Potret Jadul Pasar Tradisional Tahun 1921 di Kaki Merapi, Jualan Payung hingga Burung
Merdeka.com - Salah satu penggerak roda perekonomian pada masa lalu di zaman Pemerintahan Kolonial Belanda adalah pasar.
Pasar merupakan tempat berkumpulnya orang-orang, baik orang Belanda maupun pribumi untuk berinteraksi dan melakukan transaksi jual beli.
Sebuah video memperlihatkan suasana jadul pasar tradisional yang ada di kaki Gunung Merapi pada tahun 1921. Berikut potretnya.
Pasar Jadul Kaki Gunung Merapi

©2023 Merdeka.com/youtube.com/bimo.k.a
Sebuah video yang diunggah oleh channel Youtube Bimo K.A memperlihatkan suasana antik pasar yang berada di kaki gunung Merapi.
Pasar yang tidak diketahui lokasi persisnya itu kemungkinan berada di sekitar Kabupaten Boyolali, Klaten, Sleman, atau Magelang.
Suasana di pasar tradisional tersebut sangat hangat. Ditambah lagi dengan keberadaan kendaraan masa lalu seperti delman yang ditarik dengan seekor kuda.
Pakaian yang Berbeda-beda

©2023 Merdeka.com/youtube.com/bimo.k.a
Selain suasana yang hangat dari penampakan orang-orang zaman dulu, suasana pasar tersebut juga memperlihatkan beberapa orang yang mengenakan pakaian yang beragam.
Beberapa orang berpakaian ala Jawa dengan memakai blangkon, jas, dan kain batik. Sedangkan tidak sedikit pula yang datang ke pasar dengan kondisi telanjang dada dan hanya mengenakan sarung batik.
Pedagang dari Luar Negeri

©2023 Merdeka.com/youtube.com/bimo.k.a
Para pedagang yang berjualan di pasar tersebut rupanya tidak hanya datang dari warga pribumi Jawa saja. Akan tetapi juga datang dari berbagai negara seperti India dan Britania.
Terlihat di dalam video tersebut dua orang pedagang dari India sedang duduk dan menunggu orang datang untuk membeli dagangannya.

©2023 Merdeka.com/youtube.com/bimo.k.a
Barang Dagangan Beragam

©2023 Merdeka.com/youtube.com/bimo.k.a
Sebagaimana pasar tradisional pada umumnya, barang-barang yang dijual di pasar tersebut juga sangat beragam. Beberapa orang menjual makanan dan yang lainnya menjual barang-barang keperluan sehari-hari.
Terlihat seorang berjualan minuman seperti dawet atau sejeninya. Gerobak yang dipakai pun berbentuk khas dan sampai sekarang masih banyak dipakai oleh penjual dawet masa kini.
Sedangkan barang-barang lainnya, penjual di pasar tradisional itu pun menjual seperti payung tradisional, kain, hingga burung yang ditaruh di dalam sangkar.

©2023 Merdeka.com/youtube.com/bimo.k.a
(mdk/mff)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya