Presenter Arie Untung turut berduka atas peristiwa yang terjadi pada Syekh Ali Jaber, usai ditusuk orang tak dikenal saat mengisi kajian di Masjid Falahudin, Bandar Lampung pada Minggu (13/9) kemarin. Ungkapan prihatin tersebut disampaikan Arie melalui unggahan di akun Instagramnya.
Dalam keterangannya, Arie juga memberikan komentar menohok menanggapi pernyataan mengenai pelaku penusukan alami gangguan jiwa. Berikut informasi selengkapnya:
Advertisement
Melalui Instaramnya, Arie Untung membagikan video Syekh Ali Jaber saat sedang mengisi sebuah kajian. Ia menuliskan keterangan unggahan yang mendoakan kesehatan dan keselamatan bagi salah satu guru-nya tersebut.
"Semoga diberikan kesehatan untuk beliau," tulis Arie Untung.
Advertisement
Lebih lanjut, ia menuliskan jika orang-orang yang membenci ulama merupakan orang yang kurang waras. Hal ini mengikuti kabar yang beredar yang mengatakan jika pelaku penusukan diduga alami gangguan jiwa. "Makin jelas, yang tidak suka dengan ulama adalah orang-orang yang kurang waras," tulis Arie Untung. Arie Untung juga berharap jika kedepannya akan ada tindakan hukum yang jelas kepada pelaku penganiayaan pada ulama.
Advertisement
Syekh Ali Jaber mengalami tindakan penusukan oleh orang tak dikenal saat mengisi sebuah kajian di Masjid Falahuddin, Tamin, Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung. Belum sampai 20 menit acara berlangsung, tiba-tiba ada seorang pria tak dikenal naik ke atas panggung dan langsung mengarahkan sebilah pisau ke tubuh Syekh Ali hingga mengenai lengan bagian kanannya.
Advertisement
Sesaat setelah melakukan penusukan, pelaku berusaha untuk melarikan diri. Namun sayang, ia berhasil ditangkap oleh para jamaah yang membuat beberapa pukulan mendarat di wajah dan tubuh pelaku. Setelah diamankan, polisi pun memeriksa kejiwaan AA (24) pelaku penusukan. Menurut pengakuan ibunda pelaku, ia mengatakan jika anaknya pernah menjalani pengobatan di salah satu rumah sakit jiwa di Lampung.Polresta Bandar Lampung sendiri masih menunggu hasil observasi yang dilakukan oleh psikiater Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri bersama Rumah Sakit Jiwa Provinsi Lampung terhadap AA. Berdasarkan keterangan dokter, observasi membutuhkan waktu setidaknya 14 hari.
Advertisement
Berikut videonya: