Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pernah Selamat dari Kepunahan, Ternyata Hiu Punya Usia Lebih Tua dari Dinosaurus

Pernah Selamat dari Kepunahan, Ternyata Hiu Punya Usia Lebih Tua dari Dinosaurus Ikan Hiu. shutterstock

Merdeka.com - Banyak yang sepakat bahwa dinosaurus menjadi hewan paling tua yang pernah hidup di muka bumi ini. Namun pendapat tersebut rupanya tak sepenuhnya tepat jika dibandingkan dengan keberadaan ikan hiu sejak zaman dulu.

Ikan Hiu menjadi salah satu predator puncak di lautan yang sudah ada sejak ratusan juta tahun yang lalu. Bukan hanya berbahaya, hiu ternyata juga hewan yang memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Menurut beberapa riset yang telah dilakukan, keberadaan hiu lebih lama dari dinosaurus. Beberapa fakta lain juga mendukung alasan mengapa hiu mampu bertahan hingga saat ini. Apa saja?

Lebih Tua dari Dinosaurus

ilustrasi ikan hiu tutul

©2020 Merdeka.com/piqsels.com

Ikan hiu diperkirakan sudah ada sejak 450 juta tahun yang lalu. Hiu dikatakan lebih tua dari dinosaurus karena mampu selamat dari bencana terbesar di muka bumi yang mampu memusnahkan dinosaurus nonavian 66 juta tahun yang lalu pada periode akhir Cretaceous.

Hiu memiliki kemampuan memodifikasi fisiologi sebagai respons akan segala jenis kondisi lingkungan.

Hiu mampu mengecilkan ukuran saat suhu lingkungan meningkat dan dapat membuat spesies mereka lebih cepat beradaptasi dengan relung ekologi yang berubah cepat.

Sebagai kerabat dekat skate (ikan pari), dan chimera yang termasuk dalam kelompok chondrichthyes, sebagian besar kerangka hiu terdiri dari banyak tulang rawan.

Sebuah studi dari jurnal Royal Society Open Science menyebutkan bahwa populasi skate musim dingin (Leucoraja Ocellata) yang tinggal di Teluk selatan St Lawrence di Kanada mampu beradaptasi dengan suhu air yang meningkat 10 derajat Celcius selama periode 7.000 tahun.

Hal tersebut diperkuat lewat ukuran tubuh skate akan berkurang secara dramatis hingga 45 persen.

Memiliki Gen Anti Iklim Ekstrim

Sebuah studi dari profesor biologi kelautan dan direktur Shark Lab California State University Long Beach, Christopher Lowe menyebutkan bahwa beberapa hiu memiliki keunikan dengan genom yang besar.

Genom tersebut ternyata mengandung gen yang memungkinkan untuk tinggal di segala kondisi iklim masa lalu.

Beberapa hiu juga mampu hidup di dua jenis lingkungan yang berbeda. Seperti halnya hiu banteng (Carcharhinus Leucas) yang mampu hidup di lingkungan air tawar dan air asin.

Kemampuan tersebut dapat membantu spesies hiu di masa lalu bertahan ketika suhu global berubah sehingga memungkinkan air tawar memasuki lautan karena es mencair.

Mentolerir Segala Jenis Makanan

ikan hiu

shutterstock

Dewasa ini kita tahu bahwa hiu adalah karnivora berbahaya di lautan. Namun sebuah penelitian membuktikan bahwa hiu pada dasarnya mampu memakan apapun saat krisis lingkungan.

Direktur Florida Program untuk Penelitian Hiu, Gavin Naylor berujar bahwa kefleksibilitas hiu dalam beradaptasi dengan lingkungan memungkinkan mereka mampu hidup hingga sekarang.

Hiu mampu melahap jenis makanan seperti plankton, ikan, kepiting, anjing laut, hingga paus. Sehingga ancaman besar bagi hiu adalah karena sumber makanan.

Namun penelitain di jurnal Prosiding Royal Society menyebutkan bahwa hiu mampu memakan segalanya jika kondisi krisis mencari makanan menimpa lingkungan mereka.

Ancaman Kepunahan Kedua Hiu Karena Manusia

pabrik pengolahan ikan hiu

©AFP PHOTO

Apabila dahulu hiu akan menghadapi masalah lingkungan, saat ini ancaman nyata mereka berasal dari manusia.

Gavin Naylor menambahkan bahwa hiu mampu berhasil bertahan dari perubahan iklim masa lalu yang mampu membinasakan dinosaurus. Namun, hiu tidak akan mampu menghentikan ancaman sekarang berupa penangkapan ikan berlebihan.

"Hiu telah mampu menghadapi perubahan iklim di masa lalu dengan cukup baik, tetapi tantangan terbesar bagi hiu dan pari dunia saat ini adalah penangkapan ikan yang berlebihan," kata Naylor.

"Tidak ada trik pintar yang dapat digunakan hewan-hewan ini untuk menghadapi penangkapan ikan di luar air."

Selain perburuan, resiko pencemaran dan polusi, serta hilangnya habitat menjadi faktor terbesar munculnya ancaman kepunahan ikan hiu.

(mdk/thw)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP