Mendiang Artidjo Alkostar dikenal sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas) KPK. Perlu diketahui bahwa mantan Hakim Agung ini merupakan sosok yang paling ditakuti sepak terjangnya oleh para koruptor.
Selain itu, Artidjo juga dikenal sebagai sosok orang yang begitu berintegritas tinggi. Bahkan semasa dirinya menjadi Hakim Agung, Artidjo sempat mengukir kisah berkali-kali ditawari suap.
Hal tersebut diungkapkan olehnya ketika masih hidup saat berbincang bersama dengan Jurnalis kondang Najwa Shihab. Ingin tahu? Simak lanjutan ulasan berikut ini.
Advertisement
Sebuah video baru-baru ini beredar di media sosial memperlihatkan perbincangan antara Najwa Shihab bersama dengan mendiang Artidjo Alkostar. Dalam kesempatannya, Artidjo mengaku bahwa pertama kali dirinya menjadi Hakim Agung di tahun 2000, ia sempat ditawari suap oleh seorang pengusaha yang berperkara.
Namun, hal ini nyatanya membuat Artidjo merasa tersinggung dan kesal. Ia menganggap bahwa tawaran tersebut sebagai bentuk untuk menjatuhkan harga dirinya.
Sehingga seperti nampak dalam unggahan akun Instagram @para.abdinegara, Artidjo menolaknya. Bahkan ia juga mengusir pelaku penawaran suap itu dari ruangannya.
"Pertama dulu watu saya masuk tahun 2000 memang ada pengusaha masuk ke ruang saya bilang begini pada saya 'Pak pak ini yang lain (hakim) sudah' saya terkejut sekali. 'Ini apa-apaan saudara ini!' saya bilang, 'Saudara ini menghina saya, sudah keluar!'," ungkap dia.
Advertisement
Lebih lanjut Artidjo mengatakan bahwa juga sempat ditawari sebuah cek dalam bentuk fotocopy. Oknum yang menawarkan cek tersebut bahkan sampai menanyakan nomor rekening dari dia.
Hal ini nampaknya semakin membuat Artidjo naik pitam. Dirinya merasa dibuat terhina dengan adanya tawaran cek tersebut.
Sehingga, Artidjo meminta kepada seseorang yang menawarkan untuk tak mengulangi perbuatannya lagi dengan tegasnya.
"Yang kedua adalah karena saya tidak bisa dihubungi lalu ada cek yang di fotocopy lalu ditanyakan 'Pak Artidjo, nomor rekening bapak berapa? Ini cek ini untuk pak Artidjo' wah ini tambah marah lagi saya waktu itu," papar dia.
Advertisement
Mendengar pengakuan Artidjo, nyatanya mampu memancing rasa penasaran dari Najwa Shihab. Sontak ia menanyakan berapa nominal yang tertera di dalam cek yang ditawarkan kepada Artidjo.
Namun, Artidjo mengaku bahwa dirinya memang sengaja tak mau membaca cek sehingga tak mengetahui nominal yang ditawarkan. Ia mengatakan ini dilakukan agar dirinya tidak tergiur pada suap tersebut.
"Saya tidak tahu (nominal). Saya tidak baca, kalau dibaca mungkin tergiur nanti. Saya bilang, dengan surat Anda saya merasa terhina, saya bilang," imbuhnya.
Advertisement
Selanjutnya, penawaran suap tersebut berlanjut kepada keponakan Artidjo yang berada di Situbondo, Jawa Timur. Dikatakan oleh Artidjo bahwa suap tersebut memang sudah tidak akan mempan kepada dirinya sehingga, pelaku mencoba untuk memberi suap kepada pihak keluarga.
Sang pemberi suap bahkan berani menawarkan kepada pihak keluarga Artidjo berapapun nominal yang diminta. Mereka membebaskan keluarga Artidjo untuk menuliskan berapapun nominal yang dimau di atas cek, akan tetapi hal tersebut juga tetap ditolak pihak keluarga karena tak ada yang berani melawan sosok tegas Artidjo.
"Berapapun yang diminta tulis saja dia bilang ke keponakan saya. Ya, unlimited lah. Iya, itu tetap keponakan saya enggak ada yang berani sih dan itu tidak pernah dilakukan oleh pak Artidjo. Saya yakin bahwa uang suap itu tidak berkah! Itu mesti dilihat dalam endingnya bisa menyengsarakan yang bersangkutan," pungkasnya.
Advertisement
Percakapan antara Artidjo dan Najwa terekam dalam sebuah video dan tersebar di berbagai media sosial.
Berikut adalah video selengkapnya.