Begini Reaksi Warga Iran Lihat Orang Indonesia di Negaranya, Bikin Kaget

Masyarakat Iran memberikan reaksi yang tak terduga saat melihat orang Indonesia di negaranya.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
Begini Reaksi Warga Iran Lihat Orang Indonesia di Negaranya, Bikin Kaget
Keluarga Indonesia Keliling Dunia dengan Mobil. YouTube @Journey of Wonder ©2020 Merdeka.com

Jika sebagian orang mencari kebahagiaan dengan membeli barang-barang tertentu, berbeda dengan keluarga yang satu ini. Mereka lebih memilih mencari kebahagiaan dengan berkeliling dunia menggunakan mobil pribadi. Sejumlah negara sudah dilintasinya.

Berbagai cerita juga telah mereka dapatkan di setiap perjalanan. Namun, ada satu hal yang menarik perhatiannya dan publik yaitu respons warga Iran. Ya, masyarakat Iran memberikan reaksi yang tak terduga saat melihat orang Indonesia di negaranya.

Lantas, bagaimana reaksi warga Iran terhadap keluarga Indonesia di negaranya? Simak ulasan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber berikut ini.

Keluarga Asal RI Ini Keliling Dunia Pakai Mobil

Kebahagiaan bisa didapatkan melalui cara apapun. Seperti halnya dengan keluarga asal Indonesia ini. Keluarga yang memiliki akun YouTube Journey of Wonder mencoba mencari kebahagiaan mereka dengan berkeliling dunia.

Bukan dengan pesawat, keluarga ini lebih memilih menggunakan alat transportasi mobil. Menariknya, mobil tersebut menggunakan pelat nomor Indonesia. Keluarga yang beranggotakan empat orang ini terlihat begitu menikmati setiap perjalanan yang dilaluinya.

Cappucino, Si Mobil yang Ikut Berkeliling Dunia

Ketika ditanya kenapa dinamai Cappucino, jawaban Eelco justru membuat penonton tak bisa menahan tawanya. Bagaimana tidak, Eelco menceritakan alasan di balik nama itu karena meski mobil telah dicuci, dia akan kotor kembali.

"Walau dicuci di Jakarta aja dua-enam hari warnanya sudah coklat (kotor), akhirnya saya nggak cuci lagi gitu yaudah," ungkap Eelco seperti dikutip dari akun YouTube TRANS7 OFFICIAL.

Kaget Harga Solar di Iran Hanya Rp 300 per Liter

Ada yang menarik di sana. Berbeda dengan Indonesia, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat murah. Dilansir dari akun YouTube Journey of Wonder, Rabu (15/1), untuk jenis solar, di Iran hanya dipatok harga Rp300 untuk pelanggan pemegang kartu khusus untuk transportasi umum. Sementara, bagi wisatawan yang tidak memilikinya harus membayar solar senilai Rp600 per liter.

Kendati begitu, harga yang ditawarkan sangat murah bila dibanding di Indonesia. Namun, di Iran sendiri bahan bakar solar biasanya digunakan oleh bus atau truk saja. Untuk itu, sebagai wisatawan asing memang harus mencari SPBU yang memuat bus dan truk untuk bisa mengisi bahan bakar mobil yang dinaikinya.

Warga Iran Selalu Lambaikan Tangan

Menggunakan mobil berplat nomor Indonesia, banyak warga asing yang menyoroti kendaraan tersebut. Bagaimana tidak, mobil asing itu melintasi jalanan di sejumlah negara di dunia. Salah satu hal yang menarik saat keluarga Journey of Wonder bertolak ke Iran.

Di sepanjang jalan, tidak sedikit masyarakat melambaikan tangan mereka ketika melihat mobil keluarga ini melintasinya. Reaksi orang Iran ini sukses membuat hati siapa saja yang melihat menjadi tersentuh. Respon baik yang ditujukan mereka patut untuk dihargai dan dicontoh.

Diajak Main dan Makan di Rumah Warga Iran

Terlepas dari itu semua, ada kisah menarik yang diungkapkan keluarga ini. Saat malam hari menjelang, mereka dihentikan oleh orang Iran beserta keluarganya. Bukan berniat jahat, keluarga Iran ini justru mengajak mereka untuk mengobrol santai.

Setelahnya, mereka juga diajak makan malam bersama di salah satu rumah makan kebab. Tidak hanya itu, mereka juga diajak untuk berkunjung ke rumah keluarga asal Iran tersebut. Bahkan, keluarga Iran itu juga mengajaknya bermain musik bersama.

Anak Tetap Belajar Sembari Bekeliling Dunia

Jika ditanya apakah anak-anak belajar, mereka langsung menjawab tetap melakukannya. Dilansir dari akun YouTube TRANS7 OFFICIAL, kedua anak mereka yang bernama Rannesyha dan Bramantyo tetap belajar dan mengikuti pelajaran yang diberikan gutu mereka.

Menurut penuturan sang ibu, sebelum melakukan perjalanan berkeliling dunia, mereka sudah membicarakannya terlebih dahulu dengan kepala sekolah. Tak disangka, kepala sekolah justru menerima dengan antusias niat keluarga tersebut. Akan tetapi, kedua anak mereka tetap diberikan buku pelajaran selama setahun agar tetap menimba ilmu dan tidak ketinggalan pelajaran.

Rekomendasi