Otak pembunuhan bos pelayaran Sugianto (51) di Royal Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara yang terjadi pada Kamis (13/8) lalu kini telah ditemukan. Sosok tersebut tidak lain adalah nur Luthfiah alias Luthi yang merupakan seorang pegawai di kantor korban.
Tak biasa, rupanya Luthfi acap kali mengalami kesurupan saat dilakukan pemeriksaan. Dari mulai mengaku kesurupan arwah sang korban Sugianto hingga sang ayah yang merupakan guru spiritual beberapa komplotannya.
Simak ulasannya berikut ini.
Advertisement
Beri Keterangan Berubah-ubah
Saat diperiksa, tentu saja pelaku tak hanya sekali memberikan keterangan. Pada beberapa keterangan tersebut, Luthfi kerap melontarkan pernyataan yang berubah-ubah. Hal ini pun semakin menguatkan dugaan pihak kepolisian atas keterlibatan NL dalam pembunuhan korban.
"Ketika saat pemeriksaan, keterangan dari yang bersangkutan selalu berubah-ubah, kemudian ada indikasi-indikasi juga bahwa adanya bentuk kebohongan dari penyampaiannya," kata Wirdhanto, Jakarta, Selasa (25/8).
Advertisement
Gelagat Berbohong
Saat dilakukan pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Wirdhanto Hadicaksono mengatakan bahwa pelaku sempat beberapa kali pura-pura kesurupan. Gelagat aneh dari pelaku ini diakui Wirdhanto akan menjadi salah satu pertimbangan penyelidikan.
"Kemudian juga dari gelagat yang pura-pura kesurupan itu menjadi salah satu pertimbangan penyelidikan kami yang kita dalami yang bersangkutan pada saat pemeriksaan sempat kesurupan dan mengarahkan ke salah satu motif," lanjutnya.
Advertisement
Kesurupan Arwah Korban
Saat dilakukan pemeriksaan beberapa waktu yang lalu, wanita yang menjadi otak pembunuhan tersebut seolah-olah kesurupan arwah dari korban. Usai hal tersebut selesai, Luthfi menyebutkan bahwa kasus penembakan tersebut merupakan masalah persaingan bisnis.
"Jadi dia kesurupan arwah korban, dan menyampaikan bahwa ini pelakunya adalah masalah persaingan bisnis. Dari situ kami melakukan tes poligraf juga ternyata hasilnya ada semacam kebohongan dari hasil ahli poligraf," sambungnya.
"Dan (kesurupan) itu diulangi lagi pada saat pemakaman. (Pas pemakaman korban juga) Kesurupan," katanya.
Advertisement
Dimasuki Arwah Sang Ayah
Tak hanya seolah-olah kesurupan arwah korban, Luthfi pun juga bergelagat layaknya kesurupan arwah sang ayah saat dilakukan reka adegan perencanaan pembunuhan di Hotel Ciputra, Cibubur, Jakarta Timur, 9 Agustus 2020. Kala itu, ia bersama MM, RS, dan juga AJ.
"Tiba-tiba NL kesurupan almarhum ayahnya, karena diketahui MM, RS, dan AJ adalah murid dari ayah NL yang merupakan seorang guru spiritual," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, Selasa (25/8).
Advertisement
Perintah Mendiang Ayah
Saat mengaku kesurupan arwah mendiang sang ayah, Luthfi pun nampak memberikan perintah kepada ketiga pelaku yang juga mantan murid ayahnya. Tiga pelaku tersebut juga nampak membalas perkataan yang dilontarkan Lutfhi kala itu.
"Assalamualaikum apakah kalian siap berjuang?," kata NL yang saat itu kesurupan di kamar hotel 709, ditirukan Yusri.
"Siap eyang," jawab ketiga orang tersebut.
"Assalamualaikum, izin masuk. Seolah-olah arwah almarhum masuk ke tubuh NL," ucap NL saat ditirukan Yusri.
"Kapan kamu tepati janjimu Maman?," ucap NL sesaat sebelum pingsan.
Advertisement
Pelaku Berhasil Dibekuk
Sebelumnya, Tim Gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Utara telah berhasil menangkap 12 tersangka penembakan terhadap korban yang bekerja sebagai pengusaha di bidang pelayaran.
"Ada 12 tersangka ini bisa dikatakan kelompok, mereka memiliki berbagai peran, sebagai otak pelaku, kemudian yang merencanakan, kemudian ada yang mencari senjata api, sebagai joki, eksekutor, da nada juga yang membawa senjata api," jelas Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana, Senin (24/8).
Advertisement
Hukuman Menanti
Akibat dari peristiwa tersebut, 12 tersangka terancam dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan pidana mati atau penjara seumur hidup ataupun selama beberapa waktu tertentu, paling lama 20 (dua puluh) tahun.
Para tersangka juga terjerat dengan Pasal 338 KUHP dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun.
Advertisement
Kronologi Penembakan
Berdasarkan keterangan saksi yang saat itu berada di lokasi kejadian, korban diketahui ditembak dari arah belakang. Sang korban lantas tewas seketika di TKP dengan empat peluru yang bersarang di tubuhnya.
Saat itu, korban diketahui tengah berjalan menuju ke rumahnya untuk menyantap makan siang yang tak jauh letaknya dari kantor tempatnya bekerja saat pelaku menembakkan senjata api ke arahnya.