Jangan pernah melihat sesuatu dari penampilan. Kalimat itu seolah tepat menggambarkan pengalaman dari seorang pria hingga viral di media sosial.
Bertemu dengan sosok penjual roti keliling justru mengubah pandangannya. Anggapan negatif dari roti berharga murah yang memiliki rasa tak lezat langsung terpatahkan.
Rupanya, pembuat roti itu bukanlah sosok sembarangan. Lantas, siapa sebenarnya pembuat roti murah dengan rasa lezat itu? Berikut ulasannya.
Advertisement
Akun Instagram @jonrugintingnew mengunggah sebuah foto tukang penjual roti berkaos biru. Tepat di hadapan pria itu, nampak banyak roti dijajakan untuk dipikul.
Tak pernah menyangka, pertemuannya kala itu dengan sosok penjual roti justru mengubah pandangannya. Tak selamanya, penampilan mampu mewakili rasa dari makanan.
Roti Dijual Rp1.000
Semua jenis roti dijual miring. Berbagai roti dengan bentuk unik nan memikat itu hanya dijual Rp1.000.
"Harga rotinya cuma Rp 1.000 per pcs," tulisnya.
Advertisement
Dengan cara penjualan dan pengemasan sederhana, pembeli itu pun sempat meragu. Ia tak yakin dengan rasa roti yang ditawarkan penjualnya.
"Saya juga awalnya berpikir bahwa rotinya ini tidak enak dan murahan," katanya.
Di luar dugaan, roti itu justru lezat. Bahkan, ia berani menyebut jika roti yang dijajakan itu mampu bersaing dengan dagangan para penjual roti di pusat perbelanjaan.
"Namun setelah saya coba, Masya Allah! Rasanya enak banget!" tambahnya.
Advertisement
Usut punya usut, seluruh roti yang dijajakan penjual itu merupakan buatan dari anaknya sendiri. Sebelum akhirnya membuat roti sendiri, sang anak pernah bekerja di sebuah pabrik roti ternama.
"Karena penasaran, saya pun bertanya pada si Bapak ini. Ternyata roti jualannya ini buatan anaknya sendiri yang pernah kerja di pabrik roti," ujarnya.
Dengan rasa yang selangit, pembeli itu lantas menyarankan agar sang penjual mampu mengemas serta menaikkan harga dagangannya. Namun, hanya senyuman yang dilontarkan sebagai balasannya.
"Mungkin karena tak punya modal dan takut tidak laku, apalagi di masa sulit begini maka dia terpaksa menjual rotinya dengan harga murah," terangnya.