Cara Mengatasi Masuk Angin yang Ampuh dan Aman Secara Medis

Sebagian besar masih memercayakan 'kerokan' sebagai solusi terbaik mengeluarkan angin yang masuk dalam tubuh.

Kurnia Azizah
Oleh Kurnia Azizah - Reporter
Cara Mengatasi Masuk Angin yang Ampuh dan Aman Secara Medis
Ilustrasi demam. ©2015 Merdeka.com/shutterstock

Masuk angin menjadi salah satu sakit yang kerap dikeluhkan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini, tak ada dasar utama medis dan penelitian jelas terkait sakit ini.

Sebagian besar masih memercayakan 'kerokan' sebagai solusi terbaik mengeluarkan angin yang masuk dalam tubuh. Kendati demikian, pori-pori yang terbuka lebar usai dikerok bisa mengakibatkan sakit lain atau angin masuk lebih banyak. Hingga kembali bergantung pada sugesti kuat yang menyembuhkan.

Masuk angin kerap dikaitkan dengan 'tidak enak badan' sebab angin yang masuk berlebihan. Berbagai hal menjadi penyebabnya, seperti terlalu beraktivitas, lama di ruangan AC, kehujanan, terlalu banyak kafein, diterpa angin malam, dan masih banyak lagi.

Gejala yang ditimbulkan memiliki kemiripan dengan penyakit flu. Berikut cara mengatasi masuk angin yang ampuh dan aman secara medis, dirangkum dari berbagai sumber.

Perbanyak Minum Air Putih


Cara mengatasi masuk angin yang pertama ialah memperbanyak asupan air putih. Sebab mineral yang cukup akan membantu tubuh mengontrol suhu dan meringankan demam akibat masuk angin.

Dikutip dari halodoc, mengonsumsi air putih dan teh manis hangat bisa membuat perut lebih nyaman, serta mengurangi mual dan kembung. Saat masuk angin, sebaiknya hindari kafein dan minuman bersoda, untuk mencegah perut semakin begah.

Pijat, Urut dan Balurkan Balsem

 

Terlepas dari kontroversi 'kerokan' di dunia medis modern, pengobatan tradisional ini diklaim ampuh. Karena memberi sugesti positif pada penderita masuk angin untuk bisa lekas sembuh.

Apabila cara tradisional kerokan tak berani diambil, Anda bisa menggunakan cara dipijat, urut, dan membalurkan balsem atau minyak ke seluruh tubuh.

Dikutip dari SehatQ, rasa hangat yang ditimbulkan, dipercaya mampu mengeluarkan angin dalam tubuh melalui kentut dan sendawa. Rasa nyaman akan membantu tubuh mengeluarkan racun, baik dari kencing dan keringat.

Menjaga Suhu Kamar Tetap Hangat

Cara mengatasi masuk angin berikutnya dengan tetap menjaga suhu ruangan tetap hangat. Saat masuk angin melanda, pasti badan terasa tidak enak dan serba salah.

Ada baiknya menggunakan humidifier untuk membantu melembabkan udara. Mengutip dari hellosehat, saat udara lembap maka hidung tersumbat bisa lebih lega. Serta mengurangi intensitas batuk saat masuk angin.

Konsumsi Vitamin dan Gizi Seimbang

Meski masih dalam kondisi sakit masuk angin, sebaiknya tetap mengonsumsi vitamin sebagai peningkat daya tahan tubuh atau imunitas.

Pastikan bahwa makanan yang dikonsumsi memenuhi kebutuhan mineral dan vitamin, terutama C dan E untuk membantu melawan infeksi. Jangan biarkan perut kosong terlalu lama. Paksakan diri untuk makan, meski mulut terasa pahit atau hambar.

Istirahat yang Cukup

Cara mengatasi masuk angin selanjutnya dengan memperbanyak istirahat untuk mengembalikan tenaga. Simpan stamina Anda untuk memerangi infeksi virus dalam tubuh. Istirahat yang cukup akan memulihkan kondisi.

Menggunakan Tetes Hidung Saline

Terkadang penderita merasa terganggu dengan hidung tersumbat saat masuk angin, hingga tak sanggup tidur. Sebaiknya coba menggunakan tetes hidung saline yang bisa dibeli tanpa resep dokter. Tetes hidung tersebut akan meredakan gejala masuk angin, terutama yang disebabkan oleh flu.

Pilihan Obat

Apabila Anda telah mengikuti cara mengatasi masuk angin secara alami, masih belum mereda. Bisa didampingi dengan obat yang dijual di apotek. Selain obat tertentu untuk mengatasi masuk angin, ada pula pilihan obat yang meredakan gejala menyerupai flu, seperti dilansir dari hellosehat:

Paracetamol atau acetaminophen, merupakan obat pereda nyeri yang bisa membantu meredakan masuk angin. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati berbagai nyeri ringan, demam, serta pilek dan flu.

Ibuprofen termasuk salah satu obat penghilang rasa sakit yang kerap ditemui di pasaran tanpa resep dokter. Obat ini termasuk ke dalam obat antiinflamasi non-steroid (NSAID).

Aspirin ialah obat penghilang nyeri yang acap kali digunakan untuk mengatasi sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri karena haid. Obat ini juga bisa digunakan untuk membantu mengobati pilek dan gejala flu lain, seperti menurunkan demam.

Dekongestan akan membantu melegakan hidung yang tersumbat saat masuk angin. Kandungannya bisa mengecilkan pembuluh darah dan jaringan yang membengkak dalam hidung.

Obat antihistamin bekerja membantu menghambat pelepasan histamin, zat alami yang memunculkan reaksi alergi saat terpapar alergen.

Cara Mencegah Masuk Angin

Apabila dirasa telah sembuh total dari masuk angin, ada baiknya untuk menjaga daya tahan tubuh supaya tak terserang sakit lagi. Berikut dilansir dari alodokter, bisa dilakukan untuk mencegah masuk angin:

  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Utamakan yang mengandung protein, omega-3, dan antioksidan, seperti vitamin C, flavonoid, dan vitamin A.
  • Olahraga secara rutin, 30 menit per hari.
  • Beristirahat dan tidur yang cukup.
  • Membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, untuk mencegah penyebaran penyakit. Mencuci tangan perlu dilakukan sebelum dan sesudah makan, sehabis dari toilet, sesudah menyentuh binatang, dan sebelum maupun sesudah bersentuhan dengan orang sakit.
  • Mengenakan jaket dan pakaian yang lebih tebal saat cuaca dingin.
Rekomendasi