Dunia hiburan Korea Selatan memang dikenal keras. Sebelum menjadi bintang terkenal, calon idola di Korea harus benar-benar menyiapkan mental mereka dan menghadapi berbagai tekanan.
Tekanan-tekanan tersebut tidak hanya datang dari pihak agensi yang menaungi mereka saja, tapi juga dari publik. Warganet Korea Selatan dikenal kerap memberikan kritik pedas hingga mengarah ke bullying.
Tak ayal, tekanan tersebut membuat para idol KPop rentan mengalami gangguan mental dan depresi. Sulli dan Goo Hara, menjadi dua dari beberapa artis Korea yang mengalami depresi dan berakhir bunuh diri.
Sebelum meninggal Sulli dan Goo Hara secara terang-terangan akui alami depresi. Seperti 5 idol KPop ini yang juga akui pernah alami gangguan mental dan depresi.
Advertisement
Lee Joon, Mantan Anggota MBLAQ
Mantan anggota grup idola MBLAQ, Lee Joon, pernah mengaku kalau dirinya mengalami gangguan mental. Awalnya, dia mengaku mengalami insomnia parah dan membuatnya depresi.
Depresi yang berlarut-larut tersebut, membuat Lee Joon mengalami gangguan mental, bipolar. Kondisi tersebut dapat membuat suasana hatinya berubah sangat ekstrem.
"Saya sama sekali tidak memiliki waktu istirahat. Saya menderita bipolar. Namun tak banyak yang mengetahui masalah yang saya alami," cerita Lee Joon dalam wawancaranya bersama Newsen.
Belum lama ini Lee Joon baru saja bebas dari tugas militernya, dan masih beristirahat dari dunia hiburan.
Advertisement
Mina TWICE
Selain Lee Joon, Mina anggota grup idola Twice juga dikabarkan mengalami masalah kesehatan mental berupa gangguan kecemasan. Kondisi yang dideritanya ini membuatnya harus hiatus sementara dari dunia hiburan.
Kabar ini dibenarkan JYP Entertainment selaku agensi yang menaungi Twice. "Setelah melakukan pemeriksaan medis khusus, telah dikonfirmasi bahwa masalah kesehatan yang dialami Mina ialah gangguan kecemasan," dilansir dari Soompi.Kini, Mina fokus pada pengobatannya dan menghentikan segala aktivitasnya bersama Twice sampai kesehatannya membaik. Belum lama ini, Mina ikut berpartisipasi dalam album terbaru Twice tapi tidak mengikuti kegiatan promosi.
Advertisement
S.Coups Seventeen
Gangguan kepanikan atau dikenal dengan Anxiety Disorder dikabarkan juga menyerang pemimpin dari grup idola Seventeen, S.Coups. Kabar mengejutkan ini dirilis Pledis Entertaiment, agensi Seventeen, beberapa saat setelah konser mereka di Indonesia, Sabtu (16/11) lalu.
Satu hari sebelum konser, kabar memburuknya kesehatan S.Coups sudah diberitakan. Hingga akhirnya, di tengah konser, S.Coups terpaksa harus istirahat dan tidak ikut merampungkan konser. Setelah itu, Pledis mengumumkan kalau pria berusia 24 tahun itu mengalami gangguan kepanikan. Pledis juga mengumumkan kalau S.Coups akan rehat sementara dari segala aktivitas Seventeen dan menjalani pengobatan.
Advertisement
Heechul Super Junior
Jauh sebelum kabar gangguan mental dan depresi yang semakin marak diberitakan media Korea Selatan, idol KPop senior, Heechul Super Junior sudah mengalaminya.
Depresi yang dialami Heechul dipicu dari kasus yang menimpa salah satu anggota Super Junior asal China, Hangeng. Kasus tersebut membuat Hangeng harus hengkang dari Super Junior, tepatnya 2011.Tidak hanya itu, anggota Super Junior lainnya, Eunhyuk juga pernah menceritakan kalau Heechul pernah merasa sangat stres ketika tidak bisa tampil bersama Super Junior akibat kecelakaan yang dialaminya.
Advertisement
Penyanyi IU, Sahabat Sulli
Sahabat Sulli satu ini ternyata juga pernah mengaku alami depresi. IU membongkar kondisinya di depan penggemarnya saat konser. IU mengaku pernah mengalami depresi tahun 2014 silam.
IU menceritakan kalau ia merasa minder dengan segala pujian yang ditujukan padanya. Sejak itu, ia mengalami insomnia dan tidak bisa beraktivitas normal.Kini, IU masih aktif di industri hiburan Korea Selatan, dan baru saja merilis album terbarunya. Salah satu lagunya, Love Poem didedikasikan untuk sang sahabat, Sulli.