6 Makanan Penyebab Penyakit Maag, Hindari Sebelum Kambuh

Ada beberapa makanan penyebab penyakit maag yang harus diwaspadai.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
6 Makanan Penyebab Penyakit Maag, Hindari Sebelum Kambuh
ilustrasi maag. ©2015 Merdeka.com/shutterstock/igor.stevanovic

Ada beberapa makanan penyebab penyakit maag yang harus diwaspadai. Penyakit maag merupakan sejumlah gejala terkait dengan gangguan pada sistem pencernaan. Biasanya akan ditandai dengan perut mual, kembung hingga timbul rasa nyeri di ulu hati. Sebenarnya, akar permasalahan penyakit maag adalah pada produksi asam lambung yang didasari oleh beberapa penyakit pencernaan tertentu.

Mulai dari gastritis, tukak lambung, infeksi lambung, IBS serta GERD. Meski begitu, pemicu kemunculan penyakit maag bisa didasari oleh berbagai hal. Salah satunya terkait dengan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Bahkan, beberapa makanan bisa dengan mudah membuat penyakit maag kambuh. Lantas apa saja makanan penyebab penyakit maag?

Melansir dari hellosehat, Selasa (3/11/2020), simak ulasan informasinya berikut ini.

Makanan penyebab penyakit maag yang pertama adalah makanan dengan tingkat kepedasan yang tinggi. Tak bisa dipungkiri, sebagian besar masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dengan makanan pedas. Aneka sambal cenderung selalu ada di atas meja sebagai makanan pelengkap harian.

Namun sayang, makanan pedas justru bisa mengakibatkan penyakit maag muncul. Hal ini karena makanan pedas membutuhkan waktu cerna yang lebih lama oleh sistem pencernaan. Sudah diketahui bersama, makanan yang ditambah cabai atau lada akan mengandung senyawa zat capsaicin.

Senyawa inilah yang nantinya mampu mengiritasi lapisan perut kalian. Sehingga bisa menyebabkan munculnya masalah pencernaan seperti gejala maag hingga diare. Jika tetap terus mengonsumsi makanan pedas, peradangan lapisan perut memungkinkan akan bertambah parah.

Makanan dengan Rasa Asam Tinggi


Makanan penyebab penyakit maag yang kedua adalah makanan dengan rasa asam yang tinggi. Salah satu makanan yang memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi yakni buah-buahan. Meski mengandung banyak nutrisi, beberapa jenis buah-buahan juga mengandung tingkat keasaman yang cukup tinggi.

Bagi kalian yang memiliki masalah asam lambung, disarankan memilih buah-buahan yang tidak pemicu gejala maag. Beberapa jenis buah-buahan yang harus dihindari mulai dari jeruk, tomat, lemon hingga buah yang masih belum matang. Sebab, buah-buahan tersebut akan menambah tingkat keasaman di dalam perut kalian.

Sehingga dapat menyebabkan perut menjadi kembung, mulas, mual serta heartburn. Selain itu, makanan yang mengandung banyak cuka juga harus dihindari. Karena cuka bisa memicu timbulnya gejala maag pada seseorang.

Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi juga menjadi penyebab penyakit maag. Seperti makanan pedas, jenis makanan ini juga membutuhkan waktu cerna yang lebih lama. Semakin lama makanan berada di perut, maka asam lambung juga semakin banyak diproduksi.

Akibatnya, asam lambung akan memenuhi ruang dalam perut kalian dan bisa menimbulkan perut kembung. Buruknya bahkan mampu mendorong asam lambung menuju ke kerongkongan. Jika sudah begitu, kalian akan merasakan heartburn atau sensasi panas di kerongkongan dan dada.Ada beberapa jenis makanan lemak yang biasa ditemui. Salah satunya adalah daging-dagingan. Tak bisa dipungkiri, daging-dagingan di beberapa bagian memiliki kandungan lemak yang cukup tinggi. Selain itu, makanan yang digoreng dengan minyak juga bisa menjadi penyebab munculnya gejala maag.


Makanan Tinggi Garam


Makanan dengan kandungan garam yang tinggi di dalamnya menjadi penyebab penyakit maag selanjutnya. Masih belum diketahui secara pasti, bagaimana mekanisme makanan dengan rasa asin bisa menjadi penyebab timbulnya gejala maag. Namun, menurut sebuah penelitian lama oleh  Journal of the American Medical Association melaporkan, seseorang yang mengonsumsi makanan dengan kandungan garam yang tinggi memiliki risiko terkena asam lambung. Tidak tanggung-tanggung, risiko mengalami refluks asam lambung hingga 70 persen. Para peneliti menilai, hal itu terjadi karena makanan asin cenderung dihidangkan dengan cara digoreng. Selain itu juga makanan asin cenderung disajikan pada makanan berlemak. Di mana makanan berlemak juga menjadi makanan penyebab gejala maag bisa muncul pada seseorang.

Bagi kalian yang memiliki riwayat penyakit maag, ada baiknya mengurangi jumlah konsumsi cokelat. Sebab, cokelat menjadi makanan penyebab penyakit maag berikutnya. Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, cokelat bisa memicu timbulnya gejala maag akibat GERD.

Hal ini karena cokelat termasuk dalam golongan makanan tinggi lemak. Makanan manis ini justru mampu menimbulkan mengendurnya otot di sekitar kerongkongan. Sehingga memungkinkan asam lambung untuk naik menuju ke kerongkongan.Tak hanya itu, cokelat juga diketahui mengandung methylxanthine. Kandungan ini merupakan zat alami yang bisa melemaskan otot di kerongkongan. Bahkan, kandungan methylxanthine juga bisa membuat otot jantung menjadi melemah.


Bawang-Bawangan


Makanan penyebab penyakit maag yang terakhir dibahas adalah bawang-bawangan. Sebagian besar masyarakat tentu setuju jika bawang putih serta bawang bombay mampu membuat makanan menjadi lebih lezat. Sayang, jenis bumbu dapur yang satu ini harus dibatasi bagi seseorang yang kerap menderita gejala maag.Bukan tanpa alasan yang tak jelas. Kedua jenis bawang-bawangan ini rupanya mengandung gas di dalamnya. Sehingga bisa menyebabkan perut menjadi penuh dengan gas dan membuat kembung. Selain itu, bawang juga dapat melemaskan otot sphincter di kerongkongan. Akibatnya, memudahkan senyawa gas yang ada di dalam perut naik ke kerongkongan. Untuk itu, pastikan tidak menambahkan bawang-bawangan yang berlebih ke dalam masakan. Terutama bagi kalian yang memiliki riwayat menderita penyakit maag sebelumnya.

Rekomendasi