Polwan Nyamar jadi Pembeli Hasil Begal, Pancing Pelaku Janjian di Depan Hotel

Ternyata pelaku dan komplotannya termasuk para residivis.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Polwan Nyamar jadi Pembeli Hasil Begal, Pancing Pelaku Janjian di Depan Hotel
Polwan Nyamar jadi Pembeli Hasil Begal. Kanal YouTube 86 & Custom Protection NET ©2021 Merdeka.com

Seorang Polisi wanita (Polwan) beberapa waktu lalu melakukan penyamaran guna mengungkap kasus begal. Saat itu Polwan berpura-pura sebagai pembeli barang hasil begal.

Strategi penangkapan pun dilakukan dengan apik agar pelaku begal terpancing. Polwan dan pelaku begal kemudian bertemu di depan sebuah hotel. Ternyata pelaku dan komplotannya termasuk para residivis.

Berikut ulasannya.

Melansir dari kanal YouTube 86 & Custom Protection NET pada Selasa (22/6), yang mengunggah video momen penyamaran seorang polwan. Kepala Tim 3 Resmob Polda Sulsel Aiptu M Arsyad Samosir membuat rencana untuk menangkap pelaku begal di sekitar Jalan Sungai Limboto, Kota Makassar.

"Ada salah satu anggota kami melakukan penyamaran untuk pertemuan dengan terduga pelaku. Semoga malam ini bisa kami amankan. Menurut info, pelaku yang dimaksud adalah melakukan aksi begal di Jalan Sungai Limboto, Kota Makassar," kata Aiptu Arsyad.

Polwan yang tak disebutkan namanya itu segera menghubungi pelaku. Memastikan hotel yang hendak dituju dan tidak mengubah lokasi.

"Kalau dia nelpon, bilang kita lagi di jalan. Tanyakan dia dimana, jangan sampai berubah tempat. Ini kita di Ertas, tanya dia lagi dimana," pintanya pada Polwan.

"Kamu dimana sebenarnya? Ini saya mau jalan ke Ertas. Kirim lokasi kakak," kata pelaku.

Aiptu Arsyad segera membagi tugas pada anggotanya untuk bersembunyi di sejumlah titik. Sementara si polwan cantik diminta untuk duduk di pos satpam hotel.

"Saya baru pulang kerja. Ini saya di Ertas. Saya pas depannya hotel (sebut nama). Iya pas depannya, saya di dalamnya," ucap Polwan.

"Oh iya, saya jalan. Kau tunggu di sana," ujar pelaku.

"Saya selaku senior anggota mengatur posisi untuk melakukan penyergapan. Kamu (polwan) di sini, di pos security," perintah Arsyad.

Langsung Diciduk

Tak berselang lama, sekitar 15 menit pelaku sudah menghampiri polwan. Sempat berbincang sebentar, seketika ia digeruduk polisi.

"Itu motor saya pak. Saya enggak tahu apa-apa. Itu motor (sebut merk), warna hitam,"

"Siapa yang kamu jambret tadi? Di mana jambretnya?," tanya petugas.

Meski sudah terkunci, pelaku masih saja berkilah. Ia tak mengakui kesalahannya.

"Itu HP saya pak. Itu tadi saya enggak lihat pak anak-anak siapa enggak tahu," belanya.

"Itu tadi anak kecil HP-nya diambilkan? Jujur kamu," tegas aparat.

Akhirnya pelaku digiring ke Resmob Polda Sulsel untuk diinterogasi lebih lanjut. Sekaligus memastikan dengan korban yang bersangkutan.

"Lalu kami amankan dan dibawa ke Posko Resmob Polda, dari setelah itu pelaku mengakui. Akhirnya kami pertemukan korban dengan pelaku. Korban meyakini yang kami amankan di suatu perumahan adalah si begal," ungkap Arsyad.

Setelah mendapat sejumlah informasi, para aparat bergerak menuju kediaman rekan begalnya.

"Sekarang kita mengarah ke Jalan Jembatan Merah. Kita mencari rekannya, barang bukti hasil jambretnya, kendaraan yang digunakan (untuk jambret)," imbuhnya.

Penyelidikan lebih dalam, ternyata kedua pelaku yang termasuk rekannya itu ialah residivis dengan kasus yang sama. Diakuinya mereka saling kenal di warung dekat rumah. Mereka tinggal di sekitar Jembatan Merah.

"Itu motor bapak saya pak. Warna putih, platnya hitam. Kenal di warung dekat rumah pak," ucap pelaku.

Sayangnya kedua pelaku lainnya telah melarikan diri. Pihak keluarga diminta untuk bersikap kooperatif. Supaya pelaku menyerahkan diri ke Resmob Polda Sulsel.

"Teman pelaku ini residivis juga pelaku begal. Saya mau anak bapak harus menyerahkan diri ke Resmob Polda. Ini demi kebaikan keluarga bapak. Daripada anak bapak nanti akan membawa banyak korban lagi," tegas Aiptu Arsyad.

Rekomendasi