Mencari nafkah di negara asing bisa menjadi pengalaman baru. Dari banyaknya pengalaman membahagiakan, ada hal tak menyenangkan harus dijalani.
Seperti pengalaman seorang (tenaga kerja wanita) TKW berikut ini. Bekerja di Hong Kong membuatnya terpaksa makan seadanya. Menuruti keinginan dari sang majikan mengonsumsi telur busuk.
Seperti apa kelanjutannya? Simak ulasan selengkapnya berikut ini, dilansir dari kanal YouTube Ika rasty, Jumat (18/6).
Advertisement
Menjadi seorang TKW membuat wanita bernama Ika harus merawat serta menuruti sang majikan. Termasuk untuk urusan makanan. Ia pun turut mengonsumsi berbagai makanan yang menjadi kebiasaan sang majikan.
Kala itu, sang majikan diungkapkannya meminta hidangan yang berasal dari telur busuk. Padahal, sebelumnya ia pun telah berusaha membersihkan telur busuk agar tak dikonsumsi lagi.
"Setelah aku masak nasi, terus tadi dia (majikan) suruh masakin telur asin itu tadi. Aku nggak tahu, aku pikir telurnya sudah habis yang kemarin. Ternyata masih disisakan satu sama dia," ungkapnya.
Advertisement
Saat menunggu telur matang, ia mencoba memberikan bukti dengan menunjukkan bungkus telur yang telah ia buang sebelumnya. Ia menerangkan sembari membuka tempat sampah berisikan plastik berwarna hitam.
"Nih ya teman-teman, ya. Jadi tadi itu aku disuruh masak. Telur asin kemarin ya. Sisanya telur busuk kemarin masih jadi satu," jelasnya.
Bukti Telur Busuk
Beberapa saat kemudian, santapan itu pun telah masak. Ia segera mengangkatnya dari rice cooker berwarna putih.
Betapa terkaget, ia melihat telur yang diletakkan tersebut pecah dan membuat rice cooker nampak kotor. Ia kembali menjelaskan, itu merupakan bukti jika telur tak lagi baik untuk dikonsumsi.
"Kalau telur yang masih bagus itu ya, direbus campur nasi itu ngga meletus. Ini (telur) tadi baru tak taruh sebentar, sudah meleduk suaranya," ungkapnya.
Advertisement
Advertisement
Setelah memberikan santapan kepada sang majikan, ia pun juga turut makan. Dengan berbesar hati, ia makan dengan seadanya.
Bahkan, nasi bekas pecahan telur itu pun menjadi santapannya kala itu.
"Tadi yang ada kuning-kuningnya aku kasih ke nenekku. Nih, aku makan pakai ini. Enggak apa-apa lah, mudah-mudahan enggak terlalu ini," katanya.
Roti Jadi Penyelamat
Sejurus kemudian, ia merasa tak kuat untuk mengonsumsi santapan itu kembali. Nampak mangkuknya masih terdapat sedikit nasi dan lauk hasil masakannya.
Tak kehabisan akal, ia lantas segera mengambil roti dan selai cokelat di meja. Kala itu, perutnya masih tertolong dengan dua roti di dekatnya.
"Ya, masih bisa tertolong sama roti," ucapnya.
Advertisement