Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Nasib Kakek Penjual Toge Goreng dari era Soekarno, Kini Hidup Miris Gara-Gara Corona

Nasib Kakek Penjual Toge Goreng dari era Soekarno, Kini Hidup Miris Gara-Gara Corona Nasib Kakek Penjual Toge Goreng Miris karena Pandemi. kitabisa.com ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Indonesia kini masih terus berjuang menghadapi pandemi Covid-19. Tak hanya pemerintah, masyarakat luas pun juga ikut merasakan dampak dari virus ini. Salah satunya yakni terkait masalah ekonomi.

Banyak para pedagang yang hidupnya menjadi tak menentu. Bahkan tak jarang mereka harus menjalani kehidupan yang begitu miris. Seperti kakek penjual toge goreng satu ini. Sudah berjualan sejak era Presiden Soekarno, kini dagangannya tidak laku akibat pandemi.

Melansir dari laman kitabisa.com, Senin (16/8), simak ulasan informasinya berikut ini.

Berjualan dari era Soekarno

Kakek penjual toge goreng mendadak menjadi viral di media sosial. Di usianya yang sudah 90 tahun, kakek masih tetap semangat mencari penghasilan. Hal ini dilakukannya demi sesuap nasi.

nasib kakek penjual toge goreng miris karena pandemi

kitabisa.com ©2021 Merdeka.com

Kakek Camin ini ternyata sudah berjualan dari era Presiden Soekarno. Meski kini sudah serba canggih, Kakek Camin masih berjualan dengan cara tradisional.

Kakek bahkan masih menggunakan alat serta bahan tradisional. Mulai dari masak dengan kayu bakar hingga menggunakan daun pisang untuk membungkus makanan.

Demi Keluarga Bisa Makan

Siapa sangka, banyak orang justru menghina dagangan sang kakek. Mereka menyebut dagangan Kakek Camin kampungan. Meski begitu, kakek tetap semangat berjualan.nasib kakek penjual toge goreng miris karena pandemi

kitabisa.com ©2021 Merdeka.com

Kakek Camin tak kenal lelah berjualan dari pagi hingga sore. Lokasi dagangannya biasanya berada di pinggir jalan. Setiap hari kakek selalu berharap ada seseorang yang membeli dagangannya. Bukan tanpa alasan, sebab uang hasil dagangannya ini digunakan untuk membeli makan keluarganya. Setiap harinya diketahui sang kakek mampu mendapat penghasilan bersih sekitar Rp50 ribu hingga Rp200 ribu.

Hidup Miris Akibat Pandemi

Namun, kini penghasilannya berkurang sejak pandemi menyerang. Penghasilannya saja hanya cukup untuk kebutuhan dapur. Kakek ternyata tinggal di gubuk sederhana di dalam keterbatasannya.nasib kakek penjual toge goreng miris karena pandemi

kitabisa.com ©2021 Merdeka.com

Meski hidup dalam keterbatasan, Kakek Camin memiliki hati yang begitu mulia. Kakek bercita-cita ingin berbagi kepada anak yatim. Beliau juga ingin menambah modal usahanya untuk bisa tetap berjualan toge goreng.

(mdk/tan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP