasanya lebih manis dari madu. Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Rajab, maka akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu." (HR. Bukhori dan Muslim).3. Diampuni Dosa-Dosa
Keutamaan puasa rajab lainnya yakni Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Karena, bulan rajab adalah bulan permohonan serta pengampunan. Sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis, yang artinya:"Nabi Muhammad SAW bersabda: Bulan Rajab adalah bulan permohonan pengampunan bagi umatku, maka hendaklah mereka memperbanyak istighfar di dalamnya. Yakni: Astaghfirullaha Wa Atuubu Ilaihi (Aku mohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya)". 4. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Bulan rajab merupakan salah satu bulan penuh rahmat dari Allah SWT. Sehingga, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa dan dzikir. "Rasulullah pernah ditanya, Berpuasa pada bulan apakah yang lebih baik selain bulan Ramadhan? beliau menjawab: Berpuasalah pada bulan Allah, yakni bulan yang tuli."
Advertisement
Setelah berpuasa selama beberapa jam, umat Islam akan melakukan buka puasa. Hal ini termasuk yang ditunggu usai menetapkan hati untuk benar-benar mengerjakan puasa rajab.Ibnu Abbas RA menyebutkan Rasulullah SAW membaca doa ini saat akan berbuka puasa,Allahumma laka shumna, wa'ala rizqika aftharna, tafaqbbal minna, innaka anta as-sami'ul al alimArtinya:
"Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa, dan atas rizki-Mu kami berbuka, terimalah dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (HR ath-Thabrani).