4 Kehidupan Artis Cilik Berubah Drastis, Dulunya Memiliki Penghasilan Fantastis

Beginilah kehidupan 4 artis cilik yang berubah 180 derajat. Dulu bergelimang harta, kini hanya bisa menjalani kehidupan sederhana.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
4 Kehidupan Artis Cilik Berubah Drastis, Dulunya Memiliki Penghasilan Fantastis
Rumah Baim Cilik. YouTube @Surya Citra Televisi (SCTV) ©2020 Merdeka.com

Menjadi seorang artis cilik ternama tidak menjamin kehidupan mereka akan terus jaya. Ada yang hingga kini cukup sukses malang melintang di dunia hiburan Tanah Air, namun, beberapa meredup seiring bertambahnya usia.

Seperti pada beberapa artis cilik berikut ini. Bahkan, kehidupan mereka diketahui telah berubah 180 derajat. Penasaran siapa sajakah mereka?

Simak ulasan yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Masih ingat dengan pesinetron cilik Baim. Sosok menggemaskan yang dikenal dengan tag line 'Maafin Aim ya Allah' ini sempat menjadi idola beberapa tahun silam. Sayang, namanya kemudian redup dan hilang bak ditelan bumi.

Siapa sangka, kini Baim Cilik telah menjadi sosok remaja yang lebih pendiam dan sopan. Tidak hanya itu, sempat menjadi salah satu artis dengan bayaran termahal, Baim Cilik kini justru tinggal di sebuah rumah sederhana yang berada di gang sempit.

Melansir dari akun YouTube Surya Citra Televisi (SCTV), Baim Cilik kini tinggal di sebuah rumah sederhana. Rumah yang didominasi warna peach ini terletak di sebuah gang kecil di Kota Malang.

Terlihat dalam gambar, rumah Baim Cilik begitu sederhana dengan tidak dipenuhi berbagai macam perabotan di bagian depan rumahnya. Tak lupa, hunian sederhana Baim juga dilengkapi dengan pagar besi berwarna hitam.

Memasuki kamar Baim Cilik, bisa dilihat ruangan pribadi sang artis tidak begitu besar. Di bagian sisi dekat pintu, terdapat meja kabinet yang di atasnya diletakkan televisi besar.

Tempat tidur Baim Cilik ternyata diletakkan di atas lantai, tanpa adanya ranjang. Kemudian, di sana juga terdapat lemari pakaian yang. Bahkan, di dalam lemari terdapat pakaian yang kerap digunakan Baim saat hendak ke pesantren loh.

Siapa yang tidak mengenal Misca Mancung. Pemilik nama Misca Fortuna ini identik dengan rambut dikucir bak antena. Ya, aktingnya mulai dikenal masyarakat melalui sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekkah. Bahkan, kehidupannya menjadi sangat sukses berkat sinetron tersebut.

Sayang, Misca Mancung kini harus hidup bersama sang ibu dan adiknya di sebuah rumah kontrakan sederhana. Siapa sangka, Misca juga rela berjualan gelang di sekolah untuk membantu sang ibu mencari nafkah keluarga. Diketahui, semua itu akibat dari tingkah sang ayah yang membawa kabur semua uang Misca.

Selain Misca Mancung, Sony Wakwaw juga memiliki kehidupan yang berbeda sejak namanya meredup di industri hiburan Tanah Air. Sony Wakwaw mulai dikenal berkat sinetron Emak Ijah Pengen ke Mekkah di tahun 2013. Sony sangat identik sekali dengan tag line 'Wakwaw'.

Tidak banyak yang mengira, kehidupan Sony Wakwaw menjadi lebih sederhana dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan Sony sudah sepi tawaran akting. Kendati begitu, kehidupan Sony tidak terlalu terpuruk seperti teman sesama profesinya Misca Mancung.Melansir dari Liputan6.com, Rabu (19/2), Sony Wakwaw masih mempunyai hunian pemberian Syahrini beberapa waktu lalu. Dikatakan, rumah tersebut kini telah dikontrakkan dan sang ayah telah mengganti mobilnya menjadi lebih murah. Selain itu, dikabarkan Sony sempat menjalani bisnis usaha yakni toko sepatu. Sayang, toko sepatu tersebut hanya mampu bertahan selama empat tahun saja.

Masih ingat dengan sinetron Doo Bee Doo. Sinetron yang tayang pada tahun 2008 ini juga menampilkan sosok anak kecil bernama Shena. Karakter yang diperankan ileh Alanis Humairah Al-Maqdis sukses menjadi sorotan publik.

Lama tak terdengar kabarnya, Alanis kini menjadi sosok remaja yang lebih anggun. Berbeda dari citranya sewaktu kecil yang sangat menggemaskan. Melansir dari Liputan6.com, Alanis kini lebih fokus menuntut ilmu. Berdasarkan penuturan sang ibu, Lulu Kodusa, Alanis kini sedang bersekolah di salah satu madrasah di Jakarta.

Rekomendasi