Wanita Berdaster Ngamuk Ngaku Istri Pejabat Kejaksaan, Ternyata Aslinya

Wanita tersebut mengaku sebagai istri dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebing Tinggi, Sumatra Utara. Sembari menunjuk-nunjuk dengan nada tinggi, wanita itu berusaha membela kelakuan anaknya. Lantaran diduga telah bersikap kasar dan menghina pelayan toko.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Wanita Berdaster Ngamuk Ngaku Istri Pejabat Kejaksaan, Ternyata Aslinya
Wanita Berdaster Ngamuk Ngaku Istri Pejabat Kejaksaan. Instagram @memomedsos ©2021 Merdeka.com

Beredar video emak-emak berdaster tengah beradu mulut dengan sejumlah karyawan toko. Bahkan ibu tersebut mengaku sebagai istri dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebing Tinggi, Sumatra Utara.

Sembari menunjuk-nunjuk dengan nada tinggi, wanita itu berusaha membela kelakuan anaknya. Lantaran diduga telah bersikap kasar dan menghina pelayan toko.

Simak ulasan dan videonya berikut ini, seperti dihimpun dari akun Instagram @memomedsos, Jumat (31/12).

Seorang wanita berdaster tampak arogan dan mengaku sebagai istri dari Kejari Tebingtinggi. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Jalan Sudirman, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebing Tinggi.

Berawal dari keluhan si anak yang pulang dari toko, Selasa (28/12). Lantaran tidak terima, Tri Venny kembali ke toko dan terjadilah keributan, Rabu (29/12).

"Kelen (kalian) jangan macam- macam ya, kelen belum tahu siapa saya? Saya Istri Kajari Tebingtinggi," tegasnya dalam video berdurasi 9 menit 45 detik itu.

"Kami sudah biasa bu, itu ada harganya di situ. Bisa ditengok dari CCTV. Bisa dilihat dari CCTV siapa yang tidak punya etika," bela karyawan toko.

Tak berhenti di situ, disebutkan oleh pihak toko bahwa sebelumnya sang anak yang bersikap tidak sopan lebih dulu. Bahkan dengan kalimat satire menyinggung soal miskin.

"Jangan kayak gitu kalian. Dimana pun yang namanya pelayan, harus melayani dengan baik. Kau harus minta maaf kau," kata Tri Venny.

"Anak ibu menghina kami juga, 'Sudah miskin jangan sok-sokan'. Pantaskah seperti itu? Sampai dicampakkan itu sepatu ke kami," ujar seorang karyawan berseragam merah.

Demi menyelesaikan cekcok secara baik-baik, pihak toko akhirnya menurunkan ego dan meminta maaf. Tapi Tri Venny masih dengan nada tinggi tidak mau melihat anaknya disalahkan.

"Anak saya enggak mungkin bilang seperti itu kalau enggak ada musababnya. Saya enggak suka anak saya digituin. Di sini anak saya beli ya, bukan minta. Kau tahu itu? Ke muka kalian dicampakkan?," ujar emak berdaster.

"Iya kami tahu, kami minta maaf," pinta karyawan berbaju putih.

"Iya tapi saya enggak suka anak saya dikatain kayak gitu," tegas Tri Venny.

Kasi Intelijen Kejari Tebingtinggi, Fahmi Jalil angkat bicara membenarkan kejadian tersebut. Sekaligus mengklarifikasi bahwa dalam video bukanlah istri atau keluarga dari Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebingtinggi yang sebenarnya.

"Itu bukan istri Pak Kajari dan bukan keluarganya juga," terang Fahmi, Kamis (30/12).

Akhirnya, Tri Venny diamankan ke Kejari Tebingtinggi. Sebagai saksi, dihadirkan dari pihak Kominfo Rosmawati, Adamsyah selaku perwakilan Polsek, serta pemilik toko Wawan Gunawan.

"Dengan ini saya meminta maaf kepada bapak Kejari dan ibu, sebesar-besarnya. Karena dalam video viral, saya mengaku bahwa saya istri dari bapak Kejari. Bahkan saya tidak mengenal bapak tersebut. Dengan ini saya tulus minta maaf dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jika terulang, saya siap diproses sesuai hukum yang berlaku," ungkap Tri Venny.

Beredar video di laman Facebook, seorang wanita berdaster ngamuk di sebuah toko sepatu. Bahkan mengaku sebagai istri dari Pejabat Kajari Tebingtinggi, Sumut.

Berikut videonya pada slide kedua.

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by memomedsos (@memomedsos)

Halaman Berikutnya Panduan Pencairan PIP 2026, Mulai dari Syarat, Cara Cek Penerima, hingga Besaran Bantuan
Rekomendasi