Sebuah video berdurasi pendek tengah viral dan mendapatkan kecaman dari publik. Video tersebut memperlihatkan aksi seorang wanita paruh baya menggunting kain diduga bendera Indonesia.
Tak hanya mengguntingnya hingga menjadi potongan-potongan kain kecil, wanita yang mengenakan dress panjang berwarna merah muda tersebut juga memberikan reaksi mengejutkan. Usai menggunting, ia terlihat tertawa dan tepuk tangan.
Berkat aksinya tersebut, wanita tersebut kini harus berurusan dengan pihak kepolisian. Setelah diminta keterangan lebih lanjut, rupanya aksi tersebut ia lakukan demi proses penyembuhan sang anak yang menderita autisme.
Aksi menggunting bendera merah putih yang dilakukan di depan sang anak tersebut diketahui merupakan saran dari sang guru les anak. Berikut informasi selengkapnya.
Advertisement
Dirangkum dari sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @infokomando, nampak seorang wanita paruh baya yang diketahui bernama Popon tersebut tengah berusaha untuk menggunting sebuah bendera merah putih yang ada di tangannya. Dibantu oleh dua orang lainnya, mereka pun terdengar bergembira dan tertawa saat melancarkan aksinya tersebut.
"Huu, sudah enggak musim lagi huu. Besok beli lagi," katanya.
Advertisement
Usai berhasil menggunting bendera merah putih, wanita tersebut kemudian terlihat mengambil potongan-potongan kain yang telah jatuh di atas lantai. Bukan untuk disimpan kembali, wanita itu justru menghamburkannya dan membuat potongan-potongan tersebut terjatuh kembali.
Saat melakukan hal tersebut, baik wanita tersebut maupun sang perekam video terlihat tertawa keras. Bahkan, sang wanita tersebut juga terlihat tepuk tangan usai melakukan tindakan yang sangat disayangkan tersebut.
Advertisement
Tak tinggal diam, pihak berwenang pun merasa tersentil dan geram dengan aksi tak terpuji yang dilakukan oleh wanita tersebut. Aksi Popon yang dibantu oleh dua orang wanita bernama Dea Yuliani dan Ani tersebut langsung mendapatkan perhatian khusus dari pihak kepolisian setempat.
Bukan hanya pihak kepolisian, anggota TNI Sumedang pun diketahui secara langsung bergerak melakukan pemanggilan kepada pelaku untuk diminta keterangannya pada Selasa (14/9).
Advertisement
Usai diusut secara lebih lanjut, rupanya aksi perusakan bendera merah putih tersebut dilakukan Popon untuk menyembuhkan Kalvar (5) yang tak lain merupakan buah hati dari Dea Yuliani. Sang anak diketahui mengidap autisme dan selalu membawa bendera merah putih kemana pun ia pergi.
Aksi tersebut diungkapkannya sebagai salah satu proses penyembuhan yang disarankan oleh sang guru les anak, Yeni.
Advertisement
Berikut sebuah video yang memperlihatkan aksi tak terpuji dari seorang wanita. Dibantu dua orang lainnya, wanita tersebut tampak santai menggunting bendera merah putih yang menjadi simbol perjuangan Bangsa Indonesia tersebut.