Penyebab Stunting dan Gejalanya, Ketahui Dampaknya Pada Anak

Kamis, 26 Januari 2023 14:16 Reporter : Khulafa Pinta Winastya
Penyebab Stunting dan Gejalanya, Ketahui Dampaknya Pada Anak Ilustrasi anak. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Rob Marmion

Merdeka.com - Penyebab stunting dan juga gejalanya penting untuk diketahui oleh seluruh orang tua. Stunting adalah kondisi di mana seorang anak menunjukkan kondisi kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode awal pertumbuhan dan perkembangan anak.

Stunting menjadi permasalahan yang harus diketahui dan disadari oleh semua orang. Salah satu ciri paling mudah dikenal dari anak yang mengalami stunting ialah mereka memiliki tinggi badan di bawah rata-rata anak seusianya.

Melansir dari laman Alodokter, disebutkan jika pada tahun 2019 tercatat sekitar 30 persen balita di Indonesia mengalami stunting. Dampaknya tentu bisa merugikan masa depan anak.

Untuk itu, penting bagi semua orang mengetahui penyebab dan gejala stunting agar bisa segera dihindari dan diatasi. Simak ulasan selengkapnya dilansir dari berbagai sumber, (26/1/2023):

2 dari 5 halaman

Penyebab Stunting

Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan seorang anak mengalami stunting. Namun, status gizi buruk pada ibu hamil dan bayi merupakan faktor utama yang menyebabkan anak balita mengalami stunting. Berikut adalah penyebab gizi buruk pada ibu hamil dan bayi yang masih sering ditemui:

1. Pengetahuan Ibu Kurang

Sejak masih ada di dalam kandungan, bayi tentu sudah membutuhkan asupan nutrisi untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Untuk itu, ibu hamil juga harus memperhatikan asupan gizi yang baik. Untuk itu, penting bagi para calon ibu untuk memiliki pengetahuan soal asupan nutrisi.

Tak hanya saat di kandungan, setelah lahir di 1000 hari pertama kehiduan bayi ibu juga harus memperhatikan betul pertumbuhan serta perkembangannya. Pada masa ini, bayi membutuhkan ASI eksklusif selama 6 bulan dan tambahan makanan pendamping ASI (MPASI) yang berkualitas setelahnya.

2. Infeksi Berulang

Penyakit infeksi berulang yang dialami sejak bayi menyebabkan tubuh anak selalu membutuhkan energi lebih untuk melawan penyakit.

Jika kebutuhan ini tidak diimbangi dengan asupan yang cukup, anak akan mengalami kekurangan gizi dan akhirnya berujung dengan stunting.

Biasanya, infeksi berulang erat kaitannya dengan pengetahuan ibu dalam menyiapkan makanan yang berhubungan dengan masalah sanitasi dan tempat tinggal.

Baca juga:
Caption Hari Gizi Nasional 2023 yang Bisa Jadi Status di Media Sosial, Ini Sejarahnya

3 dari 5 halaman

3. Sanitasi Buruk

Seperti disebutkan di atas, masalah sanitasi juga bisa menjadi salah satu faktor pendukung penyebab stunting pada anak.

Penggunaan air sumur yang tidak bersih untuk masak atau minum disertai kurangnya ketersediaan kakus merupakan penyebab terbanyak terjadinya infeksi.

Kedua hal ini bisa meninggikan risiko anak berulang-ulang menderita diare dan infeksi cacing usus (cacingan).

4. Layanan Kesehatan Terbatas

Layanan kesehatan yang terbatas juga bisa menjadi penyebab bayi alami stunting. Selain untuk memberikan perawatan pada anak atau ibu hamil yang sakit, tenaga kesehatan juga dibutuhkan untuk memberi pengetahuan mengenai gizi untuk ibu hamil dan anak di masa awal kehidupannya.

4 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Stunting Pada Anak

Selain tinggi badan, anak yang mengalami stunting juga memiliki beberapa ciri-ciri. Melansir dari laman Halodoc, disebutkan jika stunting dapat memicu berbagai penyakit pada anak yang memengaruhi imunitas tubuh dan perkembangan otak anak.

Untuk itu, ibu perlu mengetahui beberapa ciri-ciri stunting pada anak agar kondisi ini dapat dicegah dengan baik. Nah, berikut ini ciri-ciri stunting pada anak:

  •     Tinggi dan berat badan lebih kecil dibandingkan dengan anak seusianya
  •     Anak rentan mengalami gangguan pada tulang
  •     Mengalami gangguan tumbuh kembang
  •     Rentan mengalami gangguan kesehatan
  •     Terlihat lemas terus menerus
  •     Kurang aktif

Selain memperhatikan beberapa ciri-ciri di atas, para ibu juga lebih baik memastikan anak melakukan pemeriksaan kesehatan setiap satu sampai dua bulan sekali.

Hal ini bertujuan agar tim medis bisa memantau perkembangan berat badan dan tinggi badan anak secara berkala.

5 dari 5 halaman

Dampak Stunting

Stunting tentu bisa berpengaruh tidak hanya di masa perkembangan, tapi sampai mereka dewasa. Dalam jangka pendek, stunting pada anak menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.

Seiring dengan bertambahnya usia anak, stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah, di antaranya:

1. Kecerdasan anak di bawah rata-rata sehingga prestasi belajarnya tidak bisa maksimal

2. Sistem imun tubuh anak tidak baik sehingga anak mudah sakit

3. Anak akan lebih tinggi berisiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker

Untuk menghindari dampak buruk stunting, ada baiknya untuk melakukan hal-hal yang bisa mencegah stunting, seperti:

  1. Mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui
  2. Memberikan nutrisi yang baik kepada anak seperti memberikan ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya sesuai kebutuhan
  3. Rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir
  4. Menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan sebelum makan, serta memiliki sanitasi yang bersih di lingkungan rumah.

Baca juga:
Caption Hari Gizi Nasional 2023 yang Bisa Jadi Status di Media Sosial, Ini Sejarahnya




Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini