Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penyebab Bayi Kuning Beserta Cara Tepat Penanganannya, Perlu Diketahui Para Orang Tua

Penyebab Bayi Kuning Beserta Cara Tepat Penanganannya, Perlu Diketahui Para Orang Tua Ilustrasi bayi kuning. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/tisskananat

Merdeka.com - Penyebab bayi kuning memang belum diketahui dan dipahami oleh banyak masyarakat. Oleh karena itu, Anda khususnya orangtua perlu sebenarnya memahami dan mengetahui apa penyebab dan cara yang tepat menangani seorang bayi mengalami kondisi kulit menguning.

Hal tersebut dapat dijadikan antisipasi jika peristiwa ini terjadi kepada bayi Anda agar nantinya tak mengalami kepanikan. Sebenarnya penyakit kuning ini merupakan wajar bila terjadi pada bayi yang baru saja dilahirkan, umumnya penyakit kuning terjadi lantaran kadar bilirubin dalam darah bayi terlalu tinggi.

Penyakit ini tidaklah berbahaya, namun jika dibiarkan dan tak ditangani akan menyebabkan kerusakan pada bagian organ otak. Jadi, mengetahui penyebab bayi kuning dan cara mengatasinya menjadi penting bagi para orang tua. Berikut adalah penyebab bayi kuning dan cara tepat mengatasinya yang sudah dirangkum dari berbagai sumber.

Kenali Penyakit Kuning Lebih Dalam

Penyakit kuning atau dalam bahasa medis lebih dikenal dengan jaundice adalah sebuah perubahan warna yang terjadi pada kulit serta mata bayi yang baru saja dilahirkan sehingga membuatnya menguning. Biasanya penyakit ini terjadi pada bayi yang mengalami kekurangan cairan dan juga bayi prematur.

ilustrasi bayi perempuan

©Pixabay/predvopredvo

Dengan dilakukan pengobatan ringan selama satu hingga dua minggu, biasanya penyakit kuning ini akan hilang dengan sendirinya.

Jadi Masalah Serius Jika Tak Diobati

Namun hal tersebut bisa terjadi dua bulan lamanya jika dialami pada bayi prematur, penyakit kuning pada bayi juga dapat menjadi masalah yang serius, meski kasus ini memang jarang terjadi.

ilustrasi bayi

©Pixabay/blankita_ua

Masalah serius seperti kerusakan otak atau kernicterus akan terjadi apabila penyakit kuning pada bayi sudah dalam kondisi berat dan tak cepat diobati, maka hal ini akan menjadi masalah serius di seumur hidupnya.

Penyebab Bayi Menguning

Bayi menguning sebenarnya disebabkan karena darah bayi mengalami bilirubin berlebihan, yang merupakan pigmen berwarna kuning pada sel darah merah. Bilirubin sendiri merupakan sebuah produk cadangan yang dibuat dalam tubuh memecah sel darah merah dalam kondisi tua, bilirubin sendiri akan dihilangkan dari dalam darah oleh hati yang pada nantinya akan keluar dari tubuh melalui proses buang air besar.

ilustrasi bayi di dalam boks

©iStockphoto

Di masa kehamilan sang ibu, organ hatinya yang akan menyaring bilirubin keluar dari darah di sekitar janin, nah setelah lahir proses tersebut kemudian akan diambil oleh organ hati bayi yang baru dilahirkan. Penyebab bayi kuning juga bisa terjadi lantaran organ hati pada bayi yang baru lahir belum dapat bekerja secara maksimal, sehingga ini membutuhkan waktu guna mengeluarkan bilirubinnya dan membuatnya menumpuk dalam darah serta membuat warna kuning pada permukaan kulit bayi.

Bisa Hilang dengan Sendirinya

Pada kasus bayi dengan penyakit kuning saat baru dilahirkan, juga memiliki kabar baik. Penyakit kuning yang dialami bayi ternyata dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya organ bayi yang semakin matang.

017 febrianti diah kusumaningrum

©Pinterest

Hal tersebut juga bisa hilang dengan sendirinya pada bayi yang sudah mulai makan. Sehingga organnya akan berfungsi dengan baik dan membuat bilirubin terdorong keluar dari tubuh sang bayi.

Cara Tepat dan Aman Mengatasi Bayi Kuning

Jika bayi mengalami penyakit kuning yang menyebar hingga ke bagian dada maupun perut, maka harus segera dilakukan konsultasi dengan dokter spesialis yang akan mengecek kadar bilirubin pada bayi. Keputusan hingga dilakukan terapi mengacu pada kadar bilirubin dan maturitas bayi, keputusan ini juga sebaiknya diambil dengan bantuan dokter spesialis anak.

Pemberian ASI harus dilakukan sesering mungkin, sebanyak 8-12 kali sehari agar dapat membantu bayi mengeluarkan bilirubin dari tubuh dan mencegah dirinya mengalami dehidrasi. Jika bayi belum dapat mengonsumsi ASI, maka Anda bisa melakukan cara lain dengan memberikannya susu formula sebanyak 30 hingga 60 ml setiap 2 sampai 3 jam pada minggu pertama.

Dalam kondisi bayi kuning lebih berat, maka akan dilakukan terapi seperti fototerapi, jenis terapi ini menggunakan cahaya untuk menecegah bilirubin pada tubuh bayi. Melalui fototerapi ini, bayi diletakkan pada tempat tidur khusus di bawah cahaya spectrum biru menggunakan popok serta mengenakan kacamata pelindung khusus dan juga selimut khusus yang mungkin juga diletakkan di bawah bayi.

Fotototerapi ini membutuhkan rawat inap di rumah sakit dan bagi bayi prematur mungkin akan dilakukan terapi lebih agresif lagi dibandingkan pada bayi yang lahir cukup bulan.

(mdk/bil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP