Arti Lambang Pancasila dan Nilai-Nilainya, Wajib Diamalkan dalam Kehidupan

Pancasila merupakan dasar dan ideologi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila melambangkan kekuatan dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat dunia.

Mutia Anggraini
Oleh Mutia Anggraini - Reporter
Arti Lambang Pancasila dan Nilai-Nilainya, Wajib Diamalkan dalam Kehidupan
Perajin Patung Garuda Pancasila. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Pancasila merupakan dasar dan ideologi dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pancasila melambangkan kekuatan dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang banyak mendapatkan apresiasi dari masyarakat dunia.

Ideologi Pancasila tersebut dikukuhkan seiring berjalannya proses kemerdekaan bangsa Indonesia dari tangan bangsa kolonial. Namun, sejatinya setiap nilai dari sila-sila tersebut telah lahir dari bangsa Indonesia sendiri sejak zaman dahulu.

Secara simbol, Pancasila dilambangkan dengan burung Garuda yang memiliki perisai serta makna yang berharga bagi bangsa Indonesia. Sejatinya, arti lambang Pancasila tersebut dapat diamati pada setiap incinya.

Arti lambang Pancasila dapat dilihat melalui kepala, sayap, leher, kaki, hingga perisai yang terdapat pada burung Garuda. Setiap unsur tersebut mengandung arti lambang Pancasila yang senantiasa dihormati bangsa Indonesia.

Bahkan, di dalam perisai yang terdapat pada badan burung Garuda memiliki arti lambang Pancasila tersendiri. Perisai tersebut merangkum seluruh sila yang menjadi panutan bangsa Indonesia. Simak mengenai arti lambang Pancasila beserta nilai-nilainya yang patut dipahami berikut ini,

Pancasila sebagai dasar negara bukan berarti merupakan simbol negara belaka. Namun, sejatinya Pancasila merupakan hasil konsensus bangsa Indonesia untuk mencerminkan makna serta nilai-nilai yang luhur serta agung di dalamnya.

Arti lambang Pancasila tersebut dapat dilihat di setiap unsur-unsurnya. Adapun arti lambang Pancasila tersebut yakni sebagai berikut,

Burung Garuda

Mengutip dari laman Kemdikbud RI, Burung Garuda sendiri memiliki makna yang agung sebagai simbol dasar negara. Arti lambang Pancasila yang satu ini adalah kekuatan serta gerak dinamis dari sifat burung garuda pada umumnya.

Dengan sayap nampak mengembang dan bersiap terbang ke angkasa, Burung Garuda menjadi simbol bagi bangsa Indonesia yang senantiasa selalu bergerak dinamis. Selain itu, hal ini juga melambangkan semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan berintegritas.

Cengkraman Kaki Burung Garuda

Sementara itu, cengkraman kaki Burung Garuda juga memiliki makna tersendiri. Burung Garuda nampak mencengkram sebuah pita putih yang bertuliskan 'Bhinneka Tunggal Ika'.

Arti lambang Pancasila yang satu ini menyimbolkan keberagaman masyarakat Indonesia. Meski berbeda-beda budaya, suku, agama, dan sebagainya, namun masyarakat Indonesia dapat bersatu.

Warna emas pada Burung Garuda bukan tidak memiliki arti. Sama halnya dengan unsur lain, warna emas ini pun juga memiliki makna mendalam bagi lahirnya bangsa Indonesia.

Emas dalam Burung Garuda memiliki arti lambang Pancasila sebagai keagungan. Emas disimbolkan sebagai sifat bangsa Indonesia yang luhur dan bermartabat.

Jumlah Bulu Burung Garuda

Sementara itu, sama halnya dengan jumlah bulu yang terdapat di setiap lekuk Burung Garuda dalam simbol Pancasila. Jumlah bulu-bulu tersebut melambangkan angka-angka bersejarah yang mencerminkan masyarakat Indonesia.

17 helai bulu pada sayap merupakan simbol dari tanggal kemerdekaan bangsa Indonesia. Sementara itu, 8 helai bulu pada ekor senantiasa menggambarkan bulan lahirnya bangsa Indonesia. Jumlah 19 helai pada pangkal ekor dan 45 helai pada leher Burung Garuda melambangkan tahun kemerdekaan.

Sementara itu, perisai yang berada di tubuh Burung Garuda juga memiliki makna luhur. Perisai secara langsung melambangkan perlidnungan dan perjuangan bangsa Indonesia.

Garis melintang tebal yang membagi perisai menjadi lima bagian tersebut merupakan simbol dari garis khatulistwa. Sebab, Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang memiliki garis khatulistiwa.

Kelima bagian dari perisai tersebut bukan tanpa makna. Lima perisai tersebut pun juga menyimbolkan sila-sila yang menjadi dasar negara.

1. Sila Pertama

"Ketuhanan yang Maha Esa."

Gambar bintang menjadi simbol cahaya yang memiliki makna rohani. Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi kepercayaan dan agama.

Nilai-nilai:

  • Pengakuan keberadaan Tuhan.
  • Negara menjamin penduduk untuk beribadah sesuai agamanya masing-masing.
  • Kehidupan sosial berlangsung dengan terjaganya kehidupan beragama.
  • Negara mengakui keberadaan agama yang berketuhanan dan membebaskan penduduk untuk memilih agamanya.
  • Toleransi antara pemeluk agama terjaga.
  • Negara hadir ketika timbul konflik antaragama.

"Kemanusiaan yang Adil dan Beradab."

Rantai menjadi simbol akan kebersamaan masyarakat Indonesia. Rantai yang saling berkaitan merupakan gambaran dari bangsa Indonesia yang saling tolong-menolong.

Nilai-nilai:

  • Memanusiakan manusia dan melihat manusia lain sebagai makhluk Tuhan.
  • Menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam berhubungan dengan manusia lain.
  • Setiap manusia Indonesia mengakui dan menghormati adanya martabat manusia lain.
  • Menerapkan perilaku yang beradab.
  • Menjaga adab dan sopan santun dalam berhubungan sosial.

"Persatuan Indonesia."

Pohon beringin melambangkan negara Indonesia yang menjadi tempat bernaung bagi seluruh masyarakatnya. Akar yang menjalar pun menyimbolkan keberagaman yang dapat bersatu padu.

Nilai-nilai:

  • Bersikap dan bertindak dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
  • Ke manapun kaki melangkah, di manapun tubuh berada, jiwanya tetap Merah Putih.
  • Antirasis dan antidiskriminasi.
  • Menjunjung tinggi rasa persaudaraan se-tanah air.
  • Setiap manusia indonesia cinta tanah airnya.
  • Memiliki jiwa nasionalisme dan patriotisme.

"Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan."

Kepala banteng menyimbolkan karakter bangsa Indonesia yang suka berkumpul. Hal itu tak lain bertujuan untuk bersosialisasi dan bermusyawarah guna menetapkan keputusan bersama.

Nilai-nilai:

  • Bersikap pro-dialog, pro-musyawarah, pro-demokrasi.
  • Antikekerasan dalam menyelesaikan masalah atau konflik.
  • Selalu mengambil kebijaksanaan di atas persengketaan atau perbedaan pendapat.
  • Mengambil keputusan dengan musyawarah mufakat.
  • Musyawarah dilandasi dengan kejujuran bersama.

"Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia."

Padi dan kapas merupakan simbol dari pangan dan sandang. Hal ini melambangkan kemakmuran bangsa Indonesia yang dapat diraih dengan cara adil dan merata.

Nilai-nilai:

  • Redistribusi kekayaan secara adil kepada masyarakat banyak.
  • Pemerataan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Kebijakan berorientasi pada pengurangan kesenjangan masyarakat.
  • Negara melindungi setiap warga negara untuk mendapat penghidupan yang layak.
  • Negara berpihak pada mayoritas rakyat jelata yang lemah.
Rekomendasi