Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Leukimia karena Kelainan Darah Putih, Pahami Faktor Pemicu & Gejalanya

Penyebab Leukimia karena Kelainan Darah Putih, Pahami Faktor Pemicu & Gejalanya ilustrasi leukimia. ©2018 Kids Cancer Care

Merdeka.com - Penyebab leukimia acap kali tak disadari, baik berasal dari kebiasaan bahkan dampak dari suatu terapi. Leukemia adalah kanker darah atau sumsum tulang dan sistem limfatik. Leukemia dapat berkembang karena ada masalah dengan produksi sel darah yang dihasilkan oleh sumsum tulang.

Biasanya memengaruhi leukosit atau sel darah putih sehingga kerap dijuluki sebagai kelainan darah putih. Sejatinya fungsi leukosit ialah penangkal infeksi yang ampuh. Normalnya akan tumbuh dan membelah secara teratur, sesuai kebutuhan tubuh.

Lain halnya bagi penderita leukimia. Sumsum tulang akan menghasilkan sel darah putih abnormal dalam jumlah berlebihan dan tidak berfungsi dengan baik.

Sebagai salah satu bentuk pencegahan, berikut pahami penyebab leukimia beserta faktor pemicu dan gejalanya, seperti dihimpun dari berbagai sumber, Selasa (10/8).

Penyebab Leukimia

ilustrasi leukimia ©2018 Kids Cancer Care

Dilansir dari Mayoclinic, secara umum penyebab leukimia diperkirakan terjadi saat beberapa sel darah mengalami perubahan (mutasi) dalam materi genetik atau DNA mereka.

Biasanya, DNA memberi tahu sel untuk tumbuh pada kecepatan yang ditentukan. Bahkan mati di waktu yang ditentukan. Sementara penderita leukimia, mutasi malah memberitahu sel darah untuk terus tumbuh dan membelah.

Saat itu terjadi, produksi sel darah menjadi tidak terkendali. Seiring waktu, sel-sel abnormal ini dapat menekan sel darah sehat di sumsum tulang.

Sel darah putih yang mengalami kerusakan tidak mati pada titik alami di siklus hidupnya. Sebaliknya, menempati lebih banyak ruang. Mereka mulai memenuhi darah serta mencegah sel darah putih yang sehat tumbuh.

8 Faktor Pemicu Penyebab Leukimia

ilustrasi sel darah putih

ilustrasi sel darah putih, healthgrades.com

Ada berbagai faktor risiko penyebab leukimia. Meski paling mungkin menyerang orang yang berusia di atas 55 tahun, tapi banyak ditemukan pula dan menjadi kanker paling umum dialami anak berusia di bawah 15 tahun.

Berikut faktor pemicu risiko penyebab leukimia dikutip dari Medical News Today dan berbagai sumber:

1. Paparan Radiasi Dosis Tinggi

Penyebab leukimia bisa terjadi pada orang yang terpapar radiasi dosis tinggi, sebagai paparan agen penyebab kanker. Contohnya dari ledakan bom atom, bekerja di pabrik senjata atom, atau kecelakaan reaktor nuklir.

2. Radiasi Buatan

Selain itu, penyebab leukimia juga dipicu dari terapi radiasi untuk kanker sebelumnya. Terapi radiasi dan kemoterapi dapat menyebabkan mutasi, atau perubahan DNA sel

3. Kemoterapi

Orang yang menerima pengobatan kemoterapi untuk kanker sebelumnya memiliki peluang lebih tinggi terkena leukimia di kemudian hari.

4. Paparan Benzena

Kemudian, paparan jangka panjang terhadap pelarut tingkat tinggi seperti benzena saat bekerja. Benzena merupakan pelarut yang digunakan produsen dalam beberapa bahan kimia pembersih dan pewarna rambut.

5. Merokok

Merokok meningkatkan risiko leukimia mieloblastik akut (AML). Rokok mengandung puluhan bahan kimia penyebab kanker.

Dikutip dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC), para peneliti memperkirakan bahwa sekitar 20 persen kasus AML terkait dengan merokok.

6. Sindrom Genetik Langka

Orang dengan sindrom Down, anemia Fanconi, ataksia-telangiektasia, dan sindrom Bloom berada pada risiko lebih tinggi untuk mengembangkan leukimia.

Anak-anak dengan sindrom Down memiliki salinan ketiga dari kromosom 21. Hal ini meningkatkan risiko myeloid akut atau leukimia limfositik akut hingga 2-3 persen. Dibanding anak-anak tanpa sindrom.

7. Riwayat Keluarga

Memiliki keluarga dengan leukimia menjadi penyebab leukimia dengan risiko rendah, namun signifikan.

8. Masalah Bawaan dengan Sistem Kekebalan

Kondisi kekebalan tubuh bawaan tertentu meningkatkan risiko infeksi parah dan penyebab leukimia.

Gejala Leukimia

ilustrasi sakit perut

©iStockphoto

Gejala leukimia bervariasi, tergantung pada jenisnya. Namun sejumlah gejala yang umum terjadi meliputi:

1. Pembekuan Darah yang Buruk

Gejala leukimia ini dapat menyebabkan seseorang mudah memar atau berdarah dan proses sembuh yang lambat. Selain itu munculnya bintik-bintik merah dan ungu kecil di tubuh. Ini menunjukkan bahwa darah tidak membeku dengan benar.

2. Sering Terjadi Infeksi

Sel darah putih sangat penting untuk melawan infeksi. Saat menderita leukimia, sel darah putih tidak bekerja dengan benar, seseorang mungkin sering mengalami infeksi. Sistem kekebalan malah menyerang sel-sel tubuh sendiri.

3. Anemia

Semakin sedikit sel darah merah efektif yang tersedia, seseorang dapat menjadi anemia. Ini berarti tidak memiliki cukup hemoglobin dalam darah.

Hemoglobin berfungsi mengangkut zat besi ke seluruh tubuh. Ketika kekurangan zat besi, menyebabkan kesulitan bernapas dan kulit pucat.

Gejala leukimia lain yang mungkin terjadi di antaranya:

  • Demam atau kedinginan
  • Kelelahan terus-menerus
  • Mual
  • Penurunan berat badan secara drastis
  • Mimisan berulang
  • Keringat berlebihan, terutama di malam hari
  • Nyeri tulang
  • Gejala mirip flu
  • Mudah lelah
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati atau limpa - seseorang mungkin merasa kenyang dan makan lebih sedikit.
  • Lebih jelasnya, sebaiknya tetap konsultasikan dengan ahlinya. Sebagai pengujian dan untuk memastikan diagnosis leukimia. Lantaran sebagian gejala menyerupai penyakit lain.

    (mdk/kur)
    Geser ke atas Berita Selanjutnya

    Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
    lihat isinya

    Buka FYP